Pada masa kanak kanak, selain memerlukan nutrisi dan cinta, juga memerlukan stimulasi yang tepat guna mengoptimalkan pertumbuhan dan kecerdasan sang anak. Apalagi pada masa Golden Age, yakni sebelum 2 tahun, saat sel sel otak berkembang sangat pesat. Salah satu stimulasi itu dapat diberikan lewat bermain atau aktivitas yang menyenangkan, misalnya melukis. Selain melatih motorik si kecil, melukis juga jadi media memperkenalkan warna. Seperti yang Mama Paula lakukan bersama Kiano di video ini,

Awal mula aku suka lihat video Kiano itu, saat rambut Kiano dipangkas tidak rata oleh Papa Baim. Itu mengingatkanku pada buah hati di rumah, saat Nua usia 4 sampai 7 bulan rambutnya secara alami tumbuh tidak merata. Selain itu, seperti video tadi, memang aksi Kiano ini menggemaskan. Udah pintar bercandai mamanya sendiri.


Kiano Makan Lahap Disuapi Mama Paula

Sebelum mulai melukis, Paula menyuapi makanan favorit Kiano. Melihat Kiano makan dengan lahap, Mama Paula bersyukur, aku juga jadi ikutan senang. Karena mungkin setiap orangtua pernah  menghadapi masa anak GTM (Gerakan Tutup Mulut) alias enggak mau makan. Jadi, lihat anak makan lahap, rasanya happy.


Ikutan Lapar, Paula Pilih Mi Lemonilo

Selesai Kiano makan, malah giliran Mama Paula yang lapar. Paula yang masih aktif sebagai seorang model ini memilih Lemonilo untuk mengisi perutnya di sela sela mengasuh Kiano.

Saat itu, Paula memilih varian mi Lemonilo goreng. Ini favoritku juga.  Paula menambahkan sebutir telur yang telah dibelah sebagai teman makan mi-nya.


Alasan Paula Memilih Lemonilo

"Mi Lemonilo ini praktis, enak, dan nyaman dimakan setiap hari..." Kata istri dari Baim Wong ini.

Alasan Paula memilih Lemonilo ini karena bebas penguat rasa, pewarna buatan, dan pengawet. Selain itu, mi yang warnanya berasal dari saripati tumbuhan seperti bayam atau kunyit ini, proses pembuatannya dengan cara dipanggang bukan digoreng, makanya air rebusan mi ini enggak keruh. Jadi lebih rendah kalori juga ya.

"... enggak apa apa harga nambah dikit, tapi manfaatnya nambah banyak." Sambung Paula.

Rasanya mendadak merasa kembaran sama Paula, kembaran kalau mendadak lapar, makannya Lemolino, apalagi kalau kelaparan tengah malam, haha.

Waktunya Melukis!

Setelah makan, mulailah mama Paula memperlihatkan pada Kiano 'kelihaian' melukis. Sapuan kuas yang niatnya menggambar rumah berujung lukisan abstrak. Pelan pelan Paula pun mengenalkan warna warna yang saat itu digunakan dengan ekspresi yang selalu menyenangkan. Dan Kiano pun mengikuti ibunya,

Srat Sret Srat Sret, Kiano menyapu kuas yang sudah dicelup ke pewarna ke atas kertas. 

Anak seusia Kiano wajar belum langsung fasih membedakan warna dan tampak belum mengerti, selain proses belajar memang tidak instan. Namun permainan seperti ini tetap bermanfaat, seperti memunculkan ketertarikan anak, perasaan senang, kelekatan antara anak dengan orang tua. Yang penting, temani anak saat bermain tanpa memaksa dan terlihat terpaksa, tak lupa memilih permainan serta bahan yang aman dan cocok untuk usia anak.

Bagaimana cerita menarik saat bermain dengan anak versi bunda?