Minggu, 17 Juni 2012

Pengamatan dari Pojok Ruangan (Foto, Oh Foto...)


Nah, ini ceritaku hari ini. Aku tidak begitu ingin tahu urusan orang yang gak ada baiknya untukku. Tapi beda halnya jika aku sudah memutuskan mau jalan-jalan untuk mendulang inspirasi. Kali ini juga gitu, aku pergi ke tempat area free wifi, tempat favoritku. Sebuah ruangan yang sejuk dan nyaman. Pun di sana menyediakan beberapa computer untuk pengunjung, dan beberapa kursi serta meja untuk pengunjung yang membawa computer jinjing. Yah, ini sebuah layanann pemerintah.
Aku duduk agak ke pojok ruangan, dengan meja bundar dihadapanku. Bukan karena aku suka mojok, tapi ruangan udah agak penuh, lapak yang agak di pojok itu yang masih kosong. Posisi dudukku mengarah tepat ke arah pengguna layanan komputer. Sembari menunggu Choky (nama notebookku) aktif, aku mengedar pandang ke penjuru ruangan dan mataku tersangkut ke seorang pengguna layanan komputer. Seorang bapak-bapak berkumis, mungkin usianya sekitar 40 tahun lebih, ia memakai topi dan celana jeans. Dan aku pun melihat monitor komputer Pak Kumis tersebut. Ia sedang buka facebook, hm.. ia sedang membuka akun seorang gadis. Jaraknya tidak jauh dariku jadi aku bisa melihat dengan jelas. Ia membuka foto-foto pada akun tersebut, dugaku adalah foto pemilik akun (Ow, kurang kerjaan banget ya saya). Aku tidak berniat melihat wajah Pak Kumis tersebut apalagi menandainya. Aku hanya ingin mengamati perilaku yang kurasa jarang-jarang akan kutemui. Pak Kumis tampaknya menyadari pengamatanku, aku pura-pura tidak melihatnya. Aku memikirkan beberapa kemungkinan, pertama itu akun milik putrinya, kedua bapak itu lagi menyamar di dunia maya – ia menyamarr sebagai seorang gadis. Kemungkinan ke tiga, bapak itu sedang melihat akun gadis yang mau dijodohkan dengan putranya, mungkin lagi pilih-pilih mantu, atau yang terakhir.. ah, ini agak menakutkan. Sungguh, aku sedang tidak ingin berprasangka buruk dan tahu urusan dia, aku juga enggak ada bakat buat gossip, tapi aku perlu inspirasi. :D
Nah, setelah bapak itu pergi. Komputer itu digunakan oleh seorang pemuda yang taksiranku usianya sekitar 23 tahun lebih. Lagi-lagi pemandangan membuka-buka akun facebook seorang gadis. Nah, kuakui aku juga pernah buka foto di akun temanku yang  perempuan ataupun bukan, tapi itu karena ada kaitannya denganku, atau aku ada perlu dengan fotonya, dan gak pake acara senyum-senyum sendiri, apalagi pakai acara lama. Ah iya, mungkin itu akun adik perempuannya yang nun jauh di mata. Bisa jadi.
Oke, aku mengganggap kedua laki-laki tadi-Pak Kumis dan anak muda adalah orang baik-baik, jadi mereka gak punya maksud yang nyeleneh, gak ada ruginya juga buatku. Cuma ini membuatku berfikir, gimana kalau ada orang lain selain mereka yang buka-buka akun fb dan lihat foto-foto perempuan cuma buat kesenangan (baca nafsu syahwat)? Bukan itu saja, gimana kaau orang iseng itu malah berbuat sesuatu dengan foto kita, misalnya diprint-nya 24 inchi, dibingkaikan bingkai kayu jepara, lalu dikirimkan ke rumah kita? Nah lho, baik banget tu orang. Tapi coba jika sesuatu yang merugikan kita? Dengan kata lain jika kita masih mungkin berteman dengan orang yang tidak kita kenali di dunia maya, narsis itu perlu dikendalikan.
Ririn Anindya

0 komentar:

Posting Komentar

Created By Sora Templates