Kamis, 07 April 2016

Keunikan Orang yang Ditemui saat Traveling

Dari bumi yang seluas 510.100.000 km^2, sudah seberapa jauh atau seberapa banyak tempat  yang dijejaki? Adakah sejauh Ibnu Batutah, seorang penjelajah legendaris dari negeri matahari terbenam – Maroko – yang pada abad ke-14 M telah melampaui 120.000 km atau 44 negara dalam kurun 30 tahun? Tentu perjalanannya merupakan sebuah pencapaian yang ‘wow’ mengingat transportasi pada masa itu belum semudah sekarang.

National Heart, Lung and Blood Institute di Amerika mengemukakan hasil penelitian bahwa orang yang melakukan traveling dua kali dalam setahun akan terhindar dari risiko penyakit jantung. Pun traveling dapat menambah kekebalan tubuh, hal ini diakibatkan karena perasaan senang yang muncul akan meningkatkan hormon endorfin.

Selain baik bagi kesehatan, semakin banyak tempat yang dikunjungi, semakin banyak hal baru yang dapat kita temui dan pelajari, termasuk hal-hal unik, apalagi jika peka. Sembari memang perjalanan yang akan mengasah kepekaan.
   
Hal-hal unik bisa kita temui pada orang-orang sekitar saat traveling. Baik kebiasaan masyarakat setempat atau pun dari teman perjalanan.


1. Keunikan dari masyarakat setempat.

Apa yang menurut kita biasa saja, bisa jadi menurut orang lain unik, dan sebaliknya. Contohnya saat Marcopolo – seorang penjelajah dan pedagang dari Italia, yang salah satu perjalanannya menyusuri jalur sutera hingga ke Tiongkok – menceritakan kepada orang – orang Eropa tentang kehidupan orang – orang Timur, ceritanya berhasil mebuat heran, karena saat itu memang dunia Timur masih asing bagi bangsa Eropa.

Begitu pula ketika Ibnu Batutah sampai di kerajaan Aceh, melihat kebiasaan Sultan dan kaum bangsawan menjadikan gajah sebagai kendaraan serta melibatkan hewan yang memiliki memori kuat tersebut dalam upacara tertentu. Ia terkesima.

Saat ini, bagi orang yang tinggal di daerah dinamis dan tidak sedikitnya masyarakat yang cenderung individualis, mendapatkan senyuman serta keramahan bahkan dari anak-anak, seperti tegur-sapa tiap kali berpapasan di tempat yang dikunjungi  juga menjadi sesuatu yang berkesan. Bahkan, disadari atau tidak, keramah-tamahan menjadi daya pikat tersendiri.

Anak-anak yang tak ragu beramah-tamah 
Hal unik lain, misalnya mendapati mata air dengan dinding sederhana atau terpal yang megelilinginya kemudian dijadikan para ibu sebagai tempat mandi, mencuci, bahkan sekedar mengobrol. Saya pernah mendapatinya, bahkan ramainya seperti pasar! Juga menemukan orang tua yang sudah sepuh dan masih mampu mengangkut batang pohon, diletakkan di atas kepala dan berjalan untuk jarak yang tidak dekat tanpa kepayahan.

Belum lagi hal-hal unik dari makanan, cara menjamu tamu, logat bicara atau bahasa. Untuk bahasa, kadang kala ada kata yang biasa kita pakai, ternyata di tempat traveling punya arti berbeda, bahkan terlarang.


2Keunikan dari teman seperjalanan.

“Jangan engkau merasa bahwa engkau telah mengenal saudaramu dengan baik, jika engkau belum pernah melakukan safar/perjalanan bersamanya, atau sebelum pernah bermalam bersamanya.” Begitu hikmah yang diucapkan Umar bin Khattab radiyallahu’anhu. Menyiratkan bahwa dalam sebuah perjalanan akan ada proses lebih mengenal saudara atau teman seperjalanan. Konon lagi, jika itu sebuah perjalanan yang tidak mudah, jauh, memberi banyak tantangan di perjalanan, sangat mungkin karakter-karakter yang tidak ditemukan di hari-hari biasa akan muncul.

Atau sesederhana kebiasaan yang baru kita tahu saat di perjalanan. Seperti si pendiam yang ternyata sangat perhatian, si tukang tidur, seseorang  yang selalu kehilangan sandal, kecarian makanan, mudah panik, atau seseorang yang sangat mudah menyatu dengan lingkungan baru. 

Bosan menunggu bus mogok,
 membaur ke warga sekitar dan ikut membelah pinang

Jadi, kapan kita ke mana?


Klik MedanWisata.com punya anak Medan, refrensi jalan-jalan tak sebatas di Medan. 
Created By Sora Templates