Selasa, 20 Desember 2016

4 Kudapan di Medan untuk (Calon) Mertua

Self reminding
Saya belum memastikan bagaimana asal muasal martabak dan kawan karibnya, putu bambu, kerap menjadi buah tangan untuk calon mertua. Dan kali ini, saya akan menawarkan alternatif lain. Misalnya, seperti sahabat saya, nufazee.com. Dulu, calon suaminya langsung membawa keluarga beserta penghulu. Eh tapi karena judulnya adalah kudapan atau kuliner, dan keluarga mempelai beserta penghulu enggak termasuk kudapan, baiknya mereka kita skip.

Alternatif-alternatif ini terinspirasi saat saya gabung dengan kawan-kawan BlogM-Blogger Medan. Anak-anak BlogM kan mayoritas jomblo, kok bisa terinspirasi dari mereka? Karena kudapan ini adalah kudapan yang pernah saya lahap bersama atau kenal melalui mereka. Nanya sendiri, jawab sendiri. Mulai dari saat sekadar kumpul bahas template, saat Durian (Diskusi Ringan Anak Medan) - event rutin Blog M, dan yang baru-baru ini; salah satu rangkaian #MedanBlogFest yakni "Wisata Kuliner".

Setelah dipikir-pikir, yang saya lahap tersebut bisa dijadikan buah tangan untuk mertua atau pun calon. Apalagi kudapan-kudapan ini umumnya khas Indonesia dan patut dilestarikan. Bisa jadi, calon mertua akan berpikir,

"Budaya aja kamu jaga, apalagi anak saya."

Oke, ini dia, saya list berdasarkan kurun waktu.

Mei, 2016
Bulan di mana saya berkumpul dengan anak - anak BlogM di Maidanii pancake Durian yang bertempat di Jl. HM. Yamin No. 121 Medan. Di sana, kami ngemil-ngemil sembari diskusi perihal template blog. Inspirasi kudapan pertama untuk (calon) mertua, saya dapatkan dari pertemuan ini.

1. Pancake Durian

Manis, lembut, dan creamy
Kurang afdhol kalau ke Medan enggak coba durian, buah khas kota ini. Ya walau kadang makannya agak ribet dan kurang anggun aja, tapi siapa peduli juga, kan terbayar dengan nikmatnya buah durian. Apalagi setelah diselidiki kalau calon mertua suka durian, cocok juga nih jadi buah tangan. Namun terbayang ribetnya bawa buah berduri ini ke rumah calon mertua, dan saking prepare-nya, si calon menantu bawa parang juga untuk kupas durian, alhasil timbullah salah paham, 

"Datang - datang ngajak begadoh, bah. Ngancam-ngancam pula bawa parang. Mau melamar atau nge-begal?"

Maka alternatifnya, bisa bawakan calon mertua pancake durian atau olahan durian lainnya. Untuk refrensi olahan durian lainnya, bisa intip tulisan saya "Sop Durian Kuliner Khas Medan".


November, 2016
Kayaknya saya udah makan orong-orong saat masih berbentuk embrio, makan melalui pencernaan emak saya. TK, SD, SMP, sampai cakep begini, jajannya orong-orong. Selain dimakan begitu aja, bisa juga ditaburkan di atas mi sop, soto, atau makanan berat lainnya, makan barbel salah satunya. Dan terakhir kali ngemil orong-orong itu, November lalu. Saat dapat bingkisan orong-orong di acara Durian (Diskusi Ringan Anak Medan) BlogM. Jadi kudapan berikutnya adalah: 

2. Orong - orong Medan

Gurih dan kriuk-kriuk
Kadang dijual di warung dalam bentu rentengan (beda-beda mereknya)
Kalau kita ketik di google "Orong-orong", yang keluar adalah sejenis jangkrik. Tentu maksudnya bukan bawa serangga berfamili Gryllotalpidae ini. Seram amat. Tapi snack orong - orong Medan. Snack ini rasanya gurih, gara-gara ada campuran udang kecepe. Enggak usah minder bawa orong-orong, terutama kalau timing-nya pas. Misalnya saat nonton pertandingan final bola. Apa enggak tambah akrab?

Cerita soal final bola, jadi teringat saat Indonesia vs Thailand pada liga AFF beberapa hari lalu. Adik-adik saya udah teriak-teriak support pemain Indonesia,

"Ayo maju, Boy! Semangat, Boy!"

Kadang, saat lawan mendekati gawang tim Indonesia, adik-adik saya jadi rada cemas agak histeris. Ibu saya pun yang sambil melipat pakaian, jadi ikut-ikutan histeris. Ketika kami hening sejenak, ibu pun bertanya dengan serius,

"Gawang kita yang sebelah kiri atau kanan?"

Maaak, I love u full dah.


4 Desember, 2016
Kudapan ke-3 dan ke-4 merupakan kudapan yang saya icip saat mengikuti salah satu rangkaian #MedanBlogFest, awal Desember lalu. Dan akan disusul dengan kegiatan-kegiatan seru bin edukatif lainnya, masih dalam rangka #MedanBlogFest. Kegiatan ini diselenggarakan menyambut ulang tahun kedua BlogM-Blogger Medan pada Februari 2017 nanti, yang mana acara puncak diberi judul "Blog Fest 2 You".

3. Kue Bika Sumatera Barat

Bika Sumatera Barat
Kota Medan, salah satu kota terbesar di Indonesia. Suku yang mendiaminya pun cukup heterogen. Ditambah masyarakat Minang yang enggak sedikit merantau dari kampung halaman. Jadi enggak heran kalau makanan khas Minang juga bisa ditemukan di Medan. Contohnya kue bika Sumatera Barat. Beda ya, kue bika Ambon (yang asalnya Medan) dengan kue bika Sumatera Barat.

Kue bika ini terbuat dari campuran kelapa, tepung, dan gula. Masaknya dengan cara dipanggang menggunakan sabuk kelapa, di bagian atas dan bawah. Kalau ingin, bisa kita temukan di Jalan Amaliun Medan. Harganya Rp 2.000/buah. Kue ini cukup manis, jadi enaknya ditemani teh manis - manis-manis jambu, kopi hitam, atau air putih hangat.

Waktu saya tanya pada penjual kue bika ini, Ibu Normalis, 

"Ibu sudah berapa lama jual kue bika ini?"

"Ibu jual mulai dari kelapa harga 500 per butir."

Ya Salaam. Jawaban bu Normalis buat saya langung mengingat-ingat harga kelapa sekarang. Akhirnya saya tahu, Bu Normalis menjual kue bika sejak 25 tahun lalu. Karena selain saya, teman-teman lain juga bertanya hal serupa.

4. Rujak Kolam Dewi

Serunya Wisata Kuliner Medan Blog Fest
(doc. Blogger Medan)
Bawa rujak ke rumah calon mertua? Kenapa enggak? Ini ada filosofi tersendiri loh, yaitu "Cukup rujak aja yang pedas, lidah mertua, jangan." T_T. Rujak kolam ini dijual di sekitar Kolam Dewi. Letaknya itu cukup strategis, dekat dengan Masjid Raya dan Istana Maimon. Bisa jalan - jalan sekalian. Kalau saya ditanya, pesan yang pedas, sedang, atau tidak? Saya pesan yang pedas. Karena ketika pesan level sedang, saya rasa kurang greget. Ntah itu mungkin tergantung selera, ya.

Ntar kalau udah nikah dan mau makan rujak ini bareng pasangan, setelah nge-date ngitar-ngitari kolam misalnya. Pesan rujaknya satu porsi bagi dua aja. Bukan karena mau romantis-romantisan melainkan karena satu porsinya udah lumayan banyak. Tapi kalau kekeuh pesan satu porsi per orang, baiknya bawa kotak makan kosong dari rumah, jadi kalau enggak habis bisa bawa pulang.

Nah loh, beli rujak aja saya hemat, apalagi uang belanja, ahaha. Bukan, bukan, cuma sayang kan kalau makanannya jadi mubazir karena perut udah kepenuhan, Nah loh, makanan aja disayang apalagi keluarga, ahaha. 

Kalau ke rumah calon mertua, tentu yang paling utama yakni bawa niat menghalalkan anaknya, niat beribadah. Kalau ingin tambah menyenangkan hati, bisa bawa kudapan. 

Yes! Kita bisa membawa buah tangan untuk menyenangkan hati orang lain, apakah itu calon mertua atau pun udah jadi mertua, sahabat, pun terutama keluarga sendiri.


Jadi 'kamu' mau bawa kudapan apa ke rumah?


Kamis, 24 November 2016

21 Fakta Tentang Diri

Dapat tantangan dari pertiwisoraya.com, katanya tulis 21 fakta tentang dirimu di blog. Jadi saya tulis di blog,

"Tulis 21 fakta tentang dirimu."

Done. :'D

Lalu saya menantang nufaazee.com.com &   lynur.com. Kenapa mereka? Gampang ingat nama blog mereka. Syarat dan ketentuan cek blog Tiwi.

I'm ketering, saya sedang keter. Sedang ada yang harus dikerjakan tengah malam.

Minggu, 06 November 2016

Cara Produktif Nge-Blog, Bahasan Blogger Medan di D'Seasoning Cafe

Info Durian bisa cek di instagram @blogger_medan
Drama-drama sebelum Durian

Sabtu ini, Sabtu produktif, pikir saya. Pasalnya, bakal nimbrung di dua diskusi berbeda, yaitu Kukis (diskusi kelas menulis) FLP Medan, lalu Durian (diskusi ringan anak Medan) besutan BlogM-Blogger Medan. Kegiatannyaa sama-sama memakai akronim nama makanan. Mungkin agar terkesan santai, buat kangen, dan pingin tambah. Gimana jadinya kalau pakai akronim senyawa kimia yang ada di Deimos - satelitnya Mars? 

Hari itu, lupa entah kenapa saya melewatkan sarapan. Sampai di arena Kukis jam 1 siang, roti mengganjal lapar, sejenak. Kelar Kukis di Jl. SM Raja, langsung mau cus ke Durian di D'Seasoning Cafe, lokasinya ada di sebelah Hermes Palace, Jl. Monginsidi.

"Wi, lapar, pingin bakso." Mengadu enggak jelas pada Tiwi, yang sama - sama mau ke Durian.
"Nge-bakso dulu kita, baru ke Durian? Tapi kita bakal telat kali lah..."
Aih, Mak. Pilihan berat.
"Atau kita makan di D'Seasoning aja." Lanjut Tiwi.
Oh, jadi ternyata gitu aja solusinya.

Sampai di TKP Durian, langsung lihat menu dan pilihan jatuh pada kamu, eh tom yum. Harganya 27 ribu.

"Wi, tadi itu tom yum-nya udah sama nasi?" Di tengah penantian datangnya tom yum.
"Enggak tau, Rin." Secara kan ya, udah kelaparan. Tiwi pun gitu, belum makan siang. Dan itu udah jam setengah lima sore.

Terus mbak-mbak waitress datang bawa dua mangkuk tom yum dan dua piring nasi. Hati saya langsung lega. Se-lega hadirnya sebuah penjelasan di tengah kobaran api cemburu yang terpendam, entah cemana pula itu.

Enggak sempat ambil gambar tom yum, bisa mengingat nama sendiri aja udah syukur, lapar kala itu meng-amnesia-kan. Sambil makan tom yum, sambil mendengarkan Kak Windi, pemateri Durian kali ini yang berbagi tentang pengalamannya nge-blog secara santai, produktif, dan kreatif.


Perkenalkan, Ini Kak Windi

Kak Windi ini adalah seorang banker, ibu, istri, dan blogger, sekaligus anggota STM di lingkungan beliau. Kak Windi sendiri mulai nge-blog di tahun 2007, udah lama banget tuh ya. Yang mau kepo-in blognya kak Windi, alamatnya ada di windiland.com. Kak Windi pun sudah mengantongi se-abrek prestasi nge-blog.


How to Start Nge-blog?

Sebelum memulai diskusi inti, Kak Windi mengingatkan kembali atau share tips memulai nge-blog:

Pertama: tentukan tujuan nge-blog.
Ada yang tujuannya berbagi, misalnya berbagi pengalaman dan tips, bisa juga 'mengikat pengetahuan'. Ada pula yang sekadar menyalurkan hobi, pun sebatas bisnis. Dan ada pula yang all in one. Kita masuk golongan yang mana, ya?

Kedua: tentukan segmentasi pembaca.
Kak Windi menyampaikan, ada tiga cara yang umumnya digunakan untuk menentukan segmentasi pembaca. Yaitu, berdasarkan gender, usia, atau pun tema pembahasan blog itu sendiri. Misalnya Kak Windi, di blog Kak Windi umumnya membahas tentang parenting.

Ketiga: memilih nama domain blog.
Pilih nama domain yang mudah diingat, atau pakai nama sendiri dan samakan dengan nama akun-akun media sosial yang kita punya.
Misalnya, nama blog ririnanindya.com, instagram: @ririn_anindya, facebook: Ririn Anindya, begitu. Sekalian promo, ahaha. Apa nama saya masih kepanjangan, ya? Enggak apa - apa deh, agak panjang dikit, karena memang rencananya mau pakai nama sendiri. Dan kelak akan memudahkan orang mengingat nama saya. Contohnya, ini bisa membantu untuk yang mau mengucapkan nama saya beserta binti-binti-nya di depan penghulu. *guling-guling dari depan gang.


Nge-Blog Santai ala Kak Windi


Pertama: enggak menghalalkan segala cara.
Misalnya, copy paste blog orang, udahlah copas seluruhnya, enggak menyertakan sumber. Saya enggak perlu meminta maaf untuk setuju sama Kak Windi, perbuatan kayak gitu mah mempermalukan diri sendiri. Semoga Allah melindungi saya dari perbuatan begitu.

Kedua: enggak memasukkan konten porno.
Nah, ini juga jangan sampai. Pernah dengar bunda Elly Risman - psikolog spesialis pengasuhan anak - berbicara di salah satu stasiun TV, "Orang yang kecanduan pornografi itu, otaknya seperti orang yang kecanduan narkoba, ada bagian otak yang dirusak". Enggak mau kan ya, kita jadi salah satu penyebabnya atau pembuka pintu gerbang bencana itu. Tega banget.

Ketiga: enggak buat judul bombastis tapi isinya kosong.
Misalnya nih, "Perempuan Cantik yang Berubah jadi Ikan Dumang itu Ternyata..."


Nge-Blog Produktif dan Kreatif ala Kak Windi

Walau pun Kak Windi sempat menolak dibilang seorang yang sibuk, tapi enggak dipungkiri bekerja sekaligus mengurus rumah tangga, bukan lah aktivitas yang sedikit. Jadi perlu kreatif untuk tetap dapat produktif sebagai blogger. Begini Kak Windi menyiasatinya:

Pertama, memisahkan proses berpikir atau menyusun wacana dengan proses menulis. Pas mencuci piring Kak Windi sudah berpikir apa yang mau ia tulis. Sehingga saat laptop sudah menyala ia enggak termenung-menung lagi di depan laptop. Hanya lagi, ada tulisan - tulisan yang memang menuntut riset lebih jauh.

Kedua, mencicil tulisan, kena macet di mobil, ketik tulisan di hape, dicicil-cicil gitu. Eh, tahu-tahu cicilan tulisan lunas.

Ketiga, featuring. Jadi, untuk tetap produktif dan segar, Kak Windi membuat rubrik GesiWindiTalk. Ya, sebuah tulisan featuring dengan blogger lain.

Keempat, enggak mengulas produk yang sejenis dalam waktu yang berdekatan. Contohnya untuk job review, atau lomba - lomba seperti yang diadakan produk gadget A, lalu produk gadget B. Dikasih jarak gitu jika sejenis, misal jarak tiga bulan, ini nge-blog mirip - mirip donor darah - berjarak. Pun, dikaitkan dengan genre blog nya, contoh diulas dari sudut pandang parenting atau keluarga jika genre blog-nya parenting.

Kelima, membangun attachment dengan pembaca. Dengan membalas komentar blog, atau menanyakan pendapat pembaca blog di akhir tulisan, pun rajin - rajin jalan - jalan ke blog blogger lain dan meninggalkan komentar alias blog walking. Untuk komentar blog, Kak Windi sendiri pernah dikomentari kurang menyenangkan, buat Kak Windi itu malah dijadikan bahan masukan, kalau memang ada yang perlu dilengkapi atau diperbaiki, ya diperbaiki. Fair. Tapi ada juga yang komentar kurang menyenangkan, keluar konteks, dan pakai akun anonim, kalau itu mah boleh dihapus aja. Terus, jangan lupa untuk share tulisan blog di akun medsos atau grup - grup tanpa harus jadi spam. Ya, misalnya ke grup blogger, ke grup jalan - jalan kalau menulis tentang wisata, ke grup kuliner kalau mengulas tentang kafe atau resep.

M for Blogger Medan - BlogM

Nah, ini ulasan saya dari materi yang dibawakan Kak Windi berdasarkan pengalamannya. Mungkin ada yang punya pengalaman sama atau pun berbeda - beda, boleh dong berbagi. :)

Kamis, 29 September 2016

ASUS ROG G752VS: Laptop Gaming yang Melebihi Ekspetasi

Alkisah, setiap laptop saya punya nama, kadang saya ajak ngobrol juga, seperti kawan. Laptop yang pertama kali saya punya, saya beri nama Choky, yang sudah entah di tangan siapa, ia menghilang. Okay, saya move on. Laptop ke-dua, lebih tepatnya sebuah notebook Asus bewarna biru metalic, bernama Bluwy. Bagi saya, menggunakan laptop untuk keperluan biasa: menulis, browsing, menyimpan data, Bluwy lebih dari cukup. Sudah keren pun rasanya. Dan, enggak habis pikir, ternyata ada laptop yang spesifikasinya jauh lebih gila, gila-gilaan! Seumpama datang dari masa depan, ia hadir terkhusus untuk para gamer: ASUS ROG G752VS. ROG itu sendiri akronim dari Republic Of Game. Dari namanya aja, udah langsung tercium ini laptop bakal jadi kekasih pengguna laptop jenis apa.

Penampakan ASUS ROG G752VS

Apa ya saya lebay? Menyama-nyamakan laptop ini seperti Doraemon yang datang dari masa depan? Tapi rasanya menjadi enggak lebay setelah mengamati kelebihan-kelebihannya. Bukan tanpa alasan, selain menggunakan Windows 10 yang mendukung kita untuk membuka tiga dekstop sekaligus dalam satu layar dan lebih dinamis. ASUS ROG G752VS juga menggunakan dapur pacu Core i7 generasi ke-6, prosesor yang dapat di overlock performanya. Enggak cuma itu, coba kita perhatikan, kelebihan lainnya yang ASUS ROG G752VS punya. Setelah itu, setuju enggak kalau laptop ini dibuat dengan semangat memuaskan hasrat para gamer, enggak pakai tanggung!



1. Kecepatan dan Ketahanan


Yang paling menjadi perhatian gamer dalam memilih laptop, pastinya ketahanan dan kecepatannya. Laptop ini disematkanNvidia GTX 1000 series. Yes, Nvidia pascal merupakan chip grafis paling mutakhir saat ini. Dalam laptop untuk game, keberadaan GPU (Graphic Processing Unit) menjadi sangat krusial, karena Si GPU inilah yang mengolah grafis di games yang kita mainkan. Dengan teknologi laptop dijamin anti lag dan jernih. Dan dengan RAM 64 GB, performa jadi jauh lebih powerfull. Laptop ini juga mendukung teknologi Virtual Reality, misalnya kalau kita mau main games yang kitanya ikut gerak-gerak gitu, game apa namanya ya? Intinya, laptop ini mendukung deh untuk games begitu.




2. Kapasitas Penyimpanan Ekstra Gede
Penyimpanan ASUS ROG G752VS mencapai 2T. Haduh, gimana itu hitungnya? Menyimpan kenangan bersama mantan yang kayaknya seabrek disimpan dimari masih seujung kuku! eh iya gak punya mantan.  Penyimpanannya terdiri dari 1TB storage berjenis HDD dan 2 berjenis SDD, yang juga turut meningkatkan performa gaming menjadi lebih responsif. Dengan penyimpanan yang ekstra lega, gamer enggak perlu hapus-instal-hapus-instal karena khawatir penyimpanannya enggak cukup.


3. Adem dan Mengademkan

Lain kali kan pembuangan panasnya, kayak knalpot gitu
Biasa yang namanya gamer, mainnya kan berjam-jam, jadi pastinya berpotensi kelebihan panas alias overheat, apalagi kalau download bisa jadi ketiduran, udahlah ganggu performa laptop, hawa panas juga bakal buat enggak nyaman. Dengan menggunakan teknologi dua kipas dan pendingin berbahan tebaga, laptop ini terjaga dari yang namanya overheat. Panas berlebihan dari CPU dan GPU akan terdeteksi dan langsung dinetralisir oleh cairan yang terdapat pada ruang uap, dan dikeluarkan dari bagian belakang laptop jadi enggak bakal ganggu tangan kita yang biasanya disamping laptop, semisal lagi pegang mouse. Atau ada yang main games megang mousenya dari belakang laptop? :D Mantaplah kalau gitu.

4. Desain Ciamik
Selain desainnya gaya, ASUS ROG G752VS juga kokoh. Keren gitu ditenteng-tenteng, emangnya tas belanjaan. Bahannya dari aluminium, jadi enggak mudah hancur berkeping-keping kayak hati yang gagal move on.  
Untuk keyboardnya sendiri, fitur anti-ghosting memungkinkan gamer menekan 30 tombol sekaligus! *lalu saya memandang jari tangan dan kaki yang totalnya 20. Iya, anti-ghosting ini buat keyboard jadi responsif. Ngomong-ngomong, keyboardnya juga lembut. Lembut tapi juga terasa kokohnya.
Selain itu, panelnya menggunakan IPS (In Plane Swiching) yang membuat kita dapat melihat dengan sudut pandang yang lebih luas.

Pingin bawa pulang

Yes, itulah Si ASUS ROG G752VS, kecepatan, kenyamanan, penyimpanan, apalagi-apalagi, lengkap! Mungkin kalau para gamer jatuh cinta, bakal ada yang minta laptop ini jadi mahar, ahaha. 

Minggu, 25 September 2016

Mie Pedas yang Ajak Bertarung

Saat SMP sampai awal kuliah, paling sering memikirkan ingin menaklukan tantangan semacam naik roller coasterbunge jumping, atau makan makanan pedas level tinggi. Namun makin kemari, tantangan yang ingin ditaklukan lebih ke sesuatu yang enggak tampak di mata, seperti menaklukan target, mengambil keputusan, atau menaklukan hati. Lah?
Menjawab tantangan dan lihat reaksinya
Jadinya, udah jarang coba makan makanan sangat pedas untuk sekadar coba-coba. Lebih milih pedas-pedas jambu, memangnya jambu, pedas? Namun beberapa hari lalu dapat challenge dari Mie Ayam Mahmud untuk coba menu baru mereka "Mie Boxing", mie goreng pedas dengan lima level : hangat, panas, demam, step, dan terakhir stroke.

Karena sempat penasaran dengan menu ini, tawaran nikah saya terima, eh tawaran challenge. Membayangkan pedas, udah rada berliur. Cuma sih dalam hati sudah pasang niat juga untuk pesan yang enggak pedas-pedas kali, ahaha. Khawatir kalau terlalu pedas, ntar makanannnya malah enggak termakan.

Dan malam itu, mie level panas yang saya pilih - level ke-dua dari lima level terhidang di depan saya. Kok penampakannya biasa aja, enggak ada cabai-cabainya gitu? Apa iya ini pedas? Apa level yang saya pesan terlalu rendah? Namun aroma cabai sudah tercium. Ternyata, cabai uleknya ada di bawah mie, tersembunyi. Maka diaduk-aduk dulu, biar tercampur mi dan cabainya.

Mie Boxing level panas
Pedas? Bagi saya, ini sudah cukup pedas. Pedasnya dapat dan rasa mi gorengnya juga dapat. Selain pedas cabai, ada rasa rempah seperti merica. Jadi pedasnya bukan pedas saos. Mi Boxing ini juga diramaikan dengan kehadiran cincangan jamur, kriuk - kriuk yang gurih, telur mata sapi, kerupuk, dan sayur seperti sawi, tomat, dan timun.

Saya sempat mencoba mi yang dipesan teman saya: level demam dan stroke. Otomatis, punya mereka lebih pedas. Nah, reaksi mereka pas makan tuh, ada yang langsung minum tapi ada juga yang masih nyantai. Saya buka tipe yang enggak tahan pedas, pedas yang buat saya enggak nahan adalah pedasnya kata-kata dari orang yang saya cintai T_T. 

Hanya ya itu, jika ada orang yang makan pedas untuk menikmati sekaligus menaklukan, saya cukup di tipe yang menikmati makanan pedas, jadi enggak pesan yang terlalu. Kalau yang benaran enggak tahan pedas, bisa pesan yang level hangat saja.

Mi Ayam Mahmud, ada sejak tahun 1988. Untuk Medan, ada empat gerai: di jalan Abdullah Lubis, Carefour Citra, Plaza Medan Fair, dan Amaliun Foodcourt. Menunya ramai. Jadi, kalau enggak mau makan mie yang ngajak berantam ini, Mi Boxing, bisa pesan menu lain seperti mi ayam atau soto, dua menu tersebut pernah saya coba di kesempatan sebelumnya.

Mi Ayam Mahmud yang sudah ada sejak... dulu
 
Soto Ayam Mahmud + Nasi, 18K (September 2015)
Well, saya menulis ini dengan rasa kangen pada Mi Boxing level panas, mengingatnya dengan rasa rindu dan gregetan. 

Sabtu, 24 September 2016

Medan Napoleon Oleh-Oleh yang 'Ngartis' di Medan

Biasa, Artis. Banyak yang Minta Foto

Medan Napoleon, hanya tinggal menghitung hari, kue ini bakal 'ngartis' di kota Medan. Kamu yang main ke Medan, bisa mencoba kue unik ini dan rasakan sensasi baru. Kamu yang mau mengunjungi sahabat di luar Medan, bisa membawa ini sebagai oleh-oleh. Kamu yang mau buat suasana jadi lebih akrab saat ngobrol-ngobrol, bisa menyajikan kue ini sebagai teman teh atau kopi. Dan kamu, yang mau meluluhkan hati calon mertua, berdoalah.

Mendengar kata "Napoleon", saya langsung berpikir tentang seorang kaisar Perancis dan juga pemimpin Italia pada awal abad ke-19, seorang pemimpin yang kontroversial. Namanya pun sempat masuk daftar pada buku "100 Tokoh yang Paling Berpengaruh" tulisan Michael H. Hart. Lalu, saya jadi penasaran, mencari-cari benang merah antara kue Medan Napoleon dengan Napoleon Bonaparte. Benarkah ada suatu hubungan di antara mereka yang selama ini tidak diketahui publik? *mata picing-picing kayak kenak lampu jauh motor.

Jadi, walau pun namanya 'aroma Perancis', asal kue Napoleon ini justru dari Rusia. Apakah ini ada hubungannya dengan invansi Perancis atas Rusia? Oke, next time akan saya cari tahu lagi, karena hubungan yang perlu diupayakan agar menjadi  jelas dan sah sekarang, adalah hubungan aku dan kamu.Uhuk.

Awalnya yang kasih tahu kue Napoleon itu berasal dari Rusia, Si Babang Irwansyah. Ya, Irwansyah, belahan jiwa-nya Zaskia Sungkar, abang iparnya Shiren Sungkar - Cinta Fitri, itu loh. Kok abang itu pula yang kasih tau saya ya? Alhamdulillah karena waktu itu saya bisa hadir di soft launching Medan Napoleon oleh-oleh paten dan kekinian dari Irwansyah, bersama teman-teman dari FLP Medan dan Blogger Medan.

Jangan senyum-senyum dengan bangku sebelah yang kosong
karena abang ini udah pernah duduk di bangku pelaminan
Jadi kue napoleon itu, saya juga bingung, ini kue, roti, atau apa ya? Karena ada bolunya, terus ada kayak semacam crepes, terus ada isinya gitu. Agar lebih jelas, coba lihat gambarnya. Mau lebih jelas lagi, nikmati kuenya. Yang mulai dapat dinikmati khalayak ramai pada 30 September 2016.

Perhatian: Makan dengan tangan kanan dan
jangan makan benderanya

Medan Napoleon sendiri terdiri dari lima varian rasa : Napoleon Durian, Napoleon Cheese, Napoleon Caramel, Napolen Green Tea - Coklat, dan Banana Crezy. Durian-nya pakai Durian Medan, udah maklum kali lah, karena Medan ini terkenal dengan Durian. Kalau kata Irwansyah, "Dari sekian banyak durian yang saya coba, durian Medan, durian yang paling enak."

Saat bertemu kue ini, saya enggak bisa jaim atau mendadak bangsawan. Saya langsung coba dua rasa, rasa Durian dan Cheese di TKP. Ya, walau pun enggak jaim, makannya tetap satu persatu lah, dikunyah, dan enggak sama piring-piringnya. Lalu, gimana sensasinya? Saya suka! Pas pula belum sarapan. Manis dan lembut. Ada semacam bolunya dan juga crepes-nya. Sehingga bukan hanya ragam rasa saja yang dapat kita nikmati saat menggigitnya tapi juga dengan tekstur yang berbeda-beda.

Wawasan saya tentang kue memang pas-pasan, jadi payah bilangnya. Sebagai orang yang polos di dunia per-kue-an, yang saya tahu: kue ini enak!

Favorit saya: Green tea - Coklat 

Varian mana yang paling saya suka? Yang udah di-kotak-in, dan yang bisa saya bawa pulang, Green Tea -Chocolate! Karena saya juga memang bukan maniak durian. Teman saya bilang, dia paling suka justru yang Durian, ada juga yang suka Cheese. Lalu bagaiman dengan rasa Caramel dan Banana? Nah, ini sayangnya. Sayangnya saat itu, di antara kami belum ada yang sempat mencicipi kedua rasa itu.

Enggak bermaksud buat ngiler, namun jari  ini rasanya gatal mau kuliti nih Napoleon Green Tea - Chocolate.

Bagian terluar, teksturnya seperti bolu lembut, kita akan menemukan rasa teh hijau pada bagian ini dan tidak terlalu manis, sedikit saja manisnya.
Bagian crepes, crepes ini, ini crepes ya? Enggak tahu namanya, lupa nanya, cuma ingat makannya, aih menurur saya, rasanya sama denga crepes yang ada di varian cheese dan durian.
Bagian coklat, manis tapi enggak enek, dan pada coklat itu, ada printilan kacang mete.

Tapi enggak perlu sedih juga sih, karena seperti yang saya tulis tadi, hanya tinggal menghitung hari, Medan Napoleon akan Grand Launching. Yes, tepatnya tanggal 30 September 2016, bakal bisa dinikmati lagi.

Markas Medan Napoleon ada di Jl. Wahid Hasyim No. 46/45 Medan. Dari pada stalk mantan dan gagal move on, mending stalk aja akun instagram Medan Napoleon di @medannapoleon atau facebook di @medannapoleon. Enggak nyesallah kelen, gitu.

Kamis, 01 September 2016

Persiapkan Awal Kehidupan Terbaik Sang Buah Hati


Ini keempat kalinya saya mengikuti talkshow bertajuk parenting. Persiapan ini penting, bahkan sebelum menikah atau pun ketemu jodoh. Fixed, ini merupakan salah satu poin dari kriteria calon mantu idamanTiap kali, selalu saja ada wawasan baru. Mulai dari membahas persiapan sebelum hamil, masa kehamilan, menyusui, stimulasi perkembangan anak, bahkan tentang potensi alergi pada anak. Rasanya enggak ada habisnya untuk dicari tahu. Semakin tahu, semakin menarik, dan tentunya semakin siap menyambut kehadiran sang buah hati.


Periode Keemasan Enggak Dapat Diulang
Keponakan, Baby Cetta yang Senang Ngobrol
Tepatnya, Sabtu 27 Agustus 2016. Prenagen melangsungkan PRENAGEN Pregnancy Educational Journey (PPEJ) 2016 di Kota Medan. Sebagai seseorang yang berhasrat memberikan yang terbaik bagi buah hati kelak, tentu hal ini enggak mau saya lewatkan, ditambah lagi info yang saya ketahui, ada beberapa pakar sebagai pembicara. Pun mengingat Prenagen merupakan salah produk susu untuk ibu hamil yang sudah ada sebelum saya lahir. 

Benar saja, bukan hanya saya yang antusias. Bukan hanya para ibu / calon ibu, tetapi banyak para ayah pun punya semangat yang sama untuk membekali diri dengan pengetahuan.

Sebelum talkshow utama dimulai, di PPEJ menggelar beberapa booth. Misalnya booth yang sempat saya kunjungi yakni booth yang berbagi pengetahuan tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan makanan bernutrisi. Para peserta pun bisa melakukan tanya-jawab.

Mampir di Booth Menyusui

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI

Sebelumnya, saya telah mengetahui bahwa Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sangat penting bagi bayi yang baru lahir bahkan si ibu. Di antaranya, IMD akan menguatkan kontak batin ibu dan anak, membuat keduanya lebih tenang, bayi pun berkesempatan mendapatkan kolostrum - ASI yang pertama kali keluar yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh bayi; baik ketahanan dari infeksi atau pun ketahanan saluran pencernaan. Sakin bergunanya kolostrum bagi bayi, cairan ASI ini sering diistilahkan sebagai cairan emas dan the gift of life.
Namun saya baru tahu, penting untuk memastikan rumah sakit atau klinik persalinan kelak, mendukung IMD dan sebelum bersalin kita juga bisa meminta untuk menjalani  IMD nantinya, agar proses ini enggak terlewatkan. O ya, IMD dapat dilakukan baik pada persalinan normal atau pun sectio caesar.
Sang ayah ingin menjalin kontak batin dengan anak juga? Tentu bisa. Diantaranya dengan cara memijat dan memandikan sang buah hati.
ASI ekslusif diberikan selama 6 bulan pertama, dan sebaiknya pemberian ASI dilanjutkan hingga 2 tahun. Anak yang mendapat ASI memiliki risiko lebih rendah terhadap alergi dibanding anak yang diberikan susu formula.
Selain bagi anak, memberikan ASI juga bermanfaat bagi ibu. Di antaranya dapat menurunkan risiko baby blues atau depresi pasca melahirkan, karena menyusui merangsang pengeluaran hormon oksitosin yakni hormon yang memicu perasaan bahagia. Menyusui juga mengurangi risiko terkena kanker payudara dan ovarium.

Stage talkshow PPEJ Medan 2016
Hahai, tulisan kali ini bakal panjang, tapi enggak sepanjang jalan kenangan. Sebab, dalam PPEJ ini ada tiga pakar yang akan berbicara, yang tentunya sebisa mungkin tidak ada yang terlewatkan. Mulai dari dr. Boy Abidin, SpOG(K), merupakan ahli kebidanan dengan fokus bidang fertilisasi, yang akan berbicara tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Dan ada pula Mbak Roslina Verauli. M.Psi, merupakan psikolog anak dan keluarga. Mbak Verauli akan membahas tentang drama tiga babak masa kehamilan dan pentingnya dukungan suami. Terakhir, ditutup oleh Bunda Irene F. Mongkar yang merupakan pakar stimulasi anak.

1. Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan masa kritis atau masa keemasan, Jika 1000 HPK mengalami gangguan, dapat menyebabkan gangguan permanen pada anak, dan periode ini enggak bisa diulang.
1000 HPK bukan dimulai saat anak lahir, melainkan dimulai saat sel sperma bertemu dengan ovum, yakni 270 hari saat kehamilan dan 730 hari setelah dilahirkan. Namun, banyak orang yang baru mengetahui kehamilan saat memasuki pekan ke-empat kehamilan, padahal saat itu tabung saraf sudah mulai terbentuk. Tabung saraf merupakan struktur embrio yang akan berkembang menjadi otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan yang menyertainya. 

Belum lagi, biasanya pada tri semester kehamilan sang ibu mengalami mual-muntah, sehingga seringkali sulit mengasup nutrisi. Maka diperlukan persiapan baik dari sisi psikologis maupun nutrisi sebelum kehamilan atau bahkan sebelum pembuahan. Sehingga, nutrisi ini dapat menjadi cadangan makanan saat tri semester pertama kehamilan. Meski sudah ada cadangan makanan untuk janin, ibu hamil penting tetap mengasup nutrisi. Hanya saja persiapan nutrisi yang sudah dimulai sebelum kehamilan diketahui, membuat bumil enggak perlu cemas jika mual-muntah itu membuat janin akan kekurangan nutrisi.

Mengapa pemberian nutrisi ini sangat penting? Karena jika mengalami mal nutrisi atau kekurangan gizi, anak berisiko lebih besar mengalamai penyakit kronis dan gangguan kognitif. O ya, kelainan pada janin dapat dikarenakan faktor genetis, dapat pula faktor nutrisi ini.

Untuk mencegah kekurangan gizi, diperlukan zat besi, asam folat yang berperan dalam pembentukan tabung saraf dan meregenerasi sel-sel yang rusak, vitamin A, Zinc, dan ASI - yang mengandung seluruh nutrisi yang diperlukan agar anak berkembang secara optimal. Jadi, bagi ibu menyusui, berikan ASI sesering mungkin, bukan hanya kuantitas, kualitas ASI juga perlu diperhatikan. Selain itu, hindari juga asap rokok, polusi, alkohol, serta berikan imunisasi lengkap. Ikuti pula anjuran dari tenaga kesehatan tentang kecukupan nutrisi dan suplementasi yang diperlukan.

Makanan bumil, nutrisi janin
Nutrisi ibu adalah nutrisi janin. Dan ayah, juga penting memperhatikan kesehatannya, agar lebih optimal mendampingi ibu dan buah hati kelak. Menurut penelitian, sperma pada pria perokok jauh lebih rendah dibanding pria yang tidak merokok.

Janin seperti halnya manusia dewasa yang memerlukan beraktivitas, nutrisi, dan tidur. Gerakan janin mulai dapat dirasakan di trisemester terakhir. Jika ibu dalam kondisi tenang, gerakan janin akan semakin aktif, namun jika ibu  banyak beraktivitas, gerakan janin akan lebih sedikit. Saat di atas kehamilan 9 bulan, gerakan janin akan semakin sedikit, sebab rahim yang semakin sempit karena janin yang makin besar dan air ketuban yang semakin sedikit hingga janin enggak leluasa bergerak. Paling tidak, ibu harus dapat merasakan 10 gerakan janin per 12 jam. Jika janin bergerak, respon ia dengan mengelus.

Jika Ia Bergerak-Gerak, Beri Ia Respon Positif
Masa kehamilan bukan berarti masa 'mager', bumi disarankan tetap melakukan olahraga yang low impact. Dukungan suami sangat sangat berarti di masa-masa seperti ini.


2. Drama Tiga Babak Kehamilan

Yang namanya drama biasanya kan terkait dengan up - down kondisi mental. Wawasan kali ini, diperlukan untuk menghadapi momen kehamilan dan pasca melahirkan dengan bahagia, daaaan ternyata peran ayah sangat berharga di masa ini, perlu peran ayah sepanjang masa sih. Eh tapi pokoknya masa ini penting lah support 'misua'.

Bunda dan Ayah Cetta: Support Suami Baik Bagi Ibu dan Janin

Babak I: Usia kehamilan 1 - 3 bulan
"Pas hamil tri semester pertama beneran drama ya?" Tanya saya pada sahabat di sebelah yang mengikuti PPEJ ini juga. Karena sempat tahu, pas awal-awal kehamilan dia memang rada emosional gitu.
"Ya, si aa' (suaminya) lupa beli pesananku gitu, terus aku bisa merasa enggak disayang, belum lagi mual muntah." Tutupnya dengan tawa.

Selain perubahan pada tubuh, sangat umum bumil di babak satu ini mengalami morning sickness bahkan all day sickness. Para ibu di masa ini dapat belajar meminta dukungan suami tanpa membuatya merasa tertekan dan si ibu pun tetap merasa bahagia.

Suami dapat memberikan dukungan berupa membantu tugas-tugas rumah tangga, menemani konsultasi ke dokter, dan melakukan relaksasi bersama.

Teknik Relaksasi dari Herbert Benson

Babak II: Usia kehamilan 4 - 6 bulan
Moment ini dapat dikatakan menjadi momen paling membahagiakan di masa kehamilan. Biasanya tidak lagi mengalami morning sickness atau mual muntah. Momen bahagia yang akan berguna untuk dikenang, termasuk saat relaksasi di masa down.
Sang suami perlu memberikan support istri, setidaknya dengan beranggapan "You're sexy Mom, bukan ibu gemuk." Gitu deh kalimat Mbak Verauly yang terdengar seksi.

Babak III; Usia kehamilan 7 - 9 bulan


Get Ready!
Ini merupakan masa-masa bersiap untuk menanti kelahiran sang buah hati. Mulai pack tas kecil untuk ke rumah bersalin, merencanakan siapa yang akan menemani. Sedang peran suami adalah menjadi suami yang siap siaga. Siap membuat ibu merasa bahagia. Penting buat suami juga merasa bahagia dalam memberikan support.
Mengapa bumil perlu rileks? Karena dengan semakin berat, bumil mudah merasa lelah, mudah mengantuk, sehinga mudah mengalami depresi sebelum melahirkan. Jika calon ibu mengalami depresi berkepanjangan, hal ini berisiko meningkatkan kemungkinan baby blues pasca melahirkan, keguguran, anak memiliki mood buruk, atau berat lahir rendah.

Bumil Mesti Pintar-Pintar Mengatur Emosi
Jadikan Kebahagiaan Utama Berasal dari Dalam Diri

Pasca melahirkan
Biasanya para ibu ingin menjadi Super Mom, melakukan banyak hal sendirian dan mendetail, "Don't take over tasks, Mom." Di sini adalah masa-masa ibu beristirahat, recover selama 2 - 4 pekan setelah melahirkan.
Sehingga ayah juga perlu terlibat dalam pengasuhan anak sehari-hari, atau juga melakukan relaksasi bersama.

Peka Ya, Yah :')

Memang, yang hamil adalah ibu, namun dukungan suami sangat penting bagi kebahagian ibu dan buah hati. "Ibu yang bahagia merupakan prediktor keluarga yang bahagia karena ibu merupakan pusat emosional di rumah." Tutup Mbak Verauli.


3. Stimulasi; Makanan bagi otak bayi
Tidak sedikit orang tua hanya berfokus memberikan makanan bagi perut anak, namun mengabaikan memberi makanan pada otak anak. Padahal makanan bagi otak enggak kalah penting dibanding makanan untuk perut. Pemberian makanan untuk otak yakni dengan stimulasi.

Stimulasi terbagi dua: stimulasi sensori yakni kompetensi penglihatan, pendengaran, perabaan. Dan stimulasi motorik yang berupa mobilitas, bahasa, dan manual. Lakukan secara berurut dan jangan sampai ada yang terlewati.

Stimulasi Sensori:

Tahap I (Sejak lahir - rata-rata 2,5 bulan)
Pada tahap ini stimulasi sensori penglihatan berupa kompetensi refleks cahaya. Pupil bayi akan membesar saat berada di ruangan gelap dan mengerut saat di ruangan terang.

Kompetensi pendengaran, berupa refleks kaget. Ya, anak distimulasi untuk kaget, bayi akan menegangakan seluruh tubuhnya untuk sementara saat kaget. Hal ini ditujukan untuk melatih kewaspadaan jika ada bunyi keras dan mendadak yang dapat mengancam keselamatan. Apabila bayi memberikan respon yang konsisten, makan dapat dilanjutkan tahap berkutnya.

Kompetensi perabaan, dengan refleks Babinsky, yakni refleks menegangkan jari dan telapak kaki. Tujuannya, agar bayi memiliki daya dorong untuk keperuan merayap dan merangkak.

Tahap II (2,5 bulan - rata-rata 3,5 bulan)
Di tahap ini bayi dilatih untuk memiliki kemampuan memperhatikan garis dan bentuk, menemukan letak, dan mengikuti bayangan. Sedangkan untuk pendengaran, bayi distimulasi untuk membedakan sauara keras. Bunyikan suara keras, setelah ada respon. Angkat dan peluk bayi, agar bayi tahu dia dalam keadaan aman.
Sedang efek perabaan, bayi distimulasi merasakan sensasi perabaan yang kuat, semisal dingin es batu, atau handuk hangat.

Tahap III (3,5 bulan - rata-rata 4,5 bulan)
Bayi mulai menikmati apa yang ia dengar, lihat, dan rasakan. Orang tua harus rajin mengajak bayi berbicara dengan jelas, ekspresif, dan menyenangkan. Usahakan tidak ada suara gaduh. Bayi juga dikenalkan dengan suara lainnya, seperti suara air mengalir, pintu ditutup, sambil orang tua mengenalkan suara apa itu dengan mengatakannya. 


Stimulasi Motorik
Yakni dengan memberikan anak kesempatan seluas-luasnya untuk bergerak. Anak harus melewati 5 tahapan gerak, jangan sampai ada yang terlewat:
  1. Menggerakkan tangan dan kaki tanpa berpindah tempat
  2. Merayap
  3. Merangkak. Merangkak merupakan gerak pertama bayi melawan gravitasi, merangkak melatih daya konsentrasi anak, membantu anak mempersepsikan ruang, melatih koordinasi tangan dan mata, serta melatih keseimbangan dan kekokohan anak yang dapat membantunya pada tahap selanjutnya
  4. Berjalan 
  5. Berlari
Tunda untuk memberi stimulasi kepada anak saat anak rewel, tidak sehat, atau pun lapar karena stimulasi tidak akan berhasil jika anak sedang dalam kondisi seperti ini. Upayakan orang tua saat memberi stimulaasi dalam keadaan yang rileks pula.


Benar panjang tulisannya, dan sepertinya masih ada bagian yang terlewat. Hal-hal yang dibahas di event ini, bisa ditelusuri di twitter atau pun di instagram dengan tagar #PPEJ2016 #IbuSehatIndonesiaSehat #PrenagenPeduli dan #PRENAGRAM.

Memang hal-hal begini penting untuk diketahui calon ibu dan ayah, agar lebih tenang menghadapi masa kehamilan dan dapat mengambil langkah terbaik yang kita bisa, sebab masa keemasang 1000 HPK enggak bisa diulang. Dan tentunya, jangan lupa berdoa. :)

Calon Mantu yang Recommended : Mempersiapkan Wawasan Sebelum Menikah :D
Berlaku Juga Untuk Calon Mantu Laki-Laki

Rabu, 31 Agustus 2016

Investasi: Sekarang Aja atau Tunggu Serba Ada?

Di suatu malam yang dingin berteman kacang tojin

Ra     :
"Kayaknya udah harus mikir berinvestasi."

Lin    :
"Iya, penting itu."

Ra     :
"Disarankan inves emas, tapi ini 1 gram pun belum, ahaha. Soalnya kalau tabungan biasa, biasanya kalo udah enggak ada uang di ujung bulan, main tarik aja, enggak tahan lama-lama."

Lin    :
"Dan harus cari tambahan pemasukan."

Ra     :
"Ya, harus cari tambahan pemasukan. Mungkin dimulai dari cari suami."

Lin   :
"Ya, cari suami."

Jika ada kesamaan kejadian dan inisial, percayalah ini sebuah kesengajaan dan berdasarkan kisah nyata. Coba ambil hikmahnya aja – kalau ada.

Sebenarnya itu percakapan saya dan teman saat lebaran lalu. Secara gak langsung, mulai menginsyafi perlunya persiapan keuangan. Mungkin ya, kita udah kepikiran bantu-bantu biaya nikah (emang jodoh udah ada? Udah lah, maksudnya udah tertulis di Lauwhul Mahfuz), atau pingin menyenangkan orang tua, biaya rumah kelak, atau keperluan darurat. Kalau dimulai dari sekarang aja belum tentu memadai, konon lagi nanti? Cemanalah ya namanya juga keperluan makin lama, makin kompleks.

Di sisi lain, juga berpikir kalau perlu pemasukan tambahan. Namun secara pribadi saat itu, mikirnya pemasukan tambahan = pekerjaan tambahan = waktu, tenaga, dan pikiran tambahan. Wajar sih, tapi masih sempat? Kalau sedang tidak memungkinkan mencari pekerjaan tambahan, kenapa enggak mulai mengurangi pengeluaran yang tidak perlu? 

Belum lagi, ada inflasi. Sederhananya, diperkirakan barang-barang lebih mahal 5% per 10 tahun, dengan kata lain mesti lifestyle-nya gitu-gitu aja, pengeluaran tetap akan naik 5% tiap 10 tahun.

Masih kebayang harga es lilin di kantin SD, dulu harga Rp 50 – Rp 100, sekarang es lilin standarnya Rp 1.000. Pun terngiang lagu anak-anak “Abang Tukang Bakso”, satu mangkuk saja 500 perak! Sekarang mana dapat, bakso kojek aja  udah seribuan. Jadi kalau dengar odong-odong putar lagu “Abang Tukang Bakso”, ini otak langsung hitung udah berapa persen inflasi sejak lagu itu diciptakan. Guys, udah di atas 1.000%!

Bukan Soal UN:
Kalau sekarang berkisar 10rb-25rb rupiah, berapa harga 10 tahun lagi?

So, kesimpulannya persiapan materi memang penting, dan sebisa mungkin materi yang dipersiapkan itu mengalami pertumbuhan nilai dari masa ke masa. Kalau tabungan biasa, sepertinya bukan solusi optimal untuk persiapanan jangka panjang. Udah nabung lama-lama untuk jangka panjang, nilainya tidak meningkat, tergerus inflasi dan biaya administrasi. Dan godaan buat narik dari ATM juga tinggi.  Jawaban kegalauan ini ya investasi keuangan. Tapi investasi bentuk apa?

Tetangga saya, investasi dalam bentuk sapi, Si tante dalam bentuk properti. Dulu, orang tua saya investasi dalam bentuk sebidang lahan, perlu dana darurat tahun 2006, baru tejual tahun 2012, super sekali. Karena kalau mau dijual saat itu juga, eh harga yang ditawarkan pembeli bakal buat gigit jari. Akhirnya kredit bank, seperti kebanyakan pegawai negeri.

Investasi keuangan banyak macamnya seperti emas, properti, deposito, obligasi, saham, reksadana. Sapi juga bisa jadi investasi, kayak tetangga saya tadi. Namun, setelah dipikir-pikir dengan pengalaman orang tua dan diri sendiri, ada baiknya investasti dalam bentuk yang kasih kemudahan, keamanan, kenyamanan, kesempurnaan cintaaaa.

Kemudahan
Sering malas untuk pergi bertransaksi  menyimpan atau mencairkan simpanan? Udah gitu cuma bisa di jam-jam tertentu.  Nah, sekarang ini investasi juga ada yang bisa bertransaksi secara online, dan bisa kapan aja.

Keamanan
Sistem online? Udah berapa kali ya diberitakan tentang pembobolan bank, di-hack gitu. Pilih perusahaan manajemen investasi yang memberikan keamaan. Seperti password sekali pakai yang dikirim ke ponsel pribadi, lalu juga diamankan dengan password pilihan sendiri, dan hanya bisa dicairkan di rekening bank sendiri.

Perlu diperhatikan apakah perusaahaan manajemen investasi, diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)? Karena salah satu tugas OJK kan mengaudit, memantau apakah perusahaan ini sehat atau sebaliknya.

Kenyamanan
Yang ada layanan investornya lah pastinya. Dan risikonya masih masuk akal dengan keuntungan yang didapat.


Investasi bentuk emas, kayaknya udah dimulai sebelum negara api menyerang, satu - dua generasi sebelum saya sering menyarankan juga. Jadi gitu, ada uang-beli emas, cicil-cicil kumpulkannya, lalu letak dalam peti, kubur, dan buat peta harta karun. Cumanya ya, pas perlu mesti jual emasnya dulu, mau beli pun pergi ke toko dulu, atau sekarang ada juga memang tabungan mas dan baru bisa ditarik sampai nilai tertentu.

Investasi dalam bidang properti atau tanah? Uang saya sekarang cukup lah belinya, beli sekarung tanah, sebidang tanah mah kagak. 

Kalau investasi saham, umumnya memilih dan memantau investasi saham / aset secara mandiri, ya perlu cukup-cukup informasi dan keberanianlah.

Sedangkan reksadana, merupakan investasi dalam beberapa jenis investasi (saham, obligasi, atau deposito) ke beberapa perusahaan, dapat melalui perusahaan manajemen investasi. Jadi, kalau aset ada di 15 perusahaan, sedang ternyata 2 peruasaahaan tidak memberi keuntungan namun sebaliknya, masih akan di-cover 13 perusahaan lainnya yang bisa jadi justru memperoleh keuntungan.

Nantinya perusahaan Manajemen Investasi secara profesional menganalisa keuangan, melakukan pemilihan aset, dan pemanatauan investasi.

Sebagai contoh, perusahaan manajemen investasi dan salah satu jenis produk reksadana-nya yaitu Manulife kalau di iklan tivi taunya ini sih perusahaan ansuransi. Ternyata sejak tahun ’98, Manulife punya anak perusahaan yang dinamakan MAMI (Manulife Asset Management Indonesia) dengan beragam produknya.




Eh, tapi kan gaji juga bakal naik? Yakin enggak perlu persiapan untuk keadaan darurat? Atau gaji bakal cukup-cukup aja untuk pengeluaran kelak alias enggak perlu kredit sana-sini?

Pilih yang sesuai diri - termasuk aman dan nyaman juga di hati, pelajari dan cari informasi juga tentang prosesnya, serta hindari sungkan bertanya dengan yang paham atau berpengalaman. Teteup, investasi jangan tunggu serba ada, tunggu banyak uang, tunggu gajinya udah sekian, eh tahu-tahu udah datang aja masa paceklik tapi lumbungnya kosong. Kalau udah gitu, mau bilang apalagi?

Sayang, ingat, 10 – 20 tahun lagi, semakin tua udah jelas, tapi masa' harus kerja jauh lebih keras, menghadapi inflasi dan cicilan yang enggak lunas-lunas?
Kecuali dari sekarang udah mulai investasi, bisa jadi nanti kita bisa menjelajah negeri ini, pergi haji, lalu menyusuri selat Boshporus dengan cruise di Turki.

Menunda untuk menunda, dengan cara lakukan sekarang aja!

Senin, 29 Agustus 2016

5 Cerita Punya Medan

"Saya kira, mbak itu yang dari Medan, bukan Mbak ini."
"Kenapa gitu?" Saya penasaran dengan perkiraan Abang panitia berkumis tipis, berambut klimis dan rada manis ini.
"Yang saya tahu, orang Batak kan kalau bicara, suaranya keras ya, tapi Mbak enggak begitu." 

Percakapan itu terjadi saat mengikuti kegiatan di ujung timur Sumatera, kegiatan yang diadakan suatu NGO yang berpusat di Jakarta. 

Jadi pingin bawa Abang itu ke Medan. Bukan, bukan untuk oleh-oleh ke orang tua, tapi untuk dikenali pada ibu kota Sumatera Utara. Kalau saat itu ada kesempatan lebih panjang, saya akan bilang,

"Jadi kan Bang, di pertemuan kita yang sementara ini, lima hal ini lah yang bisa saya ceritakan..."


1. Orang Medan
Orang Medan itu, Bang. Bukan hanya etnis Batak – pun orang Batak banyak juga yang lembut. Bahkan, Medan dulunya merupakan daerah kesultanan Deli. Sampai sekarang pun Abang masih bisa lihat warisan budayanya. Saya sendiri dari etnis Sunda yang lahir dan besar di Medan. Memang, budaya Batak memberi warna dan berasal dari Sumatera Utara.
Untuk keunikan logat, saya pikir tiap daerah punya keunikan logat masing-masing. Ada masyarakat yang sangat kental logat kedaerahannya, tapi ada pula yang tidak begitu.

Etnis apa cari, Bang? Melayu ada, Batak ada, Jawa ada, Tamil ada, Tionghoa ada, Aceh ada, Minang ada, banyak lagi adanya, singgah dulu sini. Sehingga lumrah sejak kecil, saya sudah terbiasa dengan heterogenitas etnis atau pun agama.


2. Kuliner Medan
Yang terkenal itu memang Durian Ucok, tapi sebenarnya ada beberapa lagi kedai durian, bahkan kalau musim durian, Abang mesti hati-hati bawa motor - bukan mau doakan yang enggak bagus, cuma mau ingatkan - kalau Abang  jatuh di pinggir jalan, bisa-bisa jatuh di tumpukan durian, karena sikit-sikit aja kita jalan, ada jualan durian.
Kalau Abang harus minum obat setelah makan, tiga kali sehari, pagi, siang, malam. Tapi Abang maunya cuma makan lontong. Medan available buat Abang: lontong pagi, lontong siang, lontong malam, ada. Bersaing sama mini market 24 jam.

Lontong Medan Buatan Mak Saya

Soto, teri, ikan mas arsik (nulis ini jadi pingin makan). Yang khas Medan ada, yang umum di Indonesia pun banyak. Seperti bakso, ada bakso segede bola voli sampai sekecil guli. Bakso isi telur, daging, isi cabai, isi hati pun ada. Bakso aja ada hatinya, Abang ada juga, kan?

Kalau Abang bingung, Abang bisa meluncur ke Cak Coba atau Medan Food Blog, kalau Abang tambah bingung karena sakin banyaknya pilihan, ajak saya dan tim 'sapu bersih' aja Bang, nanti kami pilihkan tempatnya.


3. Wisata

Wisata kuliner, udah. Kurang lengkap kalau belum wisata ke tempat-tempat di Kota Medan. Kalau udah bosan dengan pusat perbelanjaan, bisa coba jalan-jalan ke museum, tempat-tempat bernilai sejarah, perpustakaan, taman kota. 
Sisi Lain Lapangan Merdeka
Saya punya refrensi buat Abang, kalau mau lihat-lihat sejarah dan budaya kota Medan, Abang bisa stalk instagram @medanheritage, instagram komunitasnya loh ya, bukan instagram founder-nya. Mau berwisata di Medan dan sekitarnya juga bisa intip medanwisata.com, kece kan, Bang? Founder-nya JOMBLO sampai halal loh. tapi enggak available buat Abang, buat adek Abang yang cewek, bisa lah. 


4. Komunitas dan Anak Muda Medan
Komunitas di kota Medan pada tahap mana: tumbuh, bangkit, berkembang, atau tahap mencetarkan? Sesungguhnya, saya tidak yakin menglasifikasikannya di tahap mana. Namun yang saya tahu, ada banyak komunitas di Medan yang tersiar atau pun tidak, yang memberikan aura positif untuk Medan yang lebih baik, dengan konsentrasi yang berbeda-beda, misalnya saja ada BlogM-Blogger Medan, FLP Medan, Medan Heritage, Indonesia Youth Icon, SIGI Medan, ATTIK, dan banyak lagi. Bahkan, kerap komunitas-komunitas di Kota Medan pun mencoba untuk bersinergi satu sama lain, 
Bertemu dan Bersastra

Komunitas dan anak muda kota Medan, saling terkait satu sama lain, Bang. Kalau Abang mau buat persiapan informasi sebelum tiba di Medan, Abang bisa cari tahu dulu, enggak harus menghubungi saya karena anak muda Medan bukan hanya saya. Abang bisa ngulik Cerita Medan untuk ragam informasi kota Medan yang menginspirasi. Atau Abang pingin tahu lifestyle Medan sekaligus humornya? Klik aja Komburkali.

Membayangkan kota Medan di masa depan dengan potensi-potensi seperti ini, mendadak haru.


5. Cerita Medan
"Rin, ke kantor Cemen (Cerita Medan), yok! Ngerame-ramein ultah Cemen." Ajak Lily dari chat Line.

Hati saya tidak kosong, tapi jadwal saya kosong kemarin, jadi saya langsung meng-ya-kan ajakan Lily. 
Hai! Mendarat di Kantor Cemen
Cerita Medan - Kiblatnya Cerita tentang Medan. Sebuah portal online yang usianya lima tahun pada Agustus 2016 ini. Terus saya jadi mikir kan, Bang. Bertahan selama lima tahun dan punya kantor, kok bisa? Saya ingat-ingat lagi, apa sih yang coba dibagi oleh Cerita Medan, kok enggak ada habisnya? Ada berita, event Medan, komunitas, lifestyle, pendidikan, dan wisata - cerita yang pasti akan terus ada di Medan. Dan saya ingat lagi, kesan apa yang timbul ketika membacanya: optimisme! Sesuai dengan visi misinya yang saya kutip di portalnya,

Visi :
1. Memudahkan para follower/pembaca untuk mengetahui lebih lanjut bahwa keberadaan Kota Medan itu sendiri sebenarnya memiliki nilai jual yang bisa dibangenggakan di Nusantara serta Mancanegara.
2. Membangun koneksi yang lebih luas serta membuka kesempatan dalam hal membangun sebuah partnership.
3.   Merangkul berbagai komunitas di Kota Medan agar bergabung dan bekerjasama dalam hal memberikan informasi seputar kegiatan dan materi yang tertuang dalam konsep dasar dibangunnya sebuah komunitas yang ada untuk kemudian dirangkum dalam Cerita Medan Community (CMC)

Misi:

1. Menumbuhkembangkan akun @CeritaMedan dan Blog ceritamedan guna memberikan informasi terkini-terluas-terlengkap seputar Kota Medan.
2.     Menduniakan Cerita Tentang Medan melalui Social Media Twitter dan Blog.
3.     Menciptakan suatu nilai jual yang baik akan gambaran Kota Medan untuk dapat di perkenalkan ‘lebih’ kepada masyarakat.

Wajar lah ya Bang, mampu bertahan, karena Medan memang perlu yang begini-begini. Abang enggak pingin kenalan sama Cerita Medan dan ucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga makin berkah lalu pas ke Medan bisa ketemuan dan tukar pikiran sama tim dari Cemen? Saya sih mau. 


Yaudahlah ya, Bang. Udah lima cerita itu kan, kalau mau diturutkan bisa enggak siap-siap saya cerita. Kalau mau lebih banyak,Abang buka aja Cerita Medan dan link-link yang saya catut tadi, lengkapi dengan main-main ke Medan, Bang.
Created By Sora Templates