Medan, adalah kota kelahiranku, ibu, dan putri kecilku yang kini berusia sebelas bulan. Meski terlahir dan melahirkan di kota ini, ternyata ada segudang hal yang belum kuketahui.

Seperti perbincangan tadi sore, ibu bercerita tentang tempat tempat yang penuh kenangan semasa ia kecil; tempat ibu tinggal, bermain, dan membeli es krim.

Hotel de Boer
sumber gambar: pariwisata.pemkomedan.go.id

Sayangnya, ibu tak punya satu pun domukentasi berupa foto apalagi video. Karena memang tempo itu, mengabadikan gambar tidak semudah saat ini, ditambah ada banyak foto yang hilang ketika pindahan. Untungnya, bermodalkan sinyal dan kuota XL, aku masih bisa menemukan gambar dan info tambahan di internet.

1. Hotel Grand Inna Dharma Deli
Pada 1967, ibu masih berusia sekitar 5 tahun ketika pindah dari daerah Glugur Medan ke komplek pegawai Hotel de Boer yang lokasinya bertetangga dengan Balai Kota Medan.

sumber: grandinnamedan.com

Hotel tempat kakek bekerja ini dibangun pada 1898 pada zamab kolonial oleh pengusaha Belanda Aeint Herman de Boerkemudian berubah nama menjadi Hotel Dharma Bakti. Kemudian hoel ini bergabung dengan Wisma Deli, dan namanya berubah lagi menjadi Hotel Darma Deli.

Pada 2020, kita masih dapat menyaksikan bangunan lawas ini sebagai hotel Grand Inna. Namun tentunya ada beberapa perubahan, salah satunya komplek pegawai hotel tempat ibu dulu tinggal sudah tidak ada lagi di sana.

2. Tanah Lapang Merdeka
Tanah Lapang Merdeka Medan adalah tempat bermain ibu.

"Sering juga ibu panjat pohon di tanah lapang itu. Dulu artis datang, ya ke lapangan merdeka itu, pernah Widya Wati datang."


sumber: mediaindonesia.com

Jika saat ini tanah lapang Merdeka atau yang akrab di telinga dengan sebutan Merdeka Walk dipenuhi gerai, kafe, fasilitas bermain, dan olahraga. Saat ibu kecil, hanya ada alun alun ditengahnya tanpa bangunan lainnya.

3. Es Krim Ria
"Es krim kanton, itu es krim populer waktu ibu masih anak anak," terang ibu, ketika kutanya apalagi memori ibu tentang Medan.

sumber: kumparan.com
   
Sebenarnya, es krim yang muncul pada 1936 ini bernama Es Krim Ria, dengan rasa andalannya es krim soda dan alpukat. Namun karena berada di pinggir jalan Kanton, ibu lebih mengingatnya dengan Es Krim Kanton. Kabar gembiranya, es krim ini masih ada hingga kini dan dikelola oleh generasi ketiga dengan mempertahankan cara membuat seperti awal mula.

sumber: kumparan.com

Kalau kita mencari "Jalan Kanton" tentu tidak akan ketemu, karena kini sudah berubah nama menjadi jalan Surabaya.


Hotel Grand Inna Dharma Deli dan Lapangan Merdeka buatku. Bahkan sebelum pandemi, lapangan ini kerap aku kunjungi untuk olahraga, bertemu kawan, atau menemani suami mecari Pokemon. Hotel Inna, meski enggak sering, beberapa kali pernah menghadiri acara di hotel itu. Namun, Es Krim Ria, aku baru tahu sore tadi, dan membuatku ingin mengunjunginya bersama ibu.

Kalau menurut kalian, tempat mana lagi di Medan atau mungkin di kota kalian yang mengajak nostalgia?