Kamis, 17 Desember 2015

Durian (Blogger) Medan : Basic Photography

Teka teki teka teko, apa hubungan durian, blogger, dan fotografi di Medan? Let me clarify... ^^

Throwback : Perkenalan Pertama dengan Warga Blog M
source: www.blogm.org
Pertama kali ikut acara Blogger Medan (Blog M), saat Ramadhan 2015. Saat itu kegiatannya berkolaborasi dengan Medan Heritage. Awal tahunya karena ada yang mention di instagram.  Dan ketepatan ada rencana buka puasa bareng teman. Ketemu acara yang begitu dan gak sekedar buka puasa atau kumpul-kumpul tapi juga edukasi, kita putuskan untuk ikut. Pertemuan pertama masih rada canggung, jadi kitanya rada buat forum sendiri. Maafkeun.

Pertemuan kedua, karena ada janji ketemuan dengan dua anak Blog M di kafe Potret sekitar jam dua siang, terus salah satu yang mau ketemuan – kayaknya sengaja – molor datangnya, jadi sekalian ikutan pertemuan rutin Blog M yang diadakan sebulan sekali, dan dinamakan Durian (Diskusi Ringan Anak Medan), karena Durian berlangsung di kafe Potret juga pada jam 4 sore. Nah, waktu itu aku datang ke sana bareng kawan-kawan FLP. 

Pertemuan berikutnya, beberapa kawan  FLP juga nimbrung Durian, pun mulai merasa mengenal beberapa orang dan bisa menikmati kegiatannya. Manalagi saat itu yang jadi pemateri si kawan, ‘si bapak-bapak yang mengaku dirinya berevolusi’. *peace.

Lanjut ke pertemuan ke-empat, materinya “Public Speaking”, pematerinya adalah Putri Rizki, kenal? ^_^.  Sampailah pada pertemuan ke-lima! Yeay, datang Durian udah lima kali! Enam kali dapat kipas!

Durian bersama Fotografi Medan
Baik, itulah sekilas pertemuan dan perkenalanku dengan teman-teman Blog M. Dan yang mau ditulis adalah review pertemuan ke-lima bagiku, tepatnya Ahad, 13 Desember 2015, di Taman Edukasi Avros. Pembahasan hari itu mengenai Basic Photography, dengan pemateri Mimin @fotografimedan, Mas Ramli Muhammad. Acara dimulai lewat dari jam 2 siang. Masih rada gerimis. Sepertinya, hujan lebat sebelumnya, karena jalanan cukup basah. Aku mah kurang tahu lebat atau enggaknya, karena sepanjang pagi dan mendekati dzuhur masih ikut seminar di Hotel Polonia.
 
Doc. Blog M
Basic Photography
Acara Durian kali ini berlangsung di pendopo utama Taman Edukasi Avros, pemateri menyampaikan beberapa hal tentang fotografi dasar seperti compotition, point of interest, angle, trus apa ya namanya, yang sembilan kotak itu? Dan tentang istilah breaking the rule – dengan kata lain tidak terpaku pada tehnik-tehnik yang disampaikan sebelumnya. Slides juga cukup mendukung penyampaian materi.

Pemateri juga menjelaskan sekilas (sembari diskusi, tanya – jawab) tentang hal-hal di atas tadi. Misalnya, tentang composition, kenapa perlu meminimalkan objek dan bagaimana caranya, lalu tehnik mengambil frame, menyeimbangkan gambar, dan mengatur background dan foreground. Tehnik memotong bagian tubuh *_*, maksudnya memotong foto tubuh. Masih ingat kan aku? Aku catat loh, kayak mau ikut ujian. -__-
Hindari memotong foto tubuh di bagian bergaris merah
Dan poin yang amat kuingat bahwa kamera terbaik adalah kamera kita sendiri, dengannya kita lebih bebas berlatih dan berkreasi. Dan foto terbaik adalah foto yang kita suka.

Games Durian dan Fotografi
Setelah diskusi, dilanjutlan dengan chalenge/games foto, objeknya adalah brownies. Lepas break sholat ashar, dilanjutkan dengan games mencari gambar. Jadi, peserta dibagi ke beberapa kelompok, satu kelompok 3 orang. Diberikan selembar kertas yang berisi 10 foto. Masing-masing kelompok gambarnya beda. Niat banget kan, ya? :D

Kertas itu diberikan setelah tiap kelompok wefie dengan background tumbuhan. Lalu, kita mencari seluruh objek foto yang ada di kertas wasiat tersebut di sekitaran lokasi, dan memfotonya. Mesti mirip, seperti dari sudut pengambilan gambar. Itu membuat kelompok kami ‘terguncang keyakinannya’, dan bertanya-tanya: apakah kami salah ambil objek? Karena katanya bukan begitu gambarnya. Lalu mengulang mengambil foto. Oh ya, waktu itu aku sekolompok dengan Wina dan Maulana.
Wefie background tumbuhan tapi tumbuhannya ketutupan :D
Kelompok kami menjadi kelompok yang paling pantang menyerah dan tidak mudah putus asa! *tepok tangan. Terbukti kelompok kami menjadi kelompok paling akhir yang mengumpulkan 'hasil buruan'! Haha. Dan sebagai kelompok ‘terbelakang’ kami mendapat hukuman makan donat! Sedangkan empat kelompok lain mendapatkan souvenir yang disponsori oleh  ... (lupa, gak catat dari mana, kayaknya gak masuk ujian).

Yeay, cuma di Blog M hukuman itu makan donat. Request, pertemuan berikutnya kalau ada games hukumannya makan pizza, atau keripik kentang, atau mi pecel, gimana? Haha, calm down.. just kidding, tapi kalau jadi kenyataan, aku mah gak nolak dihukum lagi. 

Itu salah satu pengisi weekend-ku beberapa hari lalu. Seru rasanya bisa diskusi, lalu bisa main games keliling-keliling taman Avros. Tapi kamu tenang aja, soal perasaan, aku gak suka main-main. *bah, afa-afaan ini? :D. 

Alhamdulillah, thank you Blog M. 


Talkshow Inspiratif FULDFK 2015 #2: Alzheimer, Pakai Otak atau Kehilangan Otak (?)

Sambungan...

Disimpulkan dari pemaparan Talkshow Inspiratif FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran) 2015 di Hotel Polonia Medan. Ahad, 13 Desember 2015.

dr. Aldy memaparkan tentang penyakit Alzheimer
1.         “Alzheimer”

Talkshow inspiratif ini menghadirkan dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S (K) sebagai pembicara pertama. Beliau merupakan pengurus Kolegium Neurologi Indonesia, dan akan berbicara mengenai Alzheimer.

Penyakit Alzheimer telah muncul pada awal abad ke-20, ditemukan oleh dr. Alouis Alzheimer,  dan banyak dibahas setelah Ronald Reagan - Mantan presiden Amerika, menderita Alzheimer, jurnal-jurnal mengenai alzheimer mudah ditemukan.

Apa yang terlintas ketika mendengar kata Alzheimar? Aku sendiri langsung kepikiran “lupa” dan sebuah film Korea yang berjudul “One Thousand Promises”.

Memang saat menua, otak juga ikut keriput, namun dr. Aldy menyampaikan bahwa Alzheimer tidak sama dengan kepikunan biasa, semisal mudah lupa karena semakin tua.

Ada yang disebut MCI, atau gangguan kognitif ringan. Pada skala ini, memang mudah lupa, namun masih bisa melakukan atktivitas sehari – hari tanpa bantuan orang lain .

Lalu demensia, demensia merupakan gangguan fungsi otak, bukan karena penuaan, bukan merupakan sesuatu ang normal.

Ciri demensia antara lai:

  •   Gangguan aktivitas sehari – hari
  •   Kognitif kian hari, kian buruk
  •  Bukan disebabkan kondisi psikosomatis atau deprsesi
  •   Kesulitan mempelajari atau mengingat hal – hal baru
  •  Gangguan melakuakan hal-hal kompleks seperti membaca, menulis. Bahkan dapat terjadi      perubahan kepribadian.
  •  Hal ini dapat dikenali dengan mewawancara pada orang terdekat dan hidup di sekitar pasien,  karena biasanya pasien bahkan tidak menyadari perubahannya.

Banyak hal menjadi penyebab demensia. Salah satunya adalah alzheimer.

Alzheimer dapat disebabkan oleh:
- Amyloid plak, semacam benalu di sel saraf yang mematikan sel saraf sebelum waktunya.
-  Pengacauan dari serabut saraf-saraf otak.
source: http://www.cpmedical.net/
Alzheimer ini sudah dimulai sejak 10 bahkan 20 tahun sebelum menunjukkan gejalanya.

10 tanda alzheimar menurut WHO:

  1.  Lupa menaruh barang.
  2.  Daya ingat makin hari makin parah.
  3. Memiliki masalah bahasa, seperti kesulitan menyebut nama barang, orang.
  4. Kesulitan melakukan aktivitas sehari – hari
  5.  Disorientasi waktu dan tempat.
  6. Kurangnya motivasi, mulai menarik diri dari lingkungan sosial
  7. Mulai bermasalah untuk berpikir abstrak. Contohnya ,menghitung uang untuk mengatur perbelanjaan
  8. Perubahan perilaku dan mood
  9. Mudah tersinggung
  10.  Kehilangan inisiatif

Ada empat aspek yang mendapat kan dampak dari alzheimer yakni:

  1.    Global, seperti lingkungan keluarga atau sosial
  2.     Kognitif, daya pikirnya.
  3.  Behavioral, tingkah lakunya yang berubah.
  4.  Activities, pasien akan kesulitan melakukan aktivitas sehari – hari.

Penditeksian pertama dimulai dengan screening, lalu wawancara dengan orang-orang terdekat pasien.
Ada pun treatment yang dilakukan untuk memperbaiki fungsi kognitif, seperti pemberian obat – obatan untuk menghambat astikolin terdegradasi. Bahasa sederhananya, menghambat kematian sel saraf akibat anyloid plak.

Kalau respon terhadapa pengobatan menunjukkan respon yang positif, maka pengobatan jangan dihentikan karena dapat menimbulkan respon negatif.

Tujuan utama dari treatment adalah memperbaiki kualitas hidup pasien dan mempertahankan agar pasien dapat hidup secara layak.

Bagaimana risiko alzheimer pada penghapal Al-Quran?
Risikonya akan kecil, karena para penghapal Quran akan cenderung menghapal dan  melatih otak mereka setiap hari. Risiko alzheimer akan lebih besar terjadi jika otak tidak dilatih, contoh melatihnya dengan membaca, menghapal Quran, dan sebagainya.

“Pakai otak atau kehilangan otak.”

Selain dengan melatih otak, risiko terkena alzheimer juga dapat dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat.


InsyaAllah menyusul sambungan postingan terkait talkshow inspiratif ini yang akan membahas tentang Psychomatic pada Geriatri yakni penyakit – penyakit yang timbul karena faktor psikis terutama pada lansia, serta akan merangkum pembicaraan inspiratif tentang “Muda dan Berprestasi” yang disampaikan oleh dr. Gamal.

bersambung...

Seminar Nasional Kedokteran dan Talkshow Inspiratif FULDFK 2015 #1

Opening Ceremony

Ahad, 13 Desember 2015 aku berkesempatan menghadiri Seminar Nasional Kedokteran di Hotel Polonia, dengan tema “When The Great Mind Compete to be Moslem Doctor” yang diselenggarakan oleh FULDFK (Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran) dengan FK UISU sebagai tuan rumah. Seminar ini merupakan rangkaian acara dari kegiatan dari musyawarah nasional LDFK yang dihadiri oleh delegasi berbagai fakultas kedokteran di Indonesia. Untuk seminar ini sendiri, kegiatannya terbuka untuk umum.


Acara dimulai pukul 08.30 WIB, dimulai dengan pembukaan oleh MC, pembacaan Al-Quran dengan disaritilawahkan dalam tiga bahasa: Indonesia, Urdhu, dan Batak. Lalu laporan ketua panitia dan kata sambutan, lalu penyerahan hadiah beberapa lomba yang diadakan beberapa waktu sebelumnya. Seperti lomba essay, video inspiratif, karya ilmiah, dan desain poster.

Talkshow Inspiratif
Setelah penyerahan hadiah, acara dilanjutkan dengan talkshow inspiratif. Yang diisi oleh tiga pembicara:
  1. Pembicara pertama adalah dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S (K), beliau merupakan pengurus Kolegium Neurologi Indonesia, dan akan berbicara mengenai Alzheimar.
  2. Pembicara kedua adalah Prof. dr. Aznan Lelo, Ph. D, Sp. FK, beliau merupakan guru besar FK USU, dan dalam kesempatan ini akan berbicara mengenai Psychomatic pada Geriatri.
  3. Dan pembicara terakhir adalah dr. Gamal Albinsaid, beliau merupakan peraih penghargaan The HRH Prince of Wales Young Sustainability Enterpreneur, People of The Year 2014, AusAID Indonesian Social Innovator Award 2013, Ashoka Young Change Maker 2012, dan banyak lagi.  Dokter Gamal akan berbicara mengenai “Muda dan Berprestasi”.

Ini pertemuan yang cukup berkesan dan inspiratif. Tentu saja di antaranya sebab pemaparan-pemaparan materi yang cukup menarik dan juga penting oleh tiap pembicara. Untuk pemaparannya akan dipos di postingan berikutnya, ya.


Bersambung...
Created By Sora Templates