Jumat, 01 Juni 2018

Diskusi bersama Sustagen: Ingin Anak Tumbuh Cekatan? Perhatikan Hal Berikut!

Jika kita dipercaya untuk menjaga sebuah titipan penting dari orang yang sangat penting bagi kita, pasti lah kita jaga titipan itu dengan sebaik - baiknya. Jika kita diberi hadiah yang kita idamkan, indah, dan khusus, pasti lah sangat bahagia dan merasa istimewa, dan lagi - lagi, kita jaga dengan sepenuh hati. Apalagi jika titipan itu adalah anak dari Allah Yang Maha Cinta, anugrah yang tak ternilai?

Nabil, saat usia 4 bulan

Sewajarnya orangtua ingin memberikan hal terbaik bagi anak, tapi apakah sebenarnya caranya sudah tepat, misalnya dengan memberi apa saja yang anak minta agar ia tidak sedih?

Mempersiapkan diri menjadi orangtua dan setelah jadi orangtua, kok saya pikir memang kudu terus belajar ya bu, ibu (dan ayah - ayah juga)? Itu pun kadang, sepertinya pernah dipelajari untuk suatu hal, eh begitu berhadapan dengan 'kasusnya' lupa, panikan.


Hal seperti ini membuat saya dengan bahagia melangkahkan kaki ke diskusi mengenai kesehatan keluarga atau pun tema - tema parenting. Seperti 26 Mei 2018 lalu, bertempat di Ministro Cafe Medan, Sustagen mengadakan diskusi bersama pakar denga tema "Siapkan Generasi Cekatan bersama Sustagen."

Anak cekatan, anak yang bagaimana?
Yang terlintas di pikiran saya mengenai "cekatan" adalah sigap, cepat tanggap, efektif. Dan menurut KBBI itu, cekatan berarti cepat mengerti, pintar, atau cerdik. Dan untuk mencapai hal tersebut, perlu cekatan versi Sustagen yakni CEpat aKal, badan sehAT, tulANg kuat.

Ibu - ibu cekatan sebelum sesi diskusi
Apa saja yang diperlukan untuk membentuk generasi cekatan
Generasi cekatan, bukan hanya generasi yang 'sukses' secara fisik, melainkan juga kognitif, psikomotorik, dan empati. Artinya, sebagai orangtua kudu memberi perhatian pada tumbuh kembang anak secara holistik, menyeluruh. Hal itu menjadi catatan penting saat sesi dr. M. Lazuardi Nasja Putra. Misalnya, ketika anak sakit maka akan terganggu proses belajarnya. Tentu lebih mudah bereksplorasi dan belajar ketika anak dalam keadaan sehat. 



Proses tumbuh kembang anak tidak selalu ditandai dengan badan anak yang 'mantep' atau ginuk - ginuk. Tapi juga penting untuk memperhatikan tahapan anak sedari bayi seperti mulai berbaring ke samping, tengkurap, duduk, merangkak, dan berjalan. Dan ketika memeriksakan anak ke dokter yang diperiksa bukan hanya berat dan tinggi, tapi juga lingkar kepala. Bahkan sebenarnya, perhatian ini bukan hanya ketika bayi telah lahir, namun 1000 hari pertama dari awal janin terbentuk, hal tersebut sangatlah penting.

Motorik kasar dan motorik halus
Tak lupa, dokter Lazuardi juga mengingatkan untuk memperhatikan perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak. Motorik kasar adalah gerakan yang menggunakan otot - otot besar seperti duduk, merangkak, menendang bola. Sedangkan motorik halus, terkait kemampuan gerakan anak yang menggunakan otot - otot kecil dan melibatkan koordinasi mata dan tangan, misalnya memasukkan benda ke lubang, mengambil benda, memegang sendok.

Zona anak di kegiatan diskusi bersama Sustagen
Mewarnai, bersosialisasi, dan minum susu
Terkait pergerakan anak, sang dokter juga berpesan untuk meminimalisir atau bahkan menghindari penggunaan alat baby walker untuk anak, karena dapat mengganggu perkembangan pada tulang kaki anak. Serta mengurangi pemakaian sarung tangan pada bay baru lahir, agar orangtua dapat memperhatikan kemampuan anak membuka atau menutup telapak tangannya.

Stimulasi untuk si kecil
Ada 3 hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yakni stimulasi, nutrisi, dan genetis. Yang dapat diatur orangtua adalah faktor stimulasi dan nutrisi. Stimulasi bukan hanya yang bersifat aktif, tapi juga ada stimulasi pasif. Misalnya, orangtua membiarkan anak bayi atau balitanya di depan televisi atau gawai seharian, ini juga stimulasi. Namun stimulasi yang 'tidak sehat'.

Selagi tidak berbahaya atau dapat diawasi,
sebaiknya tidak  buru - buru melarang anak mencoba hal baru
Hal - hal kecil tapi penting sebagai bahan stimulasi, contohnya, anak diajak bermain untuk mengenal warna, meraba tekstur atau suhu benda, diajak berdiskusi untuk menentukan atau memecahkan masalah sederhana anak, mendengarkan ayat suci, dan banyak lagi. Orangtua bakal capek? Sangat mungkin, tapi masa - masa ini tak kan berlangsung selamanya, namun penting untuk selamanya.

Nutrisi untuk sang buah hati
Agar tumbuh kembang anak optimal, perlu diberikan gizi cukup dan seimbang. Untuk mendukung tumbuh kembang buah hati menjadi generasi cekatan, Sustagen menawarkan formula berikut: 

Kandungan Sustagen

Minyak zaitun, zat besi, dan yodium, omega 3 dan omega 6 untuk mendukung anak cepat akal. Vitamin A, C, E, dan Selenium untuk mendukung badan sehat. Dan Kalsium serta vitamin D untuk tulang kuat anak. Para orangtua juga bisa bergabung dengan Klub Sustagen untuk tanya-jawab seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak.

Sustagen Club
Susu yang terdapat varian rasa vanila dan madu ini, terbagi dalam 3 jenjang yakni Sustagen 1 plus untuk anak usia 1 samapai 3 tahun, 3 plus untuk anak 3 sampai 6 tahun, dan 6 plus untuk anak usia 6 sampai 12 tahun. 

Sustagen 3 plus rasa madu

Created By Sora Templates