Kamis, 17 Mei 2018

Faber Castell Colour to Life: Stimulasi Kreativitas Lewat Mewarnai dan Ponsel Pintar

Faber Castell Colour to Life. Teringat zaman bocah dulu, saat masih TK hingga SD, hampir enggak pernah menolak jika dititahkan untuk mewarnai. Secara kan, umumnya anak - anak senang dengan warna - warni apalagi kalau bebas berkreasi. Sekarang, apa anak - anak masih suka mewarnai? Atau lebih suka berlama - lama di depan gawai?

Keasyikan tersendiri
Yakin sih umumnya anak - anak pada dasarnya tetap sama: suka bermain, berkreasi, memiliki rasa penasaran. Sedang gawai kini hadir lekat di tengah mereka. Di sini jadi tugas orangtua atau keluarga yang lebih dewasa, untuk memilih sarana belajar dan bermain yang tepat dan disukai.

Senangnya ya, Dik. 
Warnai, lihat dia hidup!

Pada 5 Mei lalu, bertempat di Gramedia Sun Plaza, akhirnya saya berinteraksi dengan penyatuan aktivitas mewarni dan bermain gawai lewat teknologi Augmented Reality pada Colour to Life dari Faber Castle.

Peluncuran Colour to Life di Gramedia Sun Plaza Medan
Sederhananya, kita mewarnai dan taraaa yang kita warnai itu 'hidup' di dalam gawai. Bisa diajak berswafoto atau dimainkan, permainanya pun cukup edukatif dan aman alias enggak mengandung kekerasan. Tapi teteup, sesuaikan dengan usia anak ya Bu Ibu, dan batasi jam bermain mereka. Karena bukan berarti Colour to Life hadir dan Bu Ibu anteng gak menemani anak bermain. Awas rebutan juga sama anaknya ya, Bu. :D

Bongkar paket Colour to Life
Isi paket Faber Castle Colour to Life
Satu set Colour to Life berisi 20 connector pen dan sebuah buku yang berisi 15 lembar Augmented Reality. Connector pen-nya cukup unik karena dia bisa dijadikan permainan rancang - bangun alias lego. Apa untuk memainkkannya pakai kuota kayak main Mobile Legend? Kuota hanya diperlukan saat mengunduh aplikasinya di Play Store atau App Store, setelah itu bebas kuota.

Dulu saat SMP enggak terbayang Faber Castle mengeluarkan produk semacam ini, Tahunya cuma itu, pensil 2B biar bisa lulus UN.

Begini cara memainkannya

Cara memakai Colour to Life dari Faber Castle
Pertama, warnai karakternya. Nanti karakter pada permaian di gawai akan sama persis dengan yang kita warnai. Tapi jangan mewarnai bingkainya. Karena pada bingkainya ada semacam QR Code sehingga gambar dapat diubah dalam bentuk digital.

Sesuaikan dengan selera, bebas!
Kedua, pindai alias scan. Buka aplikasinya, arahkan kamera ponsel dari atas buku dengan jarak sekitar 30 meter. Scan gambar termasuk bingkainya. Jika fokusnya pas, akan ada tanda hijau yang muncul lalu karakter siap dimainkan. Tapi jika gagal dan tanda hijau enggak muncul, arahkan kamera ke lain tempat dulu, lalu arahkan kembali ke buku.

Eh, keluar?
Ketiga, interaksi 
Karena sudah berhasil, kita bisa mengecil besarkan, dan tentu bisa dimainkan. Beda karakter, beda pula permainannya.

Keempat, berswafoto dengan hasil mewarnai kita yang telah muncul dalam gawai.

Terakhir, mainkan! Setiap karakter yang berbeda akan ada games yang berbeda pula.

Bermain boleh aja,apalagi bagus tapi tetap perhatikan waktu dan jaga mata ya
Rahasia di balik permainan!

Berbagai kelebihan dari permaianan yang ada di aplikasi, di antaranya dapat melatih koordinasi tangan dan mata, tmelatih motorik, melatih refleks dan perhatian, melatih keseimbangan otak kanan dan kiri, serta menajamkan ingatan.

Permainan dengan unsur yang aman dan edukatif
Satu paket Colour to Life yang dibandrol seharga Rp 119.000 ini hadir dengan agar anak - anak bermain tak hanya sebatas objek, melainkan juga subjek. Sehingga ini diharapkan merangsang anak berperan di era yang semakin digital kelak. Dan anak tak serta merta meninggalkan sebatang pensil atau kelir walau banyak yang serba digital karena,

"Desain bermula dari sebatang pensil." Tutur Bapak Yandramin Halim selaku Managing Director PT Faber Castle International Indonesia.

Rabu, 02 Mei 2018

Nafas Empat Pilar dalam Bermedia Sosial


Ketika pisau di tangan saya, ibu was - was. Tak jarang, sigap ia menjauhkan dari genggaman putri kecilnya. Itu dulu. Sekarang? Tanpa dipantau atau diminta, nyaris sehari - hari berinteraksi dengan benda tajam itu. Mulai dari ketika mengupas bawang, mengiris tomat, atau memutus tali karung beras. Pisau, alat yang dapat berguna atau berbahaya tak ubahnya seperti media sosial. Lewat media sosial, kita dapat menghimpun manfaat atau justru sebaliknya, mendulang mudharat.

Temu ramah MPR RI dan warganet Medan. 
Difoto oleh Pertiwi Soraya

Kini, lewat media sosial, arus informasi semakin deras, memberi kabar semakin cepat, seolah tak berjarak. Banyak konten positif bertabur dan mudah diakses seperti info komunitas kreatif, hal - hal ilmiah, cara mengerjakan sesuatu, vidoe motivasi atau reliji, dan banyak lagi.

Namun,tak kalah dengan konten positif, konten negatif pun lalu-lalang. Mulai dari adu domba, perundungan, berita hoaks, video prank yang kerap tak sopan dan bisa berbahaya, seolah bangga ketika viral dan diikuti, atau video curhat dedek - dedek SD yang diselingkuhi dengan berurai air mata. Allahuakbar, umur segitu dulu kakak menangis gara - gara enggak dapat jepitan rambut kupu - kupu yang sayapnya bisa bergoyang - goyang, Dedeeek!

Gelar wicara yang sungguh tidak membosankan. Seru.

Ternyata, media sosial bukan sekadar alat, tapi ketika berpadu dengan para warganet, ia menjelma kekuatan bangsa atau pun kelemahan. Hal ini lah yang menjadi perbincangan pada "Netizens Medan Ngobrol bareng MPR RI", 20 April 2018, di Ballroom Diamond, Grand Swissbell Hotel, Medan yang dihadiri sekitar 50 peserta. Yang kala itu pendukung kegiatan ini adalah BlogM - Blogger Medan. Selain teman - teman blogger, hadir pula teman - teman Forum Lingkar Pena, Medan Heritage, dan beragam komunitas lainnya atau undangan personal.


"Bagaimana pun, setiap diri harus memiliki filter dalam menyerap atau membagikan informasi." Pesan Kepala Biro Humas MPR, Bu Siti Fauziah. 

Kepala bagian pengolahan data dan sistem informasi Setjen MPR, Pak Andrianto, yang juga hadir sebagai narasumber kala itu, mengajak peserta untuk mencintai negeri ini, dengan mempelajari cita - cita para pendiri bangsa terhadap bangsa ini. Di antaranya lewat empat pilar: pancasila sebagai ideologi, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Bersama Pak Andrianto yang sepertinya rajin olahraga. Yakin.
Difoto oleh Pertiwi Soraya
Empat pilar ini bukanlah sebatas perkara teks saja yang harus dihapal, melainkan nilai - nilai yang tercermin dalam tingkah laku sehari - hari. Jika ia telah tertanam pada sesorang, tentulah ia akan menghindari melakukan perundungan atau pun adu domba. Karena hal - hal itu tak sesuai dengan nilai - nilai bangsa.

Empat pilar bukan hanya disosialisasikan lewat kegiatan gelar wicara seperti ini. MPR juga telah melakukan lewat pertunjukan seni atau pendekatan lainnya. Kita pun dapat mengambil peran. Caranya? Salah satunya melalui media sosial. 











Kamis, 29 Maret 2018

Serius? Bawa Pulang BMW Sport Tanpa Bayar di Wiraland Family Carnival?

Suasana Wiraland Family Carnival
Doorprize. Kisah saya sama doorprize nyaris selalu begitu-begitu saja, kalau mengharap kali, pasti enggak dapat. Kalau cuek, biasanya jodoh. Tapi bagaimana lah bisa cuek kalau hadiahnya mobil, BMW pula, pasti berdesir-desir juga dada pas pengumuman dibacakan. Apalagi ragam hadiah banyak, berharap setrika atau dispenser pun jadilah. 
Mungkin hal itu pula lah yang dirasakan pengunjung Wiraland Family Carnival, 28 Januari lalu. Kan beberapa waktu lalu sempat cerita juga ya, tentang event ini ya. Rupanya ada juga Mak Gardam di sana.
Wiraland Famiy Carnival: Rekreasi Keluarga dengan Banyak Hadiah.

Mak Gardam lagi jadi MC atau lagi merepet? :D
Nah, teryata memang enggak kabar angin saja. Sempat juga terbayang, kalau saya jadi ibu Hj. Siti Muslimah yang dapat BMW Sport 320i sebagai hadiah utama di acara puncak. Alkisah, kupon untuk hadiah doorprize ini didapatkan dengan melakukan kunjungan-kunjungan ke proyek Wiraland dan juga pembelian properti di Wiraland Group. Artinya, jika membeli atau pun makin sering berkunjung ke proyek properti Wiraland, makin besar kesempatan menang. 

Wiraland Family Carnival
Akhirul qalam, mau makin besar peluang mendapatkan, kudu memperbanyak usaha. Cuma perlu diingat juga, makin berharap bisa jadi makin patah hati kalau enggak dapat, haha. Jadi setelah usaha, tawakal aja, agak-agak cuek aja lah. Kadar berharap wajib tetap dalam kendali, enggak baik berlebihan. Eh, tapi hadiah di sini banyak, jadi kemungkinan dapat doorprize lainnya juga besar. Nah loh, yang pasti untuk event-event berikutnya, bisa lah, infonya cek - cek di Wiraland.com.

Sabtu, 27 Januari 2018

Wiraland Family Carnival: Rekreasi bareng Keluarga dengan Banyak Hadiah

Bukan rahasia lagi kalau dapat hadiah, ada senang - senangnya gitu. Gak heran kalau ada yang sampai berburu. Hadir! Hadir! Kadang saya begitu juga, haha. Pernah dapat hadiah blender di sebuah seminar, eh bawaannya jadi senyum mulu di ruangan itu, padahal di rumah juga udah punya. 

Nah, kali aja teman - teman ada juga yang senang dengan hadiah, sekaligus rekreasi, jalan - jalan ke bazar, dan ikutannya gak perlu bayar. Apalagi hadiahnya mobil BMW Sport 320i. Rasanya pingin ngajak sekeluarga, biar kesempatannya makin besar. Ini serius, BMW, mobil, bukan brosurnya, bukan pula Becak Mesin Warisan. Selain BMW, hadiahnya ada perlengkapan rumah tangga seperti mesin cuci, blender, kipas angin, kompor gas.

Di mana? Kapan? Acara apa?
Datang aja ke Wiraland Family Carnival, event terbesar awal tahun 2018 ini akan sangat menarik  bagi masyarakat Kota Medan. Karena bakal dibagi dalam toga zona, yakni Food Bazaar, Kidzone, serta Stage Area. Acara ini akan berlangsung di akhir pekan, 27 sd 28 Januari 2018 di GIVENCY ONE, Jl. Gaperta Ujung Medan. Dari jam 10 pagi sampai jam 9 malam.

Bazar kulinernya bertema kecil “Food Bazaar Zaman Now”. Di bazar ini kita bisa berburu Taipei Express, Queen Mango, Chatime, Dream Smoothie, Pedas Amsiong, Sir Thai Tea, Creeps, Soklat Banget, Kako Thai Tea, Umami, Tahu Bacok, dan masih banyak lagi food tenant.

Sesuai tema besar yakni Family Carnival, maka bolehlah bawa anak - anak karena ada area Kidzone, ada beragam permainan untuk anak - anak di zona ini. Salah satunya bouncy castle. Permainan di bouncy castle bukan hanya membuat anak aktif tapi juga kreatif. Untuk dewasa bisa juga gak ya, ni? Jadi pingin main juga.

Kalau di stage area, menyajikan banyak hiburan dan penampilan menarik seperti Live Band Music TributeMagician, sampai School Performance. Jadi kita bisa menyaksikan performa istimewa dari anak - anak bertalenta pula. Live Band Music Tribute-nya sendiri bisa membawa pengunjung bernoztalgia karena akan hadir lagu - laguKoes Plus, Dewa, Chrisye, Elvis Presley, The Beatles, Bee Gees, bahkan Bon Jovi yang dibawakan apik oleh local musician band di sana.

Oh iya, hadiah BMW Sport 320i-nya tadi itu, memang merupakan program tahunan developer.  Sudah sekitar setahun juga, sejak 2017 lalu. Setiap pengunjung yang datang ke setiap proyek Wiraland, mulai dari Givency One (Gaperta Ujung), River Valley Residence (Sejohor Baru), Halton Place (Menteng VII), Wira Logistics Centre (Tg Morawa), Mayfair (Ngumban Surbakti), serta beberapa proyek lainnya, akan dapat kupon undian mobil BMW ini. Hal ini dilakukan sebagai apresiasi pengembang terhadap kepercayaan masyarakat Kota Medan. Pengundian BMW ini dilakukan secara akbar lewat carnival yang diadakan selama dua hari berturut-turut. 

Untuk info lengkap bisa meluncur langsung ke www.wiraland.com/familycarnival (061 – 80025888).

Jumat, 29 September 2017

Cegah Stunting, Selamatkan Generasi Kita!

Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
(Penggalan lagu Indonesia Raya, WR Supratman)

Cegah stunting, selamatkan generesi kita. Lagu yang pertama kali diperdengarkan pada 28 Oktober, hampir 89 tahun lalu, tepatnya pada Kongres Pemuda I, dalam sajaknya berpesan agar membangun jiwa dan badan untuk Indonesia. Tanpa jiwa dan badan yang sehat, Indonesia Raya belumlah 'raya'. Loh, bagaimana bisa seperti itu? Tapi apakah kita sudah membangun jiwa dan badan kita? Sudah 'amankah' generasi penerus negeri ini, secara negeri kita dikenal sebagai tanah yang gemah ripah loh jinawi, negeri dengan kekayaan yang berlimpah?

 Hari ini, hari ke-29 di bulan September tahun 2017, saya mendengarkan lagu itu kembali, sebagai bagian pembukaan kegiatan yang dilaksanakan Kemenkominfo. Kegiatan yang mengusung "Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Dalam Penurunan Prevalensi Stunting" ini dilaksanan di Sheraton Poin Hotel dan ada sekitar 40 peserta yang menjadi peserta kegiatan ini.

Stunting adalah ancaman?
Sedari mendaftar acara ini, secara hakiki tanpa keraguan, saya gak paham apa itu "stunting". Jadilah googling biar enggak buta-buta amat. Dan alhamdulillah, semakin komplit dengan penjelasan para pemateri di hari H.

Stunting Mengancam Anak Bangsa
Stunting bukanlah sejenis virus atau semacam malware "Wanna Cry". Tapi hal ini tak kalah mengancam dan sangat bisa membuat cry, bukan data yang diserangnya, tapi anak bangsa. So, apa sebenarnya stunting?

Pengertian stunting, dan jika ini mengancam bagaimana solusinya, dijabarkan oleh pemateri pertama yakni Bapak Galopong Sianturi, SKM, MPH. Beliau merupakan pembicara dari Dirjen Kesehatan Masyarakat.

Bapak Galopong Sianturi, SKM, MPH
"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibta kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek dari standar umurnya."
Penyebab langsung dari stunting adalah konsumsi makanan yang kurang bernutrisi dan adanya infeksi penyakit. Sedang penyebab tidak langsungnya adalah lingkungan dan sanitasi. Akar masalahnya pun beragam, bisa karena sosial budaya, kemiskinan, pola asuh, bahkan politik!

Saya tidak tinggi karena bapak - mamak tidak tinggi, buah jatuh tak jauh dari pohonnya?
Bapak Galopong menyampaikan bahwa faktor genetis mempengaruhi tidak sampai 20%, karena saat ini yang paling mempengaruhi adalah nutrisi dan stimulasi atau gaya hidup manusianya sendiri.

Sudah umum diketahui bahwa masa anak - anak adalah masa dengan perkembangan dan pertumbuhan yang pesat. Terutama di 1000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak terjadinya pembuahan. Sehingga masa yang disebut dengan golden periode ini sangatlah menentukan masa depan anak dari segi kesehatan fisik atau bahkan karakternya.

Stunting bukan hanya perkara fisik
Akibat stunting bukan hanya anak bertinggi tubuh jauh di bawah rata-rata usianya, namun juga perkembangan otak yang terhambat akibatnya sulit berprestasi, rentan terhadap penyakit, dan ketika dewasa mudah menderita obesitas. Yang mana penderita obesitas rentan pula terhadap penyakit jantung dan lainnya. Kalau kita atau generasi kita umumnya begini, kapankah Indonesia akan raya? Hal ini tentu dapat diminimalisir dengan mengetahui penyebabnya dan bagaimana pun, mencegah lebih baik daripada stunting. Peduli nutrisi, peduli gaya hidup, peduli sanitasi. :)

Yuk, sebarkan kepedulian, sharing is caring!

Mbak Mira Sahid, founder Emak Blogger, Mom, Praktisi Yoga, Passionpreneur
Lanjut ke pembicara ke-dua yakni Mbak Mira Sahid, founder Emak blogger. Fiks lah ya, dikira sebaya ternyata sudah menjadi ibu dari dua anak. Mbak Mira menyampaikan bahwa melalui blog, selain mengambil manfaat, kita tentu sangat bisa berbagi manfaat. Di antaranya menyebarkan informasi yang edukatif, contohnya mengenai gerakan yang diusung Kemenkominfo ini dalam upaya penurunan prevalensi stunting. Tentunya dengan kaidah "Saring before sharing, think before posting". Karena dengan begitu, blogging akan menjadi berkah bukan musibah.

Selain foto bersama, kegiatan ini diikuti pula dengan kegiatan flash blogging. So, pos ini benar - benar fresh from the oven, meski fresh tetap think before posting dan menulisnya dengan cintahhh, shay! Yok, kita ambil peran, sehingga ini menjadi sebuah gerakan yang masif, bukan hanya untuk aku, kamu, dia, tapi untuk kita, Indonesia.

"Adek mau lawan stunting!"
Si adek saya dalam jepretan Kak Tiwi

Sabtu, 26 Agustus 2017

KABP 2017: Dukung Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil

P anggung utama Konferensi Ayah Bunda Platinum, Medan 2017
Sekitar jam 9.30 pagi, saya tiba di basement Hotel Grand Aston Medan, langsung menuju lift, naik ke lantai 1. Lift terbuka, sudah ramai para ayah bunda di sana. Surprisingly, hari itu ramai para ayah, karena biasanya pada acara parenting jumlah para bunda jauuuh mengungguli. Tepatnya Sabtu lalu, 19 Agustus 2017, saya ikut serta pada Konferensi Ayah Bunda Platinum, di hotel yang bersebelahan dengan Bank Indonesia ini.

Kalau diingat-ingat, sudah beberapa kali ke acara parenting, tapi selalu saja menemukan wawasan baru, engak ada habisnya. Apalagi kalau pembicaranya para ahli, kan makin greget, ya. Pokoknya tuh, bawaannya happy and curious. Seperti kali ini, kita dapat memperkaya pengetahuan tentang nutrisi untuk tumbuh kembang optimal, parenting, multiple intellegence, atau kecerdasan majemuk.
 
Mendongeng, alternatif rekreasi anak
Berkegiatan sebagai seorang pengajar, yang juga gemar mendongeng, wajar jadinya kalau saya bertemu rupa-rupa anak. Mau itu fisik, tingkah laku, cara berpikir, enggak ada satu pun yang sama. Ada yang 'mager,' ada yang enggak bisa diam meski hanya semenit. Ada si pemalu luar biasa, juga ada si super pede. Oh ya, ada yang santun, namun ada pula sebaliknya.

Anak-anak juga punya rasa ingin tahu
Makasi Kak Tiwi telah menangkap momen ini

Huum, manusia cilik yang unyu-unyu itu, kerap membuat orang dewasa tergelitik, terpukau, atau mungkin kelimpungan karena ulahnya. Padahal, kita semua pernah menjalani masa kanak-kanak. Masa baru mengenal dunia. Sekaligus menjadi masa yang rentan mempengaruhi perjalanan kehidupan.

Sebab, pembentukan karakter, pertumbuhan, dan perkembangan tubuh, paling pesat terjadi di saat tersebut. Sebuah masa yang tidak pernah mungkin diputar ulang. Dan, nutrisi dini serta pola pengasuhan memiliki pengaruh amat kuat bagi anak-anak.
 
Booth "Kenali Alergi"
Booth pertama yang saya temui adalah booth "Kenali Alergi". Di booth ini, kita bisa cari tahu berapa besar si kecil berisiko alergi dan mendapatkan beragam informasi mengenai alergi.
 
Anak - anak bermain
Enggak langsung ke meja registrasi, saya keliling dulu lihat anak - anak happy main di booth permainan. Ada yang main perosotan, ada yang main pasir, juga coret - coret dinding yang disediakan. Sambil bermain, beberapa anak-anak tampak mengobrol. Apa sudah saling kenal, ya? Haha. Selain permainan yang ada di sana, ada juga perencanaan permainan untuk mendukung kecerdasan multitalenta si kecil, Morinaga Multiple Intelligence Play Plan,  yang bisa diterapkan di rumah nantinya.

Meja registrasi
Masih banyak booth lainnya, tapi karena jarum menunjukkan jam 10 kurang, saya cari tempat duduk di ballroom. Tak menunggu lama, acara pun dimulai.

Nah, berikut ini hal – hal dibahas pada acara tersebut. Semoga bisa bermanfaat untuk kawan-kawan yang tidak hadir. Kalau kawan – kawan punya pengalaman juga, jangan lupa sharing, ya!

Empat Faktor Pembentuk Anak Multilalenta

Ayah Irgi Fahrezi, dokter Terapul, dan dokter Wawan
Pembicara pertama adalah DR. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K). Dokter yang berasal dari Surabaya ini, akrab disapa dengan "Dokter Wawan". Bukan hanya spesial, tapi beliau juga langka. Gimana enggak termasuk langka, dari ribuan dokter spesialis anak di Indonesia, hanya ada 60 spesialis tumbuh kembang anak! Beruntung kota Medan juga punya seorang, yakni dr. Terapul Tarigan, SpA(K) yang bergabung ke atas panggung saat akan memasuki sesi tanya jawab.



"Ada empat faktor pembentuk generasi anak multitalenta..." Ujar dokter Wawan "yakni, perkembangan otak, sistem ketahanan tubuh, tumbuh kembang optimal, dan kesehatan saluran cerna."

Ada dua faktor penting dalam perkembangan otak si kecil yaitu nutrisi yang membentuk sel otak dan stimulasi yang membentuk jaringan di otak.

Guna nutrisi unutuk otak
Seribu hari pertama bagi si kecil yang dimulai dari masa sang bunda mengandung, merupakan masa kritis di mana perkembangan otak mencapai 80%! So, saat masa kehamilan, penting bagi bunda, untuk memperhatikan asupan nutrisi, pun suasana hati.



Dokter Wawan juga menyampaikan bahwa keempat faktor tadi menjadi sesuatu yang holistik, menyeluruh dan saling berkaitan. Misalya, ketika kesehatan saluran anak terganggu, asupan nutrisi jadi terganggu, nutrisi bagi perkembangan otak menjadi tidak optimal, akhirnya mempengaruhi sistem ketahan tubuh dan tumbuh kembangnya.


Pola tumbuh kembang optimal sejak lahir hinnga dewasa
Nutrisi
Si kecil memerlukan dukungan orangtua dalam proses tumbuh kembangnya, termasuk dukungan dalam memberikan nutrisi yang diperlukan. Bukan sekadar makanan yang ia suka, mau, atau lahap, tapi  tidak mencukupi kebutuhan gizi seimbang.



Di sesi berikutnya, dokter Mulyaman Mansur sebagai pakar nutrisi menjabarkan dengan komplit nutrisi yang diperlukan untuk mengoptimalkan kecerdasan multitalenta anak. Di antaranya:
  • Omega 6/ Asam Linoleat (AL) untuk mempercepat daya tangkap anak, karena asam linoleat berfungsi dalam meneruskan rangsangan antar sel saraf.
  • Alfa Laktabumin, bergunan untuk membantu perkembangandan memperbaiki jaringan tubuh.
  • Zat besi, dapat membantu anak berkosentrasi, tentunya ini akan mendukung proses belajar si kecil. Hal ini dikarenakan zat besi yang merupakan komponen hemoglobin, membawa oksigen ke sekuruh tubuh, terutama ke organ otak.
  • Nukleotida, berfungsi menngkatkan imunitas tubuh anak.
  • Prebiotik. Nah, kan hanya manusia yang memerlukan makana, namun bakteri baik dalam saluran cerna juga memerlukan makanan, dan makanannya adalah prebiotik.
  • Probiotik, yakni bakteri baik dalam saluran cerna. Jika prebiotik bergabung dengan probiotik, hal ini akan menguntungkan saluran cerna, saluran cerna lebih sehat sehingga penyerapan nutrisi pun akan menjadi lebih optimal.

Morinaga Chil Kid Platinum Moricare dan Morinaga Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges mengandung nutrisi yang mendukung tumbuh kembang optimal Si Kecil. Morinaga sendiri 'dilahirkan' oleh Kalbe Nutritional, dimana perusahaan ini telah berdiri sudah cukup lama dan matang di Indonesia, yakni  sejak 1982.

Stimulasi Kecerdasan Multitalenta
Stimulasi diperlukan untuk membentuk jaringan di otak. Lalu, apa cara paling menyenangkan untuk men-stimulasi anak? Ternyata, jawabannya bermain. Kalau dipikir-pikir, memang dunia anak adalah dunia bermain. Namun sebenarnya bagaimana kriteria bermain itu?

My students
Permainan dengan aturan untuk anak 7 tahun ke-atas
Masuklah di sesi ke-tiga bersama Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi yang dikenal publik dengan Bunda Romi. Baru kali ini melihat Bunda Romi secara langsung, biasanya hanya lewat layar kaca televisi. Berikut ini kriteria bermain yang dipaparkan Bunda Romi:
  • Motivasi harus dalam diri. Bukan karena dipaksa
  • Diwarnai emosi positif. Misalnya, perasaan senang, rasa ingin tahu, dan semangat.
  • Fleksibel. Mudah berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
  • Menekankan proses daripada hasil.
  • Anak bebas memilih.
  • Memiliki kualitas pura - pura. Maksudnya, anak bebas mengembangkan imajinasinya, anak boleh bermain peran, misalnya dia berlari sambil merentangkan tangan. Mungkin anak saat itu sedang berperan sebagai pesawat terbang.

Kalau anak - anak main terus, kapan belajarnya? Tenang, bahkan dokter spesialis tumbuh kembang anak sepakat, bahwa anak usia pra-sekolah tidak wajib harus bisa membaca, namun boleh dikenalkan dengan huruf, dengan catatan harus menyenangkan bagi si anak. Karena bermain pun punya manfaat.



Membaca poin terakhir, mengingatkan dengan apa yang bunda Romi sampaikan pula, "Sebenarnya Allah banyak sekali memberikan manusia potensi  jenis kecerdasan. Namun, tidak sedikit orangtua yang terlalu memilih mau jenis kecerdasan yang bagaimana untuk buah hatinya."

Misalnya, ada orangtua yang mengharuskan anaknya jago matematika atau musik, padahal masih banyak jenis kecerdasan lainnya, seperti kecerdasan linguistik, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, visual - spasial, natural, dan yang tak kalah penting adalah kecerdasan moral.
Pentingnya kecerdasan moral
Nah loh, udah panjang aja tulisannya. Padahal belum menuangkan semuanya. Wajar ya, karena memang pada Konferensi Ayah Bunda Platinum, yang diselengarakan oleh Morinaga sebagai susu untuk Generasi Platinum - generasi yang dianggap berbeda daripada sebelumnya, dan bermakna sangaaat berharga - di sana, kita bisa dapatkan banyak sekali ilmu dan wawasan untuk mendukung kecerdasan multitalenta si kecil.
 
Di antara sekian banyak ayah yang bertanya. #respect
Agar enggak ketinggalan info, cek aja media sosial dan website-nya Morinaga. Di sana juga banyak wawasan tentang parenting, loh.

Website: www.morinagaplatinum.com | Facebook: Morinaga Platinum
 Twitter: @MorinagaID | Instagram: @morinagaplatinum
YouTube: Morinaga Platinum

Aaa, udah pingin datang ke acara parenting berikutnya. Jadi kepikiran mau men-stimulasi anak - anak dengan permainan apa. Enggak harus mahal loh, bahkan bisa buat sendiri di rumah. By the way, kawan - kawan, ada teringat permainan seru dan edukatif untuk anak - anak? Yang bagaimana itu ya? Cerita laaah. Thank you!

Keseruan Konferensi Ayah Bunda Platinum, Medan 2017



Created By Sora Templates