Minggu, 25 September 2016

Mie Pedas yang Ajak Bertarung

Saat SMP sampai awal kuliah, paling sering memikirkan ingin menaklukan tantangan semacam naik roller coasterbunge jumping, atau makan makanan pedas level tinggi. Namun makin kemari, tantangan yang ingin ditaklukan lebih ke sesuatu yang enggak tampak di mata, seperti menaklukan target, mengambil keputusan, atau menaklukan hati. Lah?
Menjawab tantangan dan lihat reaksinya
Jadinya, udah jarang coba makan makanan sangat pedas untuk sekadar coba-coba. Lebih milih pedas-pedas jambu, memangnya jambu, pedas? Namun beberapa hari lalu dapat challenge dari Mie Ayam Mahmud untuk coba menu baru mereka "Mie Boxing", mie goreng pedas dengan lima level : hangat, panas, demam, step, dan terakhir stroke.

Karena sempat penasaran dengan menu ini, tawaran nikah saya terima, eh tawaran challenge. Membayangkan pedas, udah rada berliur. Cuma sih dalam hati sudah pasang niat juga untuk pesan yang enggak pedas-pedas kali, ahaha. Khawatir kalau terlalu pedas, ntar makanannnya malah enggak termakan.

Dan malam itu, mie level panas yang saya pilih - level ke-dua dari lima level terhidang di depan saya. Kok penampakannya biasa aja, enggak ada cabai-cabainya gitu? Apa iya ini pedas? Apa level yang saya pesan terlalu rendah? Namun aroma cabai sudah tercium. Ternyata, cabai uleknya ada di bawah mie, tersembunyi. Maka diaduk-aduk dulu, biar tercampur mi dan cabainya.

Mie Boxing level panas
Pedas? Bagi saya, ini sudah cukup pedas. Pedasnya dapat dan rasa mi gorengnya juga dapat. Selain pedas cabai, ada rasa rempah seperti merica. Jadi pedasnya bukan pedas saos. Mi Boxing ini juga diramaikan dengan kehadiran cincangan jamur, kriuk - kriuk yang gurih, telur mata sapi, kerupuk, dan sayur seperti sawi, tomat, dan timun.

Saya sempat mencoba mi yang dipesan teman saya: level demam dan stroke. Otomatis, punya mereka lebih pedas. Nah, reaksi mereka pas makan tuh, ada yang langsung minum tapi ada juga yang masih nyantai. Saya buka tipe yang enggak tahan pedas, pedas yang buat saya enggak nahan adalah pedasnya kata-kata dari orang yang saya cintai T_T. 

Hanya ya itu, jika ada orang yang makan pedas untuk menikmati sekaligus menaklukan, saya cukup di tipe yang menikmati makanan pedas, jadi enggak pesan yang terlalu. Kalau yang benaran enggak tahan pedas, bisa pesan yang level hangat saja.

Mi Ayam Mahmud, ada sejak tahun 1988. Untuk Medan, ada empat gerai: di jalan Abdullah Lubis, Carefour Citra, Plaza Medan Fair, dan Amaliun Foodcourt. Menunya ramai. Jadi, kalau enggak mau makan mie yang ngajak berantam ini, Mi Boxing, bisa pesan menu lain seperti mi ayam atau soto, dua menu tersebut pernah saya coba di kesempatan sebelumnya.

Mi Ayam Mahmud yang sudah ada sejak... dulu
 
Soto Ayam Mahmud + Nasi, 18K (September 2015)
Well, saya menulis ini dengan rasa kangen pada Mi Boxing level panas, mengingatnya dengan rasa rindu dan gregetan. 

1 komentar:

  1. Kalau pedasnya mie level mungkin bisa buat yang makan sambil nangis....tapi kalau yg pedas adalah kata2 orang yang "itu" bisa buat nangis pas teringat apalagi diingat-ingat😬.

    Dan saya membacanya dengan terbayang-bayang soto ayam yang kemari itu😄

    BalasHapus

Created By Sora Templates