Mitos bagi Bayi dan Ibu Baru Melahirkan

Mitos-Mitos berseliweran di sekitar kita. Konon lagi, untuk ibu yang baru melahirkan dan bayi. Hari ini, aku akan mengulas beberapa di antaranya. Mulai dari ASI basi, cara menanam ari-ari, hingga jeringau bengle untuk mengusir setan.


Aku tak melulu 'menyalahkan' karena terkadang  ada hikmahnya. Namun kalau semua mau diikuti, selain acapkali di luar nalar, juga repot mamak.

Yang kumaksud ada hikmahnya itu, kadang mitos ini emang ada benarnya (pada zamannya) namun disandingkan dengan akibat yang ntah bagaimana. Ibuku sejak kecil biasanya akan menjelaskan hikmah tadi itu.

Waktu SMA aku tanya ke ibu,
"Bu masa' katanya kalau duduk di pintu, susah jodohnya."
"Jangankan jodoh, ibu pun susah masuk."

"Bu, katanya pantang gunting kuku malam-malam ya?"
"Oh dulu kan gak ada listrik, gelap."

"Bu, kalo nyapu enggak bersih, katanya jodohnya berewokan ya? Biar gak usah bersih-bersih kali ni nyapunya, mana tau dapat Reza Rahardian."

"Dulu kan, berewokan biasanya identik dengan bandit. Ditakut-takutilah anak perempuan biar nyapunya bersih."

Bertahun kemudian, berkelakarlah ke suami,
"A', berarti waktu piket kelas di sekokah, dulu Aa nyapunya bersih makanya dapat adek.  "
"Aa kalau piket kelas, tugasnya angkat bangku, anak cewek yang nyapu."

Baiklah, mari kembali ke mitos-mitos yang menghampiri ibu dan bayi. Selain pengalaman pribadi, ini juga pengalaman Moms lainnya.

1. Air ASI
Air ASI di tubuh bisa basi?

Selama punya bayi, aku berusaha menjaga agar tetap dalam kondisi good mood. Salah satunya, dengan mandi saat gerah meski itu sudah malam. Sampai suatu ketika ada yang bilang,

"Jangan mandi malam, nanti ASI nya basi ."

Langsung terbayang lembu-lembu, saat kami pulang ke kampung suami. Kawanan ternak itu dilepas di kebun sawit begitu saja. Kalau mereka kehujanan, apakah ASL (Air Susu Lembu) jadi basi?
Entah apa yang merasukiku hingga membandingkan diri dengan lembu.

Setelah cek di internet dan baca di beberapa situs seperti Kompas, Kumparan, Detik, dan Bidanku, dengan narasumber dokter, bidan, atau konselor dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia). Maka kesimpulannya:

ASI tidak akan basi selama di payudara ibu.

"Menyusui saat hamil, ASI akan basi dan bercampur darah. Itu Mitos." Kak Rizky Nasution, bundanya Farza menambahkan.

2. Air Mandian Bayi
Nenekku terkadang masih percaya mitos, namun beliau gak pernah memaksakan pendapatnya. Atau saat kubilang,

"Tapi Nek, dokter bilang bla bla bla."
"Oh kalau gitu kata dokternya, ya udah kita buat gitu aja." Nenek ikut.

Setelah memandikan Nua, suami lupa membuang air mandian Nua karena harus segera berangkat ke kantor. Nenekku pun berpetuah,

"Air mandi bayi itu harus segera dibuang, kalau enggak, nanti anaknya malas."

Ibu menimpali,
"Anak niru orangtuanya. Kalau orangtuanya malas, nanti anaknya bisa malas juga."

Oke, ini lupa. Bukan malas.

3. Minta Cium Pengantin
Waktu di pelaminan dulu, ada beberapa orangtua yang minta bayinya kucium. Gak ngeh saat itu kenapa, jadi kucium ajalah dedeknya di bagian kaki atau tangan.

Belakangan baru tahu, mitosnya supaya bayinya enggak sawan. Enggak rewel atau sakit-sakitan tiba-tiba.


Namun saat Nua 30 hari, kami pergi ke kondangan om Imam. Masih break ashar dan belum ada musik, suasana masih tenang buat Nua. Nua enggak aku ciumkan ke pengantin. Sebagai mantan orang yang pernah duduk di pelaminan, jadi tahu umumnya make-up pengantin itu tebal loh, kesian baby-nya.

Alhamdulillah Nua sehat, keesokan harinya jadwal imunisasi dan dicek dokter juga dalam keadaan sehat. Malah sepulang dari kondangan, tidurnya lelap.

4. Jeringau Bengle atau Dinglo Bengle
"Bayi dikasih Dinglo bengle untuk mengusir setan, padahal fungsinya bukan itu." Ungkap ibunya Houra, hal senada pun diungkap Lailan saat kutanya tentang mitos yang pernah didengar.

Sebagai seorang Muslim pada akhirnya merujuk ke Quran dan hadist, dan tidak ada dalil atau riwayat yang menyatakan jeringau untuk menghindari gangguan setan. Selalu mohon perlindungan Allah untuk kita dan keluarga lewat doa dan ibadah, termasuk menjaga sikap.

Jeringau sendiri dapat digunakan sebagai obat penenang, mencegah kanker, mengobati gangguan saraf, dan banyak lagi. Namun tentu mengolahnya enggak sembarangan dan ada aturannya.

5. Menanam Ari-Ari
"Ari-ari bayi ditanam bersamaan dengan buku dan pensil, agar anaknya pintar..." Kata bundanya Roro tentang mitos yang pernah ia dengar, "Tau gitu, ari-ari Roro ditanam aja sekalian sama kamus oxford dan laptop," candanya.

6. Harus tunggu 40 hari
Salah satu hikmah dari local wisdom tunggu 40 hari baru boleh keluar. Mungkin agar lebih imun. Namun saat Nua, aku 'gagal' memperturutkan ini. Enggak ada yang melarang juga. Karena ada undangan dari Imam dan udah butuh piknik. Jenuh saye.

Seperti yang kuceritakan tadi, alhamdulillah baik-baik saja. Niat awal ke taman kota, tapi Nua over lelap boboknya. Aku coba menyusui dia di mobil, gak sampai 5 menit menyusu, itu pun sambil tidur. Akhirnya kami buru-buru pulang, khawatir lewat jam nyusunya.

7. Turun tanah untuk ibu baru melahirkan
Ada yang bilang sebulan, ada yang bilang 40 hari, ada juga yang tiga bulan. Si ibu enggak boleh mengeerjakan apa-apa. Istirahat aja. Mungkin maksudnya biar bisa sembuh lebih optimal.

Tapi waktu sepekan di rumah, atau hari ke-11 pasca melahirkan, nenek dan bude sudah pulang, suami kerja, ibu ku pun kerja. Meski mereka bilang, "Istirahat aja." Naluri kebabuanku sungguh kuat. Jadi nyapu, ngepel, cuci piring dan baju, cuci kamar mandi, aku jabani. Tapi ya gak sebanting tulang biasanya juga. Jangan berat-berat dulu, lah.

Kawan juga terpaksa ke sana kemari mengendarai motor pasca melahirkan, karena suaminya DBD, dan mereka di perantauan.

Hanya lagi, ukur ukur kemampuan badan jug ya, Buibu.

Secara pribadi, ketika ketemu 'petuah' yang enggak bertentangan dengan agama dan bisa dicari akibat yang diterima nalar, gak ada masalah untuk mengikutinya. Misal tentang segera buang air mandian bayi. Ya sebaiknya memang enggak ditunda-tunda, selain jadi kelihatan berantakan, ntar menunda - nunda ini merembet ke hal lainnya. Istilahnya, mungkin enggak diterima dan dijalani mentah-mentah.

Pernah juga, tamu yang aku hormati datang dan melarangku mandi malam. Beliau khawatir bayi akan minum air asi basi. Serius, enggak punya nyali dan faedah untuk membantah beliau. Manalagi beliau mudah terluka hatinya. Lagian enggak fatal juga dan ketemu alternatifnya (cuci tangan, kaki, muka, sikat gigi,pakai bedak bayi, tinggal diguyur aja yang belum). Akhirnya, enggak jadi mandi malam. Namun ketika beliau sudah pulang, kalau enggak sempat mandi sore, dan ku gerah gila, ya ku tetap mandi malam. :')

Namun kalau jatuhnya ke syirik atau membahayakan bayi, ya harus tegas. Alhamdulillah keluarga juga sudah seritme perihal ini. Misal, bayi kalau nangis-nangis aja tandanya lapar, dikasih pisang awak aja, meski belum masa MPASI. Tentu aku akan menolak, sekalipun yang menyarankan orang yang kuhormati tadi. Ya mungkin dipikirkan cara menolaknya gimana. Bahaya buat Nua lah. Kejadian di adikku sih ini, pencernaan dia yang paling sensitif dan sempat bermasalah di antara anak-anak ibu lainnya. Bahkan sampai usianya kini 26 tahun.

Mitos apa lagi yang pernah buibu atau pakbapak dengar?

Posting Komentar

4 Komentar

  1. Jadi cemana kalo ada tipe orang tua / keluarga yang mau gak mau ngikutin salah satu atau beberapa mitos itu ? Kadang males debat gitu. Takut kecewa secara Mak Mak jaman dulu anak nya banyak melakukan mitos itu aman aman gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalani petuah orang dahulu kan bukan berarti sudah pasti terancam, kadang malah ada 'kebijaksanaan tersembunyi'. Cuma kalau di awak ya bukan keharusan diikuti. Kalau enggak ada masalah dan mau jaga perasaan, ya monggo. Tapi kalau munculkan masalah, ya jangan. Yang nimbulkan masalah contohnya: mitos yg malah buat syirik, ASI basi kalau lagi hamil (malah gak jadi nyusui). Atau langgar diam2 aja wkwk. Soalnya ibu baru bukan cuma malas debat, tapi juga banyak pikiran dan sedang menyesuaikan diri .

      Yang enggak masalah misal: Buang air mandi bayi segera setelah mandi, gak keluar 40 hari (tapi kalo dah suntuk kali, bawaan mewek) itu pertanda butuh piknik, jgan ngerjai yg kerjaan rumah dulu (inj kadang malah seneng dengarnya, tapi ya gimana di rumah gak ada ART atau yg bantui

      Hapus
  2. Dari zaman hamil zayyan bnyak kali, jangan duduk lantai nanti plasentanya lengket terus suami bilang biar gk masuk angin, jgn duduk dipertengahan pintu, nanti payah melahirkan dan masih bnyak lagi jgn minum es nnti bayi besar, kadang haus ya minun air es, konsultasi k dr dibilang air dingin 0 kalori buk jgn khawatir tapi lebih baik air hangat,

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoai, kk juga minum es :D. Tapi lebih aman kalo es nya buatan rumah. Lebih tau higienitas dan bahan2nya (gak pakai2 pemanis) :D

      Hapus