Pengalaman Newmom Memilih Yogurt Atasi Masalah Pencernaan

Dulu, aku pikir semua yogurt itu sama, hanya berbeda rasa dan harga. Namun ternyata, karena perkara mati atau hidupnya probiotik pada yogurt, manfaat bisa berbeda.

Aku baru tahu fakta itu, saat membaca buku The 100 Healthiest Foods to Eat During Pregnancy. Beberapa bulan lalu, ketika menjadi calon ibu, aku jadi lebih selektif memilih apa yang masuk ke tubuh. Pasalnya, si calon bayi mendapat asupan langsung dari apa yang kumakan dan minum. Pada buku tulisan Jonny Bowden, Ph.D, C.N.S., dan Allison Tannis, M.S., R.H.N. tersebut tertulis,

To get the benefits of yogurt's probiotics, the yogurt you eat must contain live culture...

Jadi kudu ada live probiotics, ya?

...Don't be fooled by the words "made with active culture". All yogurts are made with active cultures, but no live cultures survive heat treatments.

review yoforia yogurt

Semua yogurt memang mengandung probiotik, awalnya. Akan tetapi probiotik ini tidak bisa bertahan jika melewati proses pemanasan.

Apa sih probiotik itu?

Probiotik merupakan mikroorganisme pada sistem pencernaan manusia. 'Mereka' bertugas menyeimbangkan jumlah bakteri baik dan jahat (patogen) agar pencernaan berfungsi normal. Probiotik juga berguna dalam melindungi sistem pencernaan, terutama lambung dan usus.

Mengonsumsi yogurt ketika sembelit dan diare

Konstipasi atau sembelit, sering terjadi pada ibu yang baru melahirkan disebabkan berbagai faktor. Tapi kejadian di aku, justru beberapa pekan setelah melahirkan. Ini akibat perasaan merdeka kalau enggak mau dibilang rada bar bar, makan dan minum apa saja selagi halal dan enak. Karena jiwa yang happy adalah koentji ASI yang lancar. Perkara thayib alias baik, nomor sekian.

Sembelit memang tidak membuatku terkapar, namun BAB serasa jadi mimpi buruk. Dan kenyataannya, sebagai manusia, aku harus BAB. Masa' sih aku harus mimpi buruk terus-terusan? Suami pun tak mau ketinggalan, jika aku sembelit, dia malah diare.

Semakin enggak nyaman karena kondisi tubuh yang enggak bugar. Pasalnya, newmom perlu sering terbangun tengah malam atau pagi buta untuk memberi ASI, belum lagi masih harus menyelesaikan urusan domestik di rumah. Aku, IRT tanpa ART.

review yoforia yogurt

Ya gara-garanya itu, makan banyak tapi kurang serat dan makanan atau minuman terkontaminasi bakteri jahat (patogen). Lalu kami pun menjalani solusi yang hasilnya efektif mengatasi keluhan pada kami tadi. Dengan cara makan-makanan bernutrisi dan kaya serat, cukupi minum air putih, dan bantu probiotik melawan bakteri jahat di saluran cerna dengan cara minum yogurt.

Memilih yogurt agar manfaat optimal

To determine whether the yogurt you buy containts living bacteria, check the labels for "active yogurt cultures", "living yogurt cultures", or "containts active cultures".

Hasil pencarian "yogurt with live probiotics" mempertemukanku pada yogurt yang dibuat di dalam negeri dan mudah didapat di minimarket: Yoforia.

Tahu Yoforia mah udah lama, sejak kemasannya bentuk tumbler, eh cup. Tapi ya enggak mudeng karena seperti kukatakan di awal, dulu mengira semua yogurt sama, cuma beda pada rasa dan harga.

Mengusung tagline Yogurt with fresh milk, fresh yogurt yang diproduksi menggunakan susu segar dan difermentasi dengan kultur bakteri ini, setelah menjadi yogurt enggak mengalami proses pemanasan atau UHT, maupun penambahan pengawet. Sehingga probiotiknya tetap hidup. Bahkan setelah melewati uji lab independen, terdapat 8 miliar probiotik per 100 ml Yoforia.

Amankah untuk ibu hamil dan menyusui?


review yoforia yogurt

Oh ya, karena mengalami sembelit akibat kekurangan serat, selain makan pepaya (sebuah aku sendiri yang makan dalam sehari), sempat juga cari serbuk minuman yang biasa dikomsumsi orang saat kekurangan serat. Eh dilala, pada kemasannya tertera "tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui".

Yogurt sendiri bagus untuk ibu hamil dan menyusui, karena minuman ini juga kaya kalsium. Tetapi terkadang pada minuman kemasan, ada tambahan pemanis buatan, pengawet, dan semacamnya yang perlu dihindari ibu hamil dan menyusui.

Untungnya, Yoforia aman karena tidak mengandung pengawet, pewarna dan pemanis buatan. Bahkan, enggak ditambahkan gula berlebih karena dibuat dengan kultur bakteri khusus yang dikembangkan di Denmark. Pantas saja, saat dicoba rasanya lebih creamy dan enggak terlalu asam, tambah memikat dengan rasa buahnya yang segar atau aroma kopi yang lembut. Aku suka yogurt, tapi kalau yang terlalu asam, enggak suka. Biasanya, yang terlalu asam malah jadi mubazir.

review yoforia yogurt
Halal MUI

Selain untuk membantu mengatasi sembelit, yogurt baik pula untuk menjaga kesehatan. Enggak ketinggalan, Yoforia efektif buatku untuk membangkitkan mood. Kalau kurang tidur atau capek, kadang mood bisa jelek, kan?

Mengandung dietary fiber

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Selain kandungan probiotik, Yoforia juga mengandung dietary fiber yang berasal dari jeruk alami. Jumlahnya setara 150 gr jeruk dalam satu botol. Cocok buat yang sedang diet karena serat akan membuat kenyang lebih lama.

Ngomong-ngomong soal diet, banyak ibu yang setelah melahirkan, ingin menurunkan berat badan sehingga menahan atau mengurangi asupan. Ibu menyusui sebenarnya enggak perlu diet yang semacam itu, karena kita (eh kita?) memang perlu energi lebih untuk menyusui. Lapar? Ya, makan. Hanya lagi, jangan lupa makan makanan bernutrisi dan cukup serat pula, seperti gandum, buah-buahan, sayuran, dan yogurt. Ingat, sembelit menghantuimu. Aku sudah pernah 'dirasuki' sembelit. Enggak enak.

Beragam pilihan rasa


review yoforia yogurt

Yang enak itu, asupan nikmat dan sehat. Yoforia sendiri punya berbagai varian. Mulai dari varian Authentic, Coffee Cream, hingga varian buah-buahan seperti Blueberry Good, Soursop Bliss, Berry Smooth, Peach Delight, dan Lychee Blast. Dan lebih enak buatku ketika meneguknya dalam keadaan dingin, memenuhi mulut, lalu mengalir di tenggorokan, wuidih.

Fresh yogurt ini bertahan di suhu ruangan selama 8 jam, jika lebih dari itu aktivitas live probiotics-nya akan meningkat, akibatnya rasa jadi lebih asam. Maka kalau sudah lama di luar kulkas dan enggak suka rasa yang terlalu asam, sebelum diminum, dinginkan kembali.

Aku sendiri bingung menentukan rasa mana yang jadi favorit. Sayangnya, di minimarket dekat rumah, kerap enggak menjual varian lengkap. Aku harus berpelesir ke minimarket lain untuk mencoba rasa berbeda. Lalu kelabilanku pun datang, apa harus ke minimarket yang lebih jauh, kalau varian yang di dekat rumah saja sudah membuatku puas?

review yoforia yogurt


Aku ingin menjaga kesehatan agar bisa menjaga keluarga kecil kami pula. Yuk, kenali yogurt yang kita konsumsi. Tentu enggak ingin kan, sudah membeli dengan harapan mengambil manfaatnya tapi justru enggak mendapatkan?


Posting Komentar

5 Komentar

  1. Kayaknya bakalan nyoba ini kk ..
    Makasih kk rin (:

    BalasHapus
  2. wah ternyata banyak juga kandungan vitaminnya untuk tubuh.

    BalasHapus
  3. Lihat kemasan coffee jadi pengen nyoba... lebih terasa kopinya atau yogurtnya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo menurut Ririn, pas dingin gak ada yg lebih dominan kak, semua terasa. Pas mau kita minum pun aroma kopinya udah tercium. Tapi kalo udah agak lama di luar kulkas, makin lama, makin dominan rasa yogurtnya

      Hapus
  4. Ku pernah juga coba yang rasa kopi.

    Enak, kopinya dapet. Malah gak kerasa kyk lagi minum yogurt hehe

    BalasHapus