Rabu, 31 Agustus 2016

Investasi: Sekarang Aja atau Tunggu Serba Ada?

Di suatu malam yang dingin berteman kacang tojin

Ra     :
"Kayaknya udah harus mikir berinvestasi."

Lin    :
"Iya, penting itu."

Ra     :
"Disarankan inves emas, tapi ini 1 gram pun belum, ahaha. Soalnya kalau tabungan biasa, biasanya kalo udah enggak ada uang di ujung bulan, main tarik aja, enggak tahan lama-lama."

Lin    :
"Dan harus cari tambahan pemasukan."

Ra     :
"Ya, harus cari tambahan pemasukan. Mungkin dimulai dari cari suami."

Lin   :
"Ya, cari suami."

Jika ada kesamaan kejadian dan inisial, percayalah ini sebuah kesengajaan dan berdasarkan kisah nyata. Coba ambil hikmahnya aja – kalau ada.

Sebenarnya itu percakapan saya dan teman saat lebaran lalu. Secara gak langsung, mulai menginsyafi perlunya persiapan keuangan. Mungkin ya, kita udah kepikiran bantu-bantu biaya nikah (emang jodoh udah ada? Udah lah, maksudnya udah tertulis di Lauwhul Mahfuz), atau pingin menyenangkan orang tua, biaya rumah kelak, atau keperluan darurat. Kalau dimulai dari sekarang aja belum tentu memadai, konon lagi nanti? Cemanalah ya namanya juga keperluan makin lama, makin kompleks.

Di sisi lain, juga berpikir kalau perlu pemasukan tambahan. Namun secara pribadi saat itu, mikirnya pemasukan tambahan = pekerjaan tambahan = waktu, tenaga, dan pikiran tambahan. Wajar sih, tapi masih sempat? Kalau sedang tidak memungkinkan mencari pekerjaan tambahan, kenapa enggak mulai mengurangi pengeluaran yang tidak perlu? 

Belum lagi, ada inflasi. Sederhananya, diperkirakan barang-barang lebih mahal 5% per 10 tahun, dengan kata lain mesti lifestyle-nya gitu-gitu aja, pengeluaran tetap akan naik 5% tiap 10 tahun.

Masih kebayang harga es lilin di kantin SD, dulu harga Rp 50 – Rp 100, sekarang es lilin standarnya Rp 1.000. Pun terngiang lagu anak-anak “Abang Tukang Bakso”, satu mangkuk saja 500 perak! Sekarang mana dapat, bakso kojek aja  udah seribuan. Jadi kalau dengar odong-odong putar lagu “Abang Tukang Bakso”, ini otak langsung hitung udah berapa persen inflasi sejak lagu itu diciptakan. Guys, udah di atas 1.000%!

Bukan Soal UN:
Kalau sekarang berkisar 10rb-25rb rupiah, berapa harga 10 tahun lagi?

So, kesimpulannya persiapan materi memang penting, dan sebisa mungkin materi yang dipersiapkan itu mengalami pertumbuhan nilai dari masa ke masa. Kalau tabungan biasa, sepertinya bukan solusi optimal untuk persiapanan jangka panjang. Udah nabung lama-lama untuk jangka panjang, nilainya tidak meningkat, tergerus inflasi dan biaya administrasi. Dan godaan buat narik dari ATM juga tinggi.  Jawaban kegalauan ini ya investasi keuangan. Tapi investasi bentuk apa?

Tetangga saya, investasi dalam bentuk sapi, Si tante dalam bentuk properti. Dulu, orang tua saya investasi dalam bentuk sebidang lahan, perlu dana darurat tahun 2006, baru tejual tahun 2012, super sekali. Karena kalau mau dijual saat itu juga, eh harga yang ditawarkan pembeli bakal buat gigit jari. Akhirnya kredit bank, seperti kebanyakan pegawai negeri.

Investasi keuangan banyak macamnya seperti emas, properti, deposito, obligasi, saham, reksadana. Sapi juga bisa jadi investasi, kayak tetangga saya tadi. Namun, setelah dipikir-pikir dengan pengalaman orang tua dan diri sendiri, ada baiknya investasti dalam bentuk yang kasih kemudahan, keamanan, kenyamanan, kesempurnaan cintaaaa.

Kemudahan
Sering malas untuk pergi bertransaksi  menyimpan atau mencairkan simpanan? Udah gitu cuma bisa di jam-jam tertentu.  Nah, sekarang ini investasi juga ada yang bisa bertransaksi secara online, dan bisa kapan aja.

Keamanan
Sistem online? Udah berapa kali ya diberitakan tentang pembobolan bank, di-hack gitu. Pilih perusahaan manajemen investasi yang memberikan keamaan. Seperti password sekali pakai yang dikirim ke ponsel pribadi, lalu juga diamankan dengan password pilihan sendiri, dan hanya bisa dicairkan di rekening bank sendiri.

Perlu diperhatikan apakah perusaahaan manajemen investasi, diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)? Karena salah satu tugas OJK kan mengaudit, memantau apakah perusahaan ini sehat atau sebaliknya.

Kenyamanan
Yang ada layanan investornya lah pastinya. Dan risikonya masih masuk akal dengan keuntungan yang didapat.


Investasi bentuk emas, kayaknya udah dimulai sebelum negara api menyerang, satu - dua generasi sebelum saya sering menyarankan juga. Jadi gitu, ada uang-beli emas, cicil-cicil kumpulkannya, lalu letak dalam peti, kubur, dan buat peta harta karun. Cumanya ya, pas perlu mesti jual emasnya dulu, mau beli pun pergi ke toko dulu, atau sekarang ada juga memang tabungan mas dan baru bisa ditarik sampai nilai tertentu.

Investasi dalam bidang properti atau tanah? Uang saya sekarang cukup lah belinya, beli sekarung tanah, sebidang tanah mah kagak. 

Kalau investasi saham, umumnya memilih dan memantau investasi saham / aset secara mandiri, ya perlu cukup-cukup informasi dan keberanianlah.

Sedangkan reksadana, merupakan investasi dalam beberapa jenis investasi (saham, obligasi, atau deposito) ke beberapa perusahaan, dapat melalui perusahaan manajemen investasi. Jadi, kalau aset ada di 15 perusahaan, sedang ternyata 2 peruasaahaan tidak memberi keuntungan namun sebaliknya, masih akan di-cover 13 perusahaan lainnya yang bisa jadi justru memperoleh keuntungan.

Nantinya perusahaan Manajemen Investasi secara profesional menganalisa keuangan, melakukan pemilihan aset, dan pemanatauan investasi.

Sebagai contoh, perusahaan manajemen investasi dan salah satu jenis produk reksadana-nya yaitu Manulife kalau di iklan tivi taunya ini sih perusahaan ansuransi. Ternyata sejak tahun ’98, Manulife punya anak perusahaan yang dinamakan MAMI (Manulife Asset Management Indonesia) dengan beragam produknya.




Eh, tapi kan gaji juga bakal naik? Yakin enggak perlu persiapan untuk keadaan darurat? Atau gaji bakal cukup-cukup aja untuk pengeluaran kelak alias enggak perlu kredit sana-sini?

Pilih yang sesuai diri - termasuk aman dan nyaman juga di hati, pelajari dan cari informasi juga tentang prosesnya, serta hindari sungkan bertanya dengan yang paham atau berpengalaman. Teteup, investasi jangan tunggu serba ada, tunggu banyak uang, tunggu gajinya udah sekian, eh tahu-tahu udah datang aja masa paceklik tapi lumbungnya kosong. Kalau udah gitu, mau bilang apalagi?

Sayang, ingat, 10 – 20 tahun lagi, semakin tua udah jelas, tapi masa' harus kerja jauh lebih keras, menghadapi inflasi dan cicilan yang enggak lunas-lunas?
Kecuali dari sekarang udah mulai investasi, bisa jadi nanti kita bisa menjelajah negeri ini, pergi haji, lalu menyusuri selat Boshporus dengan cruise di Turki.

Menunda untuk menunda, dengan cara lakukan sekarang aja!

Senin, 29 Agustus 2016

5 Cerita Punya Medan

"Saya kira, mbak itu yang dari Medan, bukan Mbak ini."
"Kenapa gitu?" Saya penasaran dengan perkiraan Abang panitia berkumis tipis, berambut klimis dan rada manis ini.
"Yang saya tahu, orang Batak kan kalau bicara, suaranya keras ya, tapi Mbak enggak begitu." 

Percakapan itu terjadi saat mengikuti kegiatan di ujung timur Sumatera, kegiatan yang diadakan suatu NGO yang berpusat di Jakarta. 

Jadi pingin bawa Abang itu ke Medan. Bukan, bukan untuk oleh-oleh ke orang tua, tapi untuk dikenali pada ibu kota Sumatera Utara. Kalau saat itu ada kesempatan lebih panjang, saya akan bilang,

"Jadi kan Bang, di pertemuan kita yang sementara ini, lima hal ini lah yang bisa saya ceritakan..."


1. Orang Medan
Orang Medan itu, Bang. Bukan hanya etnis Batak – pun orang Batak banyak juga yang lembut. Bahkan, Medan dulunya merupakan daerah kesultanan Deli. Sampai sekarang pun Abang masih bisa lihat warisan budayanya. Saya sendiri dari etnis Sunda yang lahir dan besar di Medan. Memang, budaya Batak memberi warna dan berasal dari Sumatera Utara.
Untuk keunikan logat, saya pikir tiap daerah punya keunikan logat masing-masing. Ada masyarakat yang sangat kental logat kedaerahannya, tapi ada pula yang tidak begitu.

Etnis apa cari, Bang? Melayu ada, Batak ada, Jawa ada, Tamil ada, Tionghoa ada, Aceh ada, Minang ada, banyak lagi adanya, singgah dulu sini. Sehingga lumrah sejak kecil, saya sudah terbiasa dengan heterogenitas etnis atau pun agama.


2. Kuliner Medan
Yang terkenal itu memang Durian Ucok, tapi sebenarnya ada beberapa lagi kedai durian, bahkan kalau musim durian, Abang mesti hati-hati bawa motor - bukan mau doakan yang enggak bagus, cuma mau ingatkan - kalau Abang  jatuh di pinggir jalan, bisa-bisa jatuh di tumpukan durian, karena sikit-sikit aja kita jalan, ada jualan durian.
Kalau Abang harus minum obat setelah makan, tiga kali sehari, pagi, siang, malam. Tapi Abang maunya cuma makan lontong. Medan available buat Abang: lontong pagi, lontong siang, lontong malam, ada. Bersaing sama mini market 24 jam.

Lontong Medan Buatan Mak Saya

Soto, teri, ikan mas arsik (nulis ini jadi pingin makan). Yang khas Medan ada, yang umum di Indonesia pun banyak. Seperti bakso, ada bakso segede bola voli sampai sekecil guli. Bakso isi telur, daging, isi cabai, isi hati pun ada. Bakso aja ada hatinya, Abang ada juga, kan?

Kalau Abang bingung, Abang bisa meluncur ke Cak Coba atau Medan Food Blog, kalau Abang tambah bingung karena sakin banyaknya pilihan, ajak saya dan tim 'sapu bersih' aja Bang, nanti kami pilihkan tempatnya.


3. Wisata

Wisata kuliner, udah. Kurang lengkap kalau belum wisata ke tempat-tempat di Kota Medan. Kalau udah bosan dengan pusat perbelanjaan, bisa coba jalan-jalan ke museum, tempat-tempat bernilai sejarah, perpustakaan, taman kota. 
Sisi Lain Lapangan Merdeka
Saya punya refrensi buat Abang, kalau mau lihat-lihat sejarah dan budaya kota Medan, Abang bisa stalk instagram @medanheritage, instagram komunitasnya loh ya, bukan instagram founder-nya. Mau berwisata di Medan dan sekitarnya juga bisa intip medanwisata.com, kece kan, Bang? Founder-nya JOMBLO sampai halal loh. tapi enggak available buat Abang, buat adek Abang yang cewek, bisa lah. 


4. Komunitas dan Anak Muda Medan
Komunitas di kota Medan pada tahap mana: tumbuh, bangkit, berkembang, atau tahap mencetarkan? Sesungguhnya, saya tidak yakin menglasifikasikannya di tahap mana. Namun yang saya tahu, ada banyak komunitas di Medan yang tersiar atau pun tidak, yang memberikan aura positif untuk Medan yang lebih baik, dengan konsentrasi yang berbeda-beda, misalnya saja ada BlogM-Blogger Medan, FLP Medan, Medan Heritage, Indonesia Youth Icon, SIGI Medan, ATTIK, dan banyak lagi. Bahkan, kerap komunitas-komunitas di Kota Medan pun mencoba untuk bersinergi satu sama lain, 
Bertemu dan Bersastra

Komunitas dan anak muda kota Medan, saling terkait satu sama lain, Bang. Kalau Abang mau buat persiapan informasi sebelum tiba di Medan, Abang bisa cari tahu dulu, enggak harus menghubungi saya karena anak muda Medan bukan hanya saya. Abang bisa ngulik Cerita Medan untuk ragam informasi kota Medan yang menginspirasi. Atau Abang pingin tahu lifestyle Medan sekaligus humornya? Klik aja Komburkali.

Membayangkan kota Medan di masa depan dengan potensi-potensi seperti ini, mendadak haru.


5. Cerita Medan
"Rin, ke kantor Cemen (Cerita Medan), yok! Ngerame-ramein ultah Cemen." Ajak Lily dari chat Line.

Hati saya tidak kosong, tapi jadwal saya kosong kemarin, jadi saya langsung meng-ya-kan ajakan Lily. 
Hai! Mendarat di Kantor Cemen
Cerita Medan - Kiblatnya Cerita tentang Medan. Sebuah portal online yang usianya lima tahun pada Agustus 2016 ini. Terus saya jadi mikir kan, Bang. Bertahan selama lima tahun dan punya kantor, kok bisa? Saya ingat-ingat lagi, apa sih yang coba dibagi oleh Cerita Medan, kok enggak ada habisnya? Ada berita, event Medan, komunitas, lifestyle, pendidikan, dan wisata - cerita yang pasti akan terus ada di Medan. Dan saya ingat lagi, kesan apa yang timbul ketika membacanya: optimisme! Sesuai dengan visi misinya yang saya kutip di portalnya,

Visi :
1. Memudahkan para follower/pembaca untuk mengetahui lebih lanjut bahwa keberadaan Kota Medan itu sendiri sebenarnya memiliki nilai jual yang bisa dibangenggakan di Nusantara serta Mancanegara.
2. Membangun koneksi yang lebih luas serta membuka kesempatan dalam hal membangun sebuah partnership.
3.   Merangkul berbagai komunitas di Kota Medan agar bergabung dan bekerjasama dalam hal memberikan informasi seputar kegiatan dan materi yang tertuang dalam konsep dasar dibangunnya sebuah komunitas yang ada untuk kemudian dirangkum dalam Cerita Medan Community (CMC)

Misi:

1. Menumbuhkembangkan akun @CeritaMedan dan Blog ceritamedan guna memberikan informasi terkini-terluas-terlengkap seputar Kota Medan.
2.     Menduniakan Cerita Tentang Medan melalui Social Media Twitter dan Blog.
3.     Menciptakan suatu nilai jual yang baik akan gambaran Kota Medan untuk dapat di perkenalkan ‘lebih’ kepada masyarakat.

Wajar lah ya Bang, mampu bertahan, karena Medan memang perlu yang begini-begini. Abang enggak pingin kenalan sama Cerita Medan dan ucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga makin berkah lalu pas ke Medan bisa ketemuan dan tukar pikiran sama tim dari Cemen? Saya sih mau. 


Yaudahlah ya, Bang. Udah lima cerita itu kan, kalau mau diturutkan bisa enggak siap-siap saya cerita. Kalau mau lebih banyak,Abang buka aja Cerita Medan dan link-link yang saya catut tadi, lengkapi dengan main-main ke Medan, Bang.
Created By Sora Templates