Keunikan Pasar Kamu: Wisata Keluarga dan Kuliner Tradisional

Pasar Kamu wisata kuliner Deli Serdang, wisata bersama teman dan keluarga. Makanan kekinian mungkin viral tapi makanan tradisional enggak tergantikan dan bikin rindu. Begitu perasaanku, saat melihat IG story Endang, ketika dia berkunjung ke Pasar Kamu akronim dari Pekan Sarapan Karya Anak Muda. Tak menunggu lama, Pasar Kamu yang hanya buka saat pagi di hari Ahad, pun aku bersama keluarga datangi pekan berikutnya.


Suasananya seperti berada di Kuliner Fair, dengan jajaran stan makanan juga minuman. Tapi bukan hanya itu, banyak hal unik menjadi daya tarik tersendiri dari destinasi wisata yang bejarak sekitar 40 menit dari terminal Amplas. Tepatnya berada di Jl. Pantai Labu, Desa Denai Lama, Deli Serdang.

Makanan dan Minuman Tradisional



Makanan yang dijajakan di pasar yang pertama kali buka pada Agustus 2020 ini, didominasi oleh makanan tradisional atau jajanan yang kerap dijumpa semasa kecil. 

Mulai dari makanan berat seperti nasi kuning, nasi belut, kerak telor, sate padang, gabus kencur, pepes ikan dan pete, dan banyak makanan berat lainnya. 

Sedangkan cemilannya, kita bisa menjumpai beragam jenis jajanan tradisional seperti tiwol, brontol jagung, putu bambu, gorengan, jagung bakar, cenil, wingko, dan puluhan jenis lainnya sampai bingung memilihnya.

Untuk minuman pun beragam, ada dawet, wedang jahe, bajigur, air lemon, juga yang tak kalah unik kelapa muda bakar yang dapat dibakar dengan pilihan mencampurkan rempah ataupun madu. Juga ada kopi sanger yang mantap.

Busana dan Properti Tradisional
Semakin totalitas nuansa tradisional karena para pedagang dan panitia menggunakan pakaian tradisional seperti kebaya kutu untuk perempuan, baju Jawa dan blankon untuk pria.


Sedangkan propertinya, kita bisa melihat dengan kehadiran daun pisang atau pun piring rotan untuk alas makanan, juga cangkir enamel untuk hidangan minuman hangat.

Sewa Mainan Tradisional, Naik Kuda, dan Alunan Irama Tradisional


Bukan hanya ada makanan dan minuman, suasana semakin membawa ke masa lalu, dengan kehadiran permainan tradisional seperti engrang, congklak, terompah yang biaya sewanya senilai 1 tempu atau 2 ribu rupiah. Ada pula hiburan naik kuda yang bugar, meski jarak tempuh naik kuda ini tidak jauh, tapi sudah sangat menghibur dan menjawab rasa penasaran terutama bagi anak anak. 


Kehadiran musisi yang membawakan alunan tradisional pun mencuri perhatian pengunjung. Saat Endang berkunjung, saat itu yang dimainkan adalah musik gamelan, sedangkan saat aku bermain ke Pasar Kamu, yang beralun adalah irama Melayu.


Alat Tukar menggunakan Tempu

Untuk membeli makanan, minuman, dan sewa permainan tradisional kita harus menggunakan tempu. Tempu adalah alat tukar dari tempurung kelapa yang disediakan panitia. Satu tempu seharga dua ribu rupiah. Kalau saat pulang tempu kamu masih bersisa sedang kamu tak ingin membeli apa apa lagi, kamu dapat menukarkan tempunya kembali ke tempat penukaran tempu.


Loket penukaran tempu dibagi tiga lajur, yakni jalur untuk perempuan, jalur untuk laki laki, dan satu jalur lagi untuk lansia, anak anak, dan disabilitas.

Harga Terjangkau
Meski pengunjung Pasar Kamu ini semakin meningkat, harga harga di sana tak lantas latah meningkat. Misalnya, nasi lengkap dengan ayam rendang, kerik tempe, dan sayur yang dibeli teman saya, Iyik, hanya dikenakan 5 tempu. Wedang Jahe seharga 2 tempu, pepes ikan atau udang seharga 2 tempu, dan gorengan 2 tempu dapat 3 potong.


Tidak Ada Tiket Masuk
Hanya dengan membayar parkir mobil senilai 5rb rupiah, atau motor (engga tau berapa), dan tentunya tidak kena biaya parkir bila berjalan kaki, kita sudah dapat berkeliling Pasar Kamu, tidak ada tiket masuk.

Tidak Ada Pungli
Pungli, masih menjadi PR pemerintah yang kerap hadir di daerah destinasi wisata, misalnya saja di simpang masuk destinasi. Tapi tenang saja, di Pasar Kamu kita engga akan menemukannya.


Kami sempat menyampaikan harapan semoga tidak ada pungli saat meninggalkan parkiran. Terrnyata hal tersebut juga merupakan tekad penyelenggara. Keberadaan Pasar Kamu juga hadir dengan andil warga sekitar, kelompok kelompok warga ini lah yang juga menjaga agar Pasar Kamu ini berjalan kondusif.

Lokasi di Tengah Sawah
Memang terasa cukup jauh ya, setidaknya bagiku. Lokasinya sekitar 1 jam dari rumahku. Tapi itulah keunikan si Pasar Kamu, kita akan melewati sawah sawah warga untuk sampai ke tempatnya.


Kami tidak melewati jalan tol, google mungkin akan merujuk untuk lewat tol, tapi sebenarnya selisih waktu dengan melalui jalan biasa tidak signifikan, tidak sampai 10 menit. Sedangkan lewat tol harus membayar tarif tol sekitar 20ribuan, jika masuk dari gerbang Amplas dan keluar gerbang Kuala Namu. Lagian, di pagi hari, jalanan masih lengang.

Hanya Buka di Hari Ahad Pagi Hari
Jadi ingin ke Pasar Kamu segera? Tapi jangan lupa, Pasar Kamu hanya buka di hari Ahad pagi, jam 7.30 sampai 11.00 WIB. Saat itu, kami tiba di Pasar Kamu pukul 8.30 tapi nasi belut incaranku yang kulihat di story instagram @pasarkamu_ sudah habis.

Semakin lama kita datang, semakin sedikit pilihan makanannya karena bisa saja sudah pada habis.

Makan di Tempat atau Bawa Pulang


Ada beberapa meja dan kursi untuk pengunjung, tapi tentu tidak cukup memfasilitasi semua pengunjung. Jadi ada baiknya kita membawa alas duduk sendiri misalnya tikar atau terpal.

Karena sakin asiknya bermain di sini, kami baru beranjak pulang sekitar jam 10an. Tentu dengan badan yang sudah lelah bermain dan berkeliling Pasar Kamu, apalgi kami pergi sebelum jam 7 pagi. Jadi kami memutuskan membeli lauk makan siang di Pasar Kamu.


Baiknya kamu bawa goody bag ya saat kemari, karena tempu yang kita tukarkan ditempatkan di daun pisang. Membawa goody bag akan membuat hidupmu lebih praktis saat berkunjung kemari dan juga tentu meminimalisir sampah.

Penyelenggara juga menyediakan air untuk mencuci tangan dan banyak keranjang sampah. Jadi demi kenyamanan bersama tentu perlu untuk menjaga kebersihan seperti membuang sampah pada tempatnya.

Long short story, tadinya aku pikir aku hanya akan mengunjungi satu kali saja, untuk sekadar menjawab rasa penasaran. Tapi ternyata, aku berencana untuk kembali lagi ke sana, menjajal kuliner yang belum kucoba dan membawa keluarga yang belum sempat kemari. Kamu, ada rencana ke Pasar Kamu?

2 Komentar

  1. jadi pengen kesana nih kk, ke pasar kamu, alat tukarnya pake tempu dan banyak jajanan yg murah meriah disini juga y kk

    BalasHapus
Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama