Senin, 02 Juli 2018

Perumahan DP Bersubsidi, Gratis Biaya KPR dan Pajak, Ternyata Ada Di Medan!

Ternyata mengumpulkan uang muka atau DP (Down Payment) menjadi keluhan tersendiri untuk generasi milenial. Sebenarnya apakah bisa mencicil rumah tanpa uang muka? Ternyata, kenapa enggak bisa? Bisa kok!

sumber : https://www.wiraland.com
Belum lama ini masih di Juni 2018, pemerintah sendiri melalui Bank Indonesia (BI) telah menurunkan besaran DP dari 20% menjadi 15% untuk proses KPR konvensional bagi pembelian rumah tapak pertama dengan luas lebih dari 70 meter persegi, lalu 20% untuk rumah kedua, serta 25% untuk rumah ketiga. Tujuannya agar meningkatkan minat masyarakat pada sektor properti. Namn ternyata pengaruhnya belum cukup besar di kota Medan ini.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Eddy Ganefo, juga mengemukakan dukungan meniadakan uang muka guna mendukung masyarakat Indonesia segera memiliki hunian. Menurutnya seperti yang dilansir oleh portal berita online situs properti rumah.com, peniadaan DP ini akan membantu calon pembeli rumah pertama sekaligus mendongkrak kembali bisnis properti di Indonesia mengingat kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang semakin menurun belakangan ini.

Beitu pun pengembang ternama di kota Medan WIRALAND Property Group juga memberlakukan program yang sama, yakni dengan memberikan subsidi DP untuk semua proyek perumahan yang dimilikinya sehingga masyarakat Medan tidak lagi dipusingkan lagi dengan uang muka saat hendak membeli hunian. Suguh semakin memudahkan untuk segera memiliki properti, bukan?

Menanggapi penawaran terbaru Wiraland tersebut, seorang yang tengah naik daun di televisi, yakni Roy Kiyoshi juga memberikan tanggapan, “Saya melihat kesempatan itu sudah datang. Artinya kalau mau cari rumah di Medan, silakan klik www.wiraland.com, yang akan mengantarkan Anda pada berbagai pilihan hunian di Medan dengan subsidi DP yang ditanggung pengembang."


Syarat Program KPR Ekspress ini pun tak sulit, selain berkas-berkas dokumen KTP, NPWP, dan berkas pribadi lainnya, reputasi Anda di Bank Indonesia harus cukup baik dan tidak memiliki catatan utang piutang yang tertunggak.

Ditambah, pengembang ini juga memberikan tambahan gratis biaya KPR dan pajak sehingga menghemat pengeluaran pembeli hingga ratusan juta.

Berikut daftar semua proyek perumahan baru WIRALAND & juga bisa Anda kunjungi Rumah Contohnya yang buka setiap hari:
1.     Givency One
Berada di Jalan Gaperta Ujung, perumahan ini merupakan salah satu perumahan terbaik Wiraland dengan harga hunian yang dimulai dari 700an Juta Rupiah. Tahap 1 perumahan ini sudah habis terjual. Sementara Tahap 2 sendiri sudah hampir habis, sementara Tahap 3 sudah mulai memasuki launching. Jangan sampai ketinggalan memiliki hunian prestisius ini di Medan.
2.     Halton Place (cluster)
Jika dibandingkan dengan perumahan lain di sekitarnya, maka cluster yang berada di dalam perumahan The Grand Menteng Indah yang berada di Jalan Menteng VII ini bisa dikatakan sebagai hunian terbesar dan termewah se Medan Tenggara mengingat fasilitas berkelasnya. Hal ini pasti menjamin potensi investasi Anda.

3.   River Valley Residence
Sukses dengan penjualan keras Tahap I yang sudah habis, ternyata hunian Tahap II-nya pun juga sangat dimininati masyarakat. Satu-satunya perumahan terhijau se Sumatera Utara yang berlokasi di Simalingkar B ini tentu akan menjadi alternatif yang sangat menarik mengingat harganya yang sangat bersahabat, mulai dari 200an Juta Rupiah, atau setara dengan cicilan 2,2 Jutaan Rupiah per bulan.

4.    Mayfair
Perumahan terbaru persembahan Wiraland yang berada di daerah Setia Budi, Jalan Besar Ngumban Surbakti ini kini menjadi angin segar bagi warga Kota Medan yang sedang mencari hunian dengan konsep modern. Apalagi dengan adanya Jalan Penghubung di dalam area perumahan, membuat nilai investasi hunian yang dibandrol dari 600an Juta Rupiah ini senantiasa mengalami peningkatan.

Ternyata bukan hanya itu. Beberapa deretan proyek perumahan WIRALAND siap huni lainnya berikut mungkin juga bisa jadi alternatif:
1.     Tasbih 2 (Jalan Setia Budi)
2.     Verona Town House (Jalan T.B. Simatupang)
3.     Medan Utara City (Jalan Rawe Raya Martubung)
4.     Atria Residence (Jalan Setia Budi)


Langsung saja kunjungi setiap Rumah Contoh perumahan Wiraland dan dapatkan penawaran terbatas. Info lebih lanjut, kunjungi website resminya di www.wiraland.com




Jumat, 01 Juni 2018

Diskusi bersama Sustagen: Ingin Anak Tumbuh Cekatan? Perhatikan Hal Berikut!

Jika kita dipercaya untuk menjaga sebuah titipan penting dari orang yang sangat penting bagi kita, pasti lah kita jaga titipan itu dengan sebaik - baiknya. Jika kita diberi hadiah yang kita idamkan, indah, dan khusus, pasti lah sangat bahagia dan merasa istimewa, dan lagi - lagi, kita jaga dengan sepenuh hati. Apalagi jika titipan itu adalah anak dari Allah Yang Maha Cinta, anugrah yang tak ternilai?

Nabil, saat usia 4 bulan

Sewajarnya orangtua ingin memberikan hal terbaik bagi anak, tapi apakah sebenarnya caranya sudah tepat, misalnya dengan memberi apa saja yang anak minta agar ia tidak sedih?

Mempersiapkan diri menjadi orangtua dan setelah jadi orangtua, kok saya pikir memang kudu terus belajar ya bu, ibu (dan ayah - ayah juga)? Itu pun kadang, sepertinya pernah dipelajari untuk suatu hal, eh begitu berhadapan dengan 'kasusnya' lupa, panikan.


Hal seperti ini membuat saya dengan bahagia melangkahkan kaki ke diskusi mengenai kesehatan keluarga atau pun tema - tema parenting. Seperti 26 Mei 2018 lalu, bertempat di Ministro Cafe Medan, Sustagen mengadakan diskusi bersama pakar denga tema "Siapkan Generasi Cekatan bersama Sustagen."

Anak cekatan, anak yang bagaimana?
Yang terlintas di pikiran saya mengenai "cekatan" adalah sigap, cepat tanggap, efektif. Dan menurut KBBI itu, cekatan berarti cepat mengerti, pintar, atau cerdik. Dan untuk mencapai hal tersebut, perlu cekatan versi Sustagen yakni CEpat aKal, badan sehAT, tulANg kuat.

Ibu - ibu cekatan sebelum sesi diskusi
Apa saja yang diperlukan untuk membentuk generasi cekatan
Generasi cekatan, bukan hanya generasi yang 'sukses' secara fisik, melainkan juga kognitif, psikomotorik, dan empati. Artinya, sebagai orangtua kudu memberi perhatian pada tumbuh kembang anak secara holistik, menyeluruh. Hal itu menjadi catatan penting saat sesi dr. M. Lazuardi Nasja Putra. Misalnya, ketika anak sakit maka akan terganggu proses belajarnya. Tentu lebih mudah bereksplorasi dan belajar ketika anak dalam keadaan sehat. 



Proses tumbuh kembang anak tidak selalu ditandai dengan badan anak yang 'mantep' atau ginuk - ginuk. Tapi juga penting untuk memperhatikan tahapan anak sedari bayi seperti mulai berbaring ke samping, tengkurap, duduk, merangkak, dan berjalan. Dan ketika memeriksakan anak ke dokter yang diperiksa bukan hanya berat dan tinggi, tapi juga lingkar kepala. Bahkan sebenarnya, perhatian ini bukan hanya ketika bayi telah lahir, namun 1000 hari pertama dari awal janin terbentuk, hal tersebut sangatlah penting.

Motorik kasar dan motorik halus
Tak lupa, dokter Lazuardi juga mengingatkan untuk memperhatikan perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak. Motorik kasar adalah gerakan yang menggunakan otot - otot besar seperti duduk, merangkak, menendang bola. Sedangkan motorik halus, terkait kemampuan gerakan anak yang menggunakan otot - otot kecil dan melibatkan koordinasi mata dan tangan, misalnya memasukkan benda ke lubang, mengambil benda, memegang sendok.

Zona anak di kegiatan diskusi bersama Sustagen
Mewarnai, bersosialisasi, dan minum susu
Terkait pergerakan anak, sang dokter juga berpesan untuk meminimalisir atau bahkan menghindari penggunaan alat baby walker untuk anak, karena dapat mengganggu perkembangan pada tulang kaki anak. Serta mengurangi pemakaian sarung tangan pada bay baru lahir, agar orangtua dapat memperhatikan kemampuan anak membuka atau menutup telapak tangannya.

Stimulasi untuk si kecil
Ada 3 hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yakni stimulasi, nutrisi, dan genetis. Yang dapat diatur orangtua adalah faktor stimulasi dan nutrisi. Stimulasi bukan hanya yang bersifat aktif, tapi juga ada stimulasi pasif. Misalnya, orangtua membiarkan anak bayi atau balitanya di depan televisi atau gawai seharian, ini juga stimulasi. Namun stimulasi yang 'tidak sehat'.

Selagi tidak berbahaya atau dapat diawasi,
sebaiknya tidak  buru - buru melarang anak mencoba hal baru
Hal - hal kecil tapi penting sebagai bahan stimulasi, contohnya, anak diajak bermain untuk mengenal warna, meraba tekstur atau suhu benda, diajak berdiskusi untuk menentukan atau memecahkan masalah sederhana anak, mendengarkan ayat suci, dan banyak lagi. Orangtua bakal capek? Sangat mungkin, tapi masa - masa ini tak kan berlangsung selamanya, namun penting untuk selamanya.

Nutrisi untuk sang buah hati
Agar tumbuh kembang anak optimal, perlu diberikan gizi cukup dan seimbang. Untuk mendukung tumbuh kembang buah hati menjadi generasi cekatan, Sustagen menawarkan formula berikut: 

Kandungan Sustagen

Minyak zaitun, zat besi, dan yodium, omega 3 dan omega 6 untuk mendukung anak cepat akal. Vitamin A, C, E, dan Selenium untuk mendukung badan sehat. Dan Kalsium serta vitamin D untuk tulang kuat anak. Para orangtua juga bisa bergabung dengan Klub Sustagen untuk tanya-jawab seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak.

Sustagen Club
Susu yang terdapat varian rasa vanila dan madu ini, terbagi dalam 3 jenjang yakni Sustagen 1 plus untuk anak usia 1 samapai 3 tahun, 3 plus untuk anak 3 sampai 6 tahun, dan 6 plus untuk anak usia 6 sampai 12 tahun. 

Sustagen 3 plus rasa madu

Rabu, 30 Mei 2018

Waspadai 6 Cara Gagal Punya Rumah Sendiri


Ibu pernah cerita, dulu semasa kecilnya hingga SMA, tak kurang tujuh kali berpindah – pindah rumah. Hingga seringkali, orang – orang yang mau ke rumah mereka jadi salah kira, salah alamat. mendatangi rumah sewa lama, eh padahal sudah pindah.

 “Ke mana, ke mana, ke mana? Kuharus mencari ke mana?”

Mungkin kalau lagu Ayu Ting – Ting sudah hits dulu, para tamu atau pak pos bakal bernyanyi seperti itu. Konon lagi, telekomuikasi belum semudah sekarang. Belum lagi memikiran kerepotan saat proses pindahan dengan enam orang adiknya. Bersebab masa lalunya, begitu bekerja dan berumah tangga, ibu berupaya agar punya rumah, tentunya bekerja sama dengan bapak pula. Itu juga yang ibu pesankan kepada kami, anak – anaknya.


Memang sekarang kalau dilihat – lihat, seperti ada dukungan berbagai pihak agar masyarakat memiliki rumah. Misalnya, lewat program pemerintah, tawaran – tawaran dari perbankan, atau pengembang properti itu sendiri. Kayaknya makin mudah, tapi kok tetap aja ada kekhawatiran,

“Apa mungkin ya bisa punya rumah sendiri? Dari mana uangnya? Bukannya apa – apa mahal?”

Baiklah, kali ini saya mau berbagi tips gagal punya rumah sendiri. Karena untuk sukses, kita kudu mewaspadai kegagalan. Hah.  Apakah ada tips di bawah ini yang kita jalankan?

1. Enggak Ada Niat dan Upaya
Kalau konglomerat berat mah enggak ada niat tetap bisa punya rumah sendiri.
“Bosan nih di rumah, belanja yuk.”
“Mau shoping apa, Sis?”
“Shoping rumah aja, yuk!”
Tapi kalau bukan, ya kudu punya niat. Karena untuk mewujudkannya, ada saja godaan. Misalnya pingin ini, itu, kendaraan yang begini. Punya rumah sendiri dengan upaya sendiri, nomor sekian, bahkan enggak ada dalam daftar keinginan. Kemungkinan besar gagal punya rumah. Di luar faktor x, misalnya menang hadiah undian bungkus kopi berhadiah rumah.  

2. Mudah Berhutang
Ada yang bilang, gaya hidup acapkali lebih mahal daripada kebutuhan hidup. Benar, sih. Kadang produk fashion buat gemes, diskon – diskon buat kalap, kirain bakal lebih hemat, enggak tahunya malah beli yang enggak perlu. Di samping masih harus memenuhi keutuhan pokok dan mungkin cicilan kendaraan atau kartu kredit.

Kalau saya pribadi, menghindari pemakaian kartu kredit apalagi untuk hal konsumtif. Karena ya tetap aja namanya hutang, harus dibayar. Kalau bentar – bentar gesek kartu kredit, enggak bisa tahan keinginan lalu berhutang? Nah, ini tips kedua untuk gagal punya rumah.

Jadi untuk punya rumah, perlu tekad yang membara mengendalikan hutang. Perlu khusus batasan tagihan, misal tidak lebih dari 20% - 30% dari penghasilan perbulan. Dan sudah bisa mulai mengganggarkan untuk DP tanah atau DP rumah.

3. Malas Menabung atau Berinvestasi
Karena banyak hal menarik di sekitar kita, mulai dari kafe menarik, bawaannya pingin kokow bareng teman atau produk fashion yang buat lapar mata, jadi kadang merasa, harus beli karena uangnya ada, enggak perlu nabung atau investasi. Nah, ini tips gagal ketiga. Tetap bersosialisasi tanpa menguras kantong, itu perlu. Misal, pilih tempat yang sederhana, atau bawa bekel, atau ya silaturahim langsung ke rumah teman atau kerabat.

4. Enggak Mau Survei


Mau itu bangun rumah sendiri atau beli dari developer perumahan, tetap perlu survei. Survei lokasi, strategis atau tidak, kira – kira lebar jalannya berapa, atau bahan - bahan dengan kualitas seperti apa yang digunakan. Tujuan utama ya biar enggak menyesal nantinya.

Kalau berminat pada perumahan, biasanya pengembang atau developer sudah melengkapi dengan fasilitas tertentu dan umumnya letak rumah lebih rapi, upayakan datangi rumah contohnya, biar bisa melihat langsung, dan merasakan sensasi tinggal di rumah tersebut. Agaknya, tidak cukup merasakan sensasinya hanya dengan melihat brosur. Sayangnya, enggak semua developer perumahan menyediakan rumah contoh.

5. Memilih Developer yang Tidak Kredibel
Penting ini, memilih developer yang tidak kredibel, sama saja menambah besar risiko gagal punya rumah sendiri. Mulai dari rumah yang entah kapan jadinya, bahan bangunan yang tak sesuai kesepakatan, sampai uang pembeli yang dibawa kabur.

Kok kayaknya saya menulis enggak punya solusi ya terkait developer perumahan ini, haha. Oke, salah satu developer perumahan yang sudah cukup dikenal di Medan karena produknya bukan hanya rumah, tapi juga ruko, gudang, sampai kavling ekonomis, yaitu Wiraland. Developer properti satu ini juga menyediakan fasilitas rumah contoh. Bahkan ada juga teknologi virtual yang memudahkan calon pembeli untuk merasakan sensasi rumah contoh lewat smartphone.


Oh ya, developer yang mengusung enviromental reserve atau pemaksimalan sistem penghijauan di masing – masing rumah ini, juga memberikan penawaran kemudahan cara bayar. Salah satu cara bayar yang cukup digemari masyarakat Kota Medan adalah cicil 60 kali tanpa bunga. Proses ini membuat masyarakat yang tidak mau ribet dengan KPR lebih dimudahkan. Dan saat ini sedang diperpanjang hingga akhir Meri 2018 ini gratis biaya KPR dan pajak.  Sebenarnya biaya yang besar adalah pajak, karena nilainya 5-10% dari harga rumah. Banyak sepertinya yang belum saya jabarkan tentang developer ini, bisa cari info lanjutnya aja ya di https://www.wiraland.com/ (061 80025888).

6. Enggan berdoa dan bersedekah
Karena mau beli rumah, jadi enggak mau bersedekah, lupa berdoa. Hmm, payah bilanglah. :D

Agar selamat punya rumah sendiri, waspadai enam tips di atas.


Kamis, 17 Mei 2018

Faber Castell Colour to Life: Stimulasi Kreativitas Lewat Mewarnai dan Ponsel Pintar

Faber Castell Colour to Life. Teringat zaman bocah dulu, saat masih TK hingga SD, hampir enggak pernah menolak jika dititahkan untuk mewarnai. Secara kan, umumnya anak - anak senang dengan warna - warni apalagi kalau bebas berkreasi. Sekarang, apa anak - anak masih suka mewarnai? Atau lebih suka berlama - lama di depan gawai?

Keasyikan tersendiri
Yakin sih umumnya anak - anak pada dasarnya tetap sama: suka bermain, berkreasi, memiliki rasa penasaran. Sedang gawai kini hadir lekat di tengah mereka. Di sini jadi tugas orangtua atau keluarga yang lebih dewasa, untuk memilih sarana belajar dan bermain yang tepat dan disukai.

Senangnya ya, Dik. 
Warnai, lihat dia hidup!

Pada 5 Mei lalu, bertempat di Gramedia Sun Plaza, akhirnya saya berinteraksi dengan penyatuan aktivitas mewarni dan bermain gawai lewat teknologi Augmented Reality pada Colour to Life dari Faber Castle.

Peluncuran Colour to Life di Gramedia Sun Plaza Medan
Sederhananya, kita mewarnai dan taraaa yang kita warnai itu 'hidup' di dalam gawai. Bisa diajak berswafoto atau dimainkan, permainanya pun cukup edukatif dan aman alias enggak mengandung kekerasan. Tapi teteup, sesuaikan dengan usia anak ya Bu Ibu, dan batasi jam bermain mereka. Karena bukan berarti Colour to Life hadir dan Bu Ibu anteng gak menemani anak bermain. Awas rebutan juga sama anaknya ya, Bu. :D

Bongkar paket Colour to Life
Isi paket Faber Castle Colour to Life
Satu set Colour to Life berisi 20 connector pen dan sebuah buku yang berisi 15 lembar Augmented Reality. Connector pen-nya cukup unik karena dia bisa dijadikan permainan rancang - bangun alias lego. Apa untuk memainkkannya pakai kuota kayak main Mobile Legend? Kuota hanya diperlukan saat mengunduh aplikasinya di Play Store atau App Store, setelah itu bebas kuota.

Dulu saat SMP enggak terbayang Faber Castle mengeluarkan produk semacam ini, Tahunya cuma itu, pensil 2B biar bisa lulus UN.

Begini cara memainkannya

Cara memakai Colour to Life dari Faber Castle
Pertama, warnai karakternya. Nanti karakter pada permaian di gawai akan sama persis dengan yang kita warnai. Tapi jangan mewarnai bingkainya. Karena pada bingkainya ada semacam QR Code sehingga gambar dapat diubah dalam bentuk digital.

Sesuaikan dengan selera, bebas!
Kedua, pindai alias scan. Buka aplikasinya, arahkan kamera ponsel dari atas buku dengan jarak sekitar 30 meter. Scan gambar termasuk bingkainya. Jika fokusnya pas, akan ada tanda hijau yang muncul lalu karakter siap dimainkan. Tapi jika gagal dan tanda hijau enggak muncul, arahkan kamera ke lain tempat dulu, lalu arahkan kembali ke buku.

Eh, keluar?
Ketiga, interaksi 
Karena sudah berhasil, kita bisa mengecil besarkan, dan tentu bisa dimainkan. Beda karakter, beda pula permainannya.

Keempat, berswafoto dengan hasil mewarnai kita yang telah muncul dalam gawai.

Terakhir, mainkan! Setiap karakter yang berbeda akan ada games yang berbeda pula.

Bermain boleh aja,apalagi bagus tapi tetap perhatikan waktu dan jaga mata ya
Rahasia di balik permainan!

Berbagai kelebihan dari permaianan yang ada di aplikasi, di antaranya dapat melatih koordinasi tangan dan mata, tmelatih motorik, melatih refleks dan perhatian, melatih keseimbangan otak kanan dan kiri, serta menajamkan ingatan.

Permainan dengan unsur yang aman dan edukatif
Satu paket Colour to Life yang dibandrol seharga Rp 119.000 ini hadir dengan agar anak - anak bermain tak hanya sebatas objek, melainkan juga subjek. Sehingga ini diharapkan merangsang anak berperan di era yang semakin digital kelak. Dan anak tak serta merta meninggalkan sebatang pensil atau kelir walau banyak yang serba digital karena,

"Desain bermula dari sebatang pensil." Tutur Bapak Yandramin Halim selaku Managing Director PT Faber Castle International Indonesia.

Rabu, 02 Mei 2018

Nafas Empat Pilar dalam Bermedia Sosial


Ketika pisau di tangan saya, ibu was - was. Tak jarang, sigap ia menjauhkan dari genggaman putri kecilnya. Itu dulu. Sekarang? Tanpa dipantau atau diminta, nyaris sehari - hari berinteraksi dengan benda tajam itu. Mulai dari ketika mengupas bawang, mengiris tomat, atau memutus tali karung beras. Pisau, alat yang dapat berguna atau berbahaya tak ubahnya seperti media sosial. Lewat media sosial, kita dapat menghimpun manfaat atau justru sebaliknya, mendulang mudharat.

Temu ramah MPR RI dan warganet Medan. 
Difoto oleh Pertiwi Soraya

Kini, lewat media sosial, arus informasi semakin deras, memberi kabar semakin cepat, seolah tak berjarak. Banyak konten positif bertabur dan mudah diakses seperti info komunitas kreatif, hal - hal ilmiah, cara mengerjakan sesuatu, vidoe motivasi atau reliji, dan banyak lagi.

Namun,tak kalah dengan konten positif, konten negatif pun lalu-lalang. Mulai dari adu domba, perundungan, berita hoaks, video prank yang kerap tak sopan dan bisa berbahaya, seolah bangga ketika viral dan diikuti, atau video curhat dedek - dedek SD yang diselingkuhi dengan berurai air mata. Allahuakbar, umur segitu dulu kakak menangis gara - gara enggak dapat jepitan rambut kupu - kupu yang sayapnya bisa bergoyang - goyang, Dedeeek!

Gelar wicara yang sungguh tidak membosankan. Seru.

Ternyata, media sosial bukan sekadar alat, tapi ketika berpadu dengan para warganet, ia menjelma kekuatan bangsa atau pun kelemahan. Hal ini lah yang menjadi perbincangan pada "Netizens Medan Ngobrol bareng MPR RI", 20 April 2018, di Ballroom Diamond, Grand Swissbell Hotel, Medan yang dihadiri sekitar 50 peserta. Yang kala itu pendukung kegiatan ini adalah BlogM - Blogger Medan. Selain teman - teman blogger, hadir pula teman - teman Forum Lingkar Pena, Medan Heritage, dan beragam komunitas lainnya atau undangan personal.


"Bagaimana pun, setiap diri harus memiliki filter dalam menyerap atau membagikan informasi." Pesan Kepala Biro Humas MPR, Bu Siti Fauziah. 

Kepala bagian pengolahan data dan sistem informasi Setjen MPR, Pak Andrianto, yang juga hadir sebagai narasumber kala itu, mengajak peserta untuk mencintai negeri ini, dengan mempelajari cita - cita para pendiri bangsa terhadap bangsa ini. Di antaranya lewat empat pilar: pancasila sebagai ideologi, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Bersama Pak Andrianto yang sepertinya rajin olahraga. Yakin.
Difoto oleh Pertiwi Soraya
Empat pilar ini bukanlah sebatas perkara teks saja yang harus dihapal, melainkan nilai - nilai yang tercermin dalam tingkah laku sehari - hari. Jika ia telah tertanam pada sesorang, tentulah ia akan menghindari melakukan perundungan atau pun adu domba. Karena hal - hal itu tak sesuai dengan nilai - nilai bangsa.

Empat pilar bukan hanya disosialisasikan lewat kegiatan gelar wicara seperti ini. MPR juga telah melakukan lewat pertunjukan seni atau pendekatan lainnya. Kita pun dapat mengambil peran. Caranya? Salah satunya melalui media sosial. 











Kamis, 29 Maret 2018

Serius? Bawa Pulang BMW Sport Tanpa Bayar di Wiraland Family Carnival?

Suasana Wiraland Family Carnival
Doorprize. Kisah saya sama doorprize nyaris selalu begitu-begitu saja, kalau mengharap kali, pasti enggak dapat. Kalau cuek, biasanya jodoh. Tapi bagaimana lah bisa cuek kalau hadiahnya mobil, BMW pula, pasti berdesir-desir juga dada pas pengumuman dibacakan. Apalagi ragam hadiah banyak, berharap setrika atau dispenser pun jadilah. 
Mungkin hal itu pula lah yang dirasakan pengunjung Wiraland Family Carnival, 28 Januari lalu. Kan beberapa waktu lalu sempat cerita juga ya, tentang event ini ya. Rupanya ada juga Mak Gardam di sana.
Wiraland Famiy Carnival: Rekreasi Keluarga dengan Banyak Hadiah.

Mak Gardam lagi jadi MC atau lagi merepet? :D
Nah, teryata memang enggak kabar angin saja. Sempat juga terbayang, kalau saya jadi ibu Hj. Siti Muslimah yang dapat BMW Sport 320i sebagai hadiah utama di acara puncak. Alkisah, kupon untuk hadiah doorprize ini didapatkan dengan melakukan kunjungan-kunjungan ke proyek Wiraland dan juga pembelian properti di Wiraland Group. Artinya, jika membeli atau pun makin sering berkunjung ke proyek properti Wiraland, makin besar kesempatan menang. 

Wiraland Family Carnival
Akhirul qalam, mau makin besar peluang mendapatkan, kudu memperbanyak usaha. Cuma perlu diingat juga, makin berharap bisa jadi makin patah hati kalau enggak dapat, haha. Jadi setelah usaha, tawakal aja, agak-agak cuek aja lah. Kadar berharap wajib tetap dalam kendali, enggak baik berlebihan. Eh, tapi hadiah di sini banyak, jadi kemungkinan dapat doorprize lainnya juga besar. Nah loh, yang pasti untuk event-event berikutnya, bisa lah, infonya cek - cek di Wiraland.com.

Created By Sora Templates