Sempat bingung cari cara membersihkan hidung atau redakan hidung tersumbat pada si kecil? Aku juga pernah. Jadi kali ini, mau share pengalaman mengatasi hidung tersumbat pada baby Nua dan bapaknya.

Pernah kah saat hidung tersumbat, kita jadi lebih bahagia atau lebih mood mengerjakan sesuatu? Atau justru terganggu dan kangen masa-masa bernapas lega?


Hidung mampet mah memang enggak ada enaknya. Bernapas yang notabene aktivitas dan kebutuhan tiap waktu bakal terganggu. Lain cerita kalau bernapas lewat pori-pori.

Konon bayi yang belum mengerti membuang lendir pada hidung. Pasti enggak nyaman dan rewel. Orangtua pun  khawatir.

Apalagi newmom sepertiku. Dulu, waktu Nua masih umur sebulan, kalau ada yang lain sedikit aja, misal napasnya "grok grok" atau pilek, langsung cari solusi, tanya sana - sini. Tanya eyang, atau langsung tanya google, pernah langsung buat status WA. Plak. Dan jika diperlukan, ya ke dokter. Ehhh, sekarang masih pernah panik sih, tapi enggak sesering dulu.

Karena makin kemari, makin bertambah bacaan dan banyak yang diajak diskusi, alhamdulillah berkurang kepanikan.

Penyebab Hidung Tersumbat

Gejala hidung tersumbat dapat disebabkan beberapa hal, seperti bakteri, virus, alergi, atau pun paparan polusi (contoh: asap rokok dan kendaraan).


Di tahun pertama bayi, karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal, memungkinkan lebih rentan flu atau pilek. Pada saat flu atau pilek, pembuluh darah dan jaringan hidung mengalami pembengkakan sehingga cairan pada hidung atau ingus mengalami penumpukkan, akhirnnya terjadilah penyumbatan.

Cara Meredakan Hidung Tersumbat

"Hidung tersumbat bukan diagnosa melainkan gejala."

Ujar dokter Argenius Manurung, saat Talkshow "Tips Mengatasi Hidung Tersumbat pada Si Kecil" yang diadakan di Tiara Convention Hall, 7 Nopember 2019.

Yes, aku ikut talkshow-nya. Alhamdulillah, berkesempatan belajar bareng Mom Blogger Community dalam rangkaian Mombee (Mom and Baby, Edu and Expo).

Mom Bloggers mendengarkan Talkshow

Sederhananya, hidung tersumbat itu bukan penyakitnya, melainkan gejala dari suatu penyakit.

Meski begitu, gejala hidung tersumbat pun cukup mengganggu maka perlu mengatasinya agar mendapat kelegaan.

Ada pun cara meredakan hidung tersumbat pada bayi (btw orang dewasa juga bisa ikuti cara-cara berikut):

1. Cukupi kebutuhan cairan.
Untuk bayi di bawah 6 bulan, cukupi kebutuhan ASI. Sedang untuk bayi di atas 6 bulan, selain ASI, dapat juga diberikan makanan hangat seperti sup.

2. Lakukan penguapan
Menurut pengalamanku dan mungkin handai taulan sekalian, udara dingin akan memperparah hidung tersumbat. Maka perlu udara lembab dan hangat, salah satunya didapat dengan penguapan.

Kita dapat meletakkan air hangat di baskom. Dulu (karena Nua mengalami hidung tersumbat pada waktu dulu), di baskom air hangat itu, aku tambahkan minyak telon juga. Lalu mendekatkan Nua ke baskom agar terhirupnya.

Temanku Lily, biasanya ketika baby Rayya menunjukkan gejala hidung tersumbat, dia pakai essential oil untuk bayi yang diproses dengan humidifier atau difusser.

3. Bantu bayi mencairkan ingus dengan Babg Nassal Hygiene.

"Salah satu yang dapat dilakukan untuk meredakan hidung tersumbat ya dengan cara cuci hidung..." Lanjut dokter Agnesius "... menjaga kesehatan hidung juga dengan cara cuci hidung." Imbuh beliau.

Kita dapat membantu mencairkan ingus bayi dengan cara mencuci hidungnya menggunakan cairan salin (cairan yang mengandung elektrolit) dengan alat semprot khusus. Mungkin cara ini belum sepopuler cara-cara lainnya.


Tentu para orangtua yang belum pernah mencuci hidung bayi, enggak akan asal-asalan. Dimulai dengan teliti memilih cairan, alat semprot, dan juga cara menyemprotnya. Jika bingung, Moms and Dads bisa menggunakan Respimer yang menurutku cukup praktis.

Apa itu Respimer?

Respimer Baby adalah cairan semprot hidung yang menjaga kebersihan hidung dan membantu mengeluarkan ingus atau lendir pada bayi dan anak.

Penggunaan Respimer bukan hanya dapat digunakan saat hidung tersumbat, tapi juga sebelum terjadinya. Yakni, menyemprotkan Respimer untuk menjaga kebersihan hidung.

Respimer ada dua jenis yaitu Respimer Baby Nassal Hygiene 115ml (kotak pink) dan Respimer Baby Decongestant 60ml (kotak oranye).


Respimer Baby Nassal dapat digunakan sejak bayi 0 bulan guna membersihkan hidung sehari-hari dan mengeluarkan ingus, serta membantu penyembuhan dari flu ringan. Aturan pakainya, digunakan 2 s.d 4 kali sehari.

Sedangkan Respimer Baby Decongestant digunakan untuj bayi di atas 1 bulan. Guna membantu melegakan hidung dan mengeluarkan mukus (lendir) dari hidung yang tersumbat. Serta, membantu proses penyembuhan flu berat. Aturan pakainya, digunakan 2 s.d 3 kali sehari.

Komposisi Respimer?

Respimer terbuat dari 100% air laut St. Malo, Prancis, yang dijaga kandungan dan higienitasnya. Jika kita terhirup air laut, biasanya akan perih di hidung namun tidak begitu pada Respimer.

Pantai St. Malo merupakan salah satu warisan dunia yang dijaga kelestariannya oleh UNESCO. Selain kaya akan mineral, Respimer bebas bahan kimia, salah satunya bebas gas propelan sehingga bisa dibawa travelling naik pesawat.


Kadar garam respimer dan PH nya juga terbilang aman untuk tubuh bayi. Akibatnya, dapat mengurangi risiko komplikasi dan penggunaan obat-obatan.

Cara Pakai Respimer



Petunjuk pemakaiannya sudah cukup lengkap, ya. Tapi yang perlu jadi catatan dan sebaiknya jangan diabaikan: tekan spray nya itu lembut - lembut aja, Moms. Jangan nge-gas. Pengalaman di Nua yang masih 3 bulan, dianya nangis gara-gara terkejut, weleh...

Lalu apakah efektif? Kami pakai Baby Nassal Hygiene yang pink, waktu itu Nua  untuk mebersihkan hidung saja. Eh tapi keesokan harinya, hidung bapaknya yang tersumbat.

"Dek, Aa boleh pakai ini? Enggak enak kali hidungnya, tumpat." Suamiku menggenggam Respimer-nya Nua.


Selain bisa disterilkan, ujung yang menyentuh langsung hidung, enggak menyambung langsung dengan isi botol. So, kita bisa gunakan Respimer berkali-kali.

"Eh, itu punya Nua. Ya udah, pakailah, abis itu tip (corong semprotnya, apa sih namanya), dicuci ya, lalu di lap pakai antiseptik, abis itu dibilas air hangat."

Emang harus segitunya ya membersihkan tip nya? Enggak tau juga, pokoknya untuk bayi harus benaran clean.

Di lubang hidung yang pertama, si Aa pun pakainya rada nge-gas, dia terkejut juga. Di lubang hidung yang satunya lagi, ia tekan dengan lembut, dan lebih nyaman, enggak mengejutkan.

Hasilnya? Lendir pilek si Aa keluar, dan ia berasa lebih nyaman setelah beberapa waktu. Mungkin kalau pakai yang Decongestant akan lebih efektif untuk melegakan hidung tumpat, sedang yang Baby Nassal Hygiene lebih 'ramah' untuk bayi di bawah 1 bulan dan untuk mencuci hidung.

Nah, mampet ini kan gejala. Kalo belum baikan, berarti flu nya yang kudu diobati, banyak minum air putih, cukup istirahat, hindari polutan. Kalau belum sembuh, ke dokter. Sifat respimer itu utk bantu bernapas lega.

Terdapat petunjuk pemakaian berbahasa Indonesia di dalam kotak kemasan

Pingin kufoto before-after nya, dan menunjukkan ke pembaca, "Gini loh hasilnya". Tapi enggak jadi lah. Aib. Pria dewasa dengan mukus alias lendir dari lubang hidungnya. Wwkwk.


Selain membersihkan hidung, kondisi udara juga perlu dikondisikan. Sudah saatnya kita mengingatkan atau menghindari sumber polutan saat bersama bayi, misal asap rokok.

Semoga pos blog ini berfaedah untuk Moms and Dads, yang punya pengalaman hidung tersumbat pada si kecil atau hidung sendiri.