Sinergi Bluebird dan Essilor Sambut Hari Penglihatan Dunia

Apa yang menjadi pertimbangan saat memilih layanan transportasi untuk berpergian?

Kalau aku; keamanan, kenyamanan, efisiensi waktu, dan biaya yang masuk akal. Sebab itu, aku sering minta diantar pak suami, hehe. Tapi ketika suami sedang bekerja dan kuharus pergi, mengingat kini ada bayi yang akan turut serta, maka layanan transportasi menjadi pilihan dengan mempertimbangkan faktor - faktor tadi.

Saat ini, ada beragam layanan transportasi yang memudahkan, apalagi di kota-kota besar di  Indonesia. Salah satunya Bluebird, yang telah hadir sejak 2001.

Selain armada yang cukup banyak dan terawat, faktor pengemudi tak kalah penting untuk menunjang peforma demi terciptanya kenyaman dan keamanan pelanggan, dan tentu keselamatan masyarakat, terutama pengemudinya sendiri.

Komitmen itu pula yang coba ditunjukkan lewat kampanye #safetyriding saat menyambut World Sight Day (Hari Penglihatan Dunia) pada 10 Oktober. Bluebird bekerja sama dengan Essilor melakukan pemeriksaan mata kepada para pengemudinya. Setelah Jakarta, Bandung, dan Semarang, tiba giliran Medan pada 28 September 2019. Sebanyak 200 pengemudi armada Bluebird dari berbagai pool di Medan melakukan pemeriksaan mata. Pemeriksaan ini berlangsung di Pool Bluebird Medan, Jl. Kapten Muslim No, 92, Medan Helvetia.


"Kenyamanan dan keselamatan pelanggan merupakan faktor mutlak yang kami tawarkan kepada setiap masyarakat yang berpergian menggunakann layanan transportasi Bluebird. Tentunya pelayanan terbaik dapat diberikan dengan sumber daya manusia, dalam hal ini pengemudi, yang berada dalam kondisi siap sedia dan fit," Ujar Ardianto Djokosoetono selaku Direktur PT Bluebird. "Maka dari itu kami berkomitmen untuk senantiasa bekerja sama dengan mitra-mitra strategis, dalam kesempatan ini Essilor sebagai salah satu perusahaan lensa kacamata terdepan di dunia, dalam meningkatkan kesehatan mata pengemudi. Progran-program ini tentunya secara otomatis akan turut memberikan peningkatan keselematan bagi para pelanggan setia Bluebird," imbuhnya.

Setelah menjalani pemeriksaan mata, maka para pengemudi akan mendapatkan kacamata (bingkai dan lensa) dari Essilor.

Essilor sendiri dibentuk pada 1972, merupakan penggabungan dua perusahaan Prancis: Essel dan Silor. Essel berdiri pada 1849 dan Silor pada 1931. Dan kini beroperasi pada sekitar 100 negara.

Peter Pelnis, Country Manager Essilor Indonesia mengatakan,

"Salah satu misi Essilor adalah melindungi dan mencegah risiko pada kesehatan masyarakat, termasuk rekan - rekan yang berprofesi sebagai pengemudi di Bluebird. Maka dari itu menyadari akan pentingnya faktor penglihatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen, kami yakin kegiatan-kegiatan seperti ini tidak hanya akan meningkatkan daya penglihatan para pengemudi Bluebird, namun juga meningkatkan kesadaran keselamatan mereka ketika berkendara di jalan raya."

Mata memang menjadi komponen penting dalam mengemudi. Kalau menurutku, cukup detail ya perhatian layanan transportasi satu ini kepada para pengemudi. Hal tersebut pula yang disampaikan Achmad Suhandi, General Manager Bluebird area Medan,

"Kami segenap pengemudi Bluebird tentunya berterimakasih dan menyambut baik atas kepedulian yang diberikan Essilor melalui program ini. Kegiatan - kegiatan yang diinisiasikan olehh Bluebird menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap fasilitas kesehatan pengemudi dan keluarganya. Tidak hanya untuk aspek kesehatan mata, Bluebird juga menyediakan fasilitas layanan kesehatan dokter umum dan spesialis di masing-masing pool."

Bicara mengenai Bluebird, out of topic, aku sendiri punya pengalaman yang menyentuh sisi emosional. Sudah beberapa tahun lalu, waktu masih anak gadis dan banyak aktivitas. Aku pernah tiba-tiba seperti hampir pingsan saat mengendarai motor. Lalu kutepikan motor dan kuterduduk di trotoar. Yang menolong? Pengemudi Bluebird! Motor dititip di rumah warga dekat TKP dan aku diantar ke rumah kerabat yang jaraknya sekitar 15 menit dari lokasi - saat itu ibuku tengah berada di sana. Karena terlalu fokus pada rasa sakit saat itu, aku enggak ingat siapa nama beliau, sempat mengintip sekilas identitas pengemudi yang tergantung di cermin mobil, tapi terlupa. Sampai saat ini kalau teringat jkejadian itu, dalam hati kuucapkan "Terimakasih, Pak."

Dari situ aku pun lebih memerhatikan kondisi kesehatan ketika berkendara. Ya, back to the topic, #safetyriding itu memang penting bukan hanya untuk pengendara tapi juga masyarakat lainnya, ya kan?

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Semoga bapak bapak driver yg kebanyakan sudah bapak bapak tetap bisa fokus, sehat penglihatan sehingga bisa mencari rejeki untuk keluarga.

    BalasHapus
  2. wah perhatian ya bluebird ama supir armadanya, jadi aman mau ke mana mana naik taxi bluebird

    BalasHapus