Kali ini aku mau berbagi pengalaman semasa Nua ASI ekslusif (ASIX), yang di mana ada 3 kali (3 bulan) naik beratnya itu tipiiis sekali kayak dompet pejuang UMR di pekan terakhir. Mana tahu, ada yang baca dan punya pengalaman yang enggak jauh berbeda. Tadinya ini mau buat pos instagram, tapi kepanjangan, Gengs.



Indikator Kecukupan ASI Harian Terpenuhi tapi Kok BB Nyaris Gak Naik?
Bulan pertama, BB Nua naik optimal. Bulan ke-2 sangat tipis,

"Eh itu timbangannya bener gak sih?" Sampe ngomong gitu ke suami.

Bulan ke-3 optimal. Ke-4 tipis,

"Mungkin karena Nua aktif kali ya, abis tenaganya ke gerak," pikirku.


Soalnya, kalau melihat angka kecukupan ASI harian, seperti minimal pipis 6 kali per hari, harusnya sih cukup. Dia juga aktif dan responsif kayak rem motor baru. Maksudnya, enggak ada tanda gangguan kesehatan. Eh, bulan ke-5 makiiin tipiiis naiknya. Sampai di KMS grafiknya udah berdomisili di area hijau muda, nyaris kuning.

Buatku pribadi, Nua gak mesti ginuk ginuk, yang penting sudah berikthiar semampu mampunya untuk ibadah satu ini. Jika kenaikan BB nya baik, ini juga menandakan penyerapan nutrisinya oke. Karena 1000 hari pertama, berefek jangka panjang.

Evaluasi Pelekatan 
Di bulan ke-4 itu, aku udah mikir, kayaknya pelekatan udah pas, mungkin nutrisi aku ya? Nua kalau nyusu tuh bentar bentar, gak tau terdistraksi dengan apa. Ini juga kusiasati dengan menyusuinya di tiap kesempatan asal dia mau buat mangap abis itu nyusu, dan juga menjaga jam nyusu agar gak terlambat. Tapi hasilnya kenapa enggak berubah? Kenapa Dulll? *Dul siapa? Mboh.

Telat aku menyadarinya, menyusu yang bentar bentar tadi, buat dia gak dapat hindmilk yang kaya lemak, atau dapat cuma sedikit.

Akhirnya, ini aku siasati dengan pumping. Jadi memompa ASI ini, bantu buat meningkatkan produksi ASI juga, dengan cara mengosongkan payudara, lalu PD segera mengirim sinyal ke otak, otak akan menitahkan agar PD segera menghasilkan ASI lagi.

Foremilk (ASI yang banyak mengandung air) dan hindmilk sama sama penting, tapi masalah di aku, Nua nyusunya bentar bentar. Jadi pas kira kira pumping mulai keluar hindmilk, di saat itu aku menyusukan nak bayik. Tapi aku enggak selalu pumping tiap kali Nua mau nyusu ya, karena dia juga perlu dapat foremilk.

Btw, botol tampungan pompa ASInya kan kapasitas 120ml atau 150ml, agak gimana rasanya kok gak penuh penuh, jadi aku ganti aja kapasitas 60ml, biar cepat penuh dan gak merasa tertekan. :D

Intensitas Menyusui
Intensitas menyusu masih kombinasi, sesuai permintaan bayi aja, lihat rentang waktunya juga. Jadi kalo dia belum minta tapi udah lebih 3 jam, tetap harus nyusu, dan menyusu tiap ada kesempatan tanpa memaksa.

Posisi Menyusui


Usia 3.5 bln hobinya kayang

Nah posisi Nua juga kudu dibenerin. Dia nyusu suka nungging, kadang. Kalau tengkurap itu masih posisi oke, yang aku baca. Posisi yang buat dia sulit nelan, itu pas nyusu sambil tiduran, cuma kepalanya yang mengarah ke aku,badannya terlentang. Jadi aku perbaiki dengan mengarahkan badannya ke badanku sembari ditopang biar gak terlentang.

Evaluasi Nutrisi
Lalu minum vitamin Prenatal saat hamil dulu yang dikasih bu bidan, dan juga minyak zaitun. Oh ya, kadang kadang aku telat makan, jadi aku juga mulai memerhatikan asupanku.

Bapak pun jadi lebih rajin pangkal pandai memijat ibu dan membeli kudapan kesukaan ibu, yang mana sebenarnya susah sekali mencari makanan yang... ibu gak suka. Dan ini berpengaruh ke psikologis ibu (ibu itu, maksudnya aku) yang merasa lebih diapresiasi dan gak minderan sama sapi sapi di New Zealand (yang dipijat dan diputarkan alunan melodi).

Menyusui di Waktu Malam dan Pagi Buta
Daaan, kurasa ini ngaruh juga. Jadi enggak seperti saat Nua baru aja lahir, usia 3-an bulan ke atas, dia bobok malam lebih lama. Ibunya sempat ikutan khilaf molor waktu menyusu . Di bulan ke-5, menyusu malam ini aku intenskan kembali. Berusaha enggak molor, begitu maksudnya.

Hasilnya, Alhamdulillah Naik Optimal



Alhamdulillah di bulan ke-6 berat Nua naik optimal dan grafik udah nemplok kembali di area hijau tua :'). Apa karena langkah langkah di atas? Enggak bisa memastikan juga, wkwkwk. Tapi coba aja. Dan konsultasi ke DSA atau konselor ASI, udah paling pas memang.

Belum tau gimana kedepannya lagi. Namun tetap berharap, semoga bisa menjalankan ibadah menyusui ini dengan optimal, hingga 2 tahun.

Dan sekarang, tengah memasuki tantangan fase selanjutnya, MPASI. Sepekan ini rasanya belum cakep nan 'expert' dalam menjalaninya. Gak apah apah, asal tetap belajar.

Ini eyang yang foto, walau gak memuaskan, gak harus dievaluasi

Happy ASIX Graduation buat kita bertiga. Karena perkara menyusui ini bukan hanya cerita ibu dan Nua, tapi juga bapak. Walapun yang punya ASI cuma ibu. Yok lah kapan kita foto bertiga yang rada cakepan, yang gak miring miring atau blur, dan tentunya instagramable.

Kalau ibu dan bapak, punya pengalaman yang bagaimana selama ASIX?